Headline

Bidik Parkir RM Apong


SELAKU direktur operasional, Sugali menegaskan bahwa PD Parkir tidak hanya mengejar target pendapatan. Tetapi juga ada aspek pengendalian yang coba diterapkan. Hal tersebut erat kaitannya dengan upaya mengurangi tingkat kemacetan di Makassar.
Ia lalu menyebut satu contoh Rumah Makan Apong sebagai pemicu macet di Jalan Boulevard. Tempat yang dulunya merupakan rumah tinggal kini beralih fungsi menjadi rumah makan. Pengunjung yang datang rerata menggunakan mobil. Pada jam-jam tertentu, macet pun tak terhindarkan.
Guna mengendalikannya, PD Parkir berencana menerapkan retribusi parkir hingga Rp25.000 per satu mobil. ”Itu sementara kita susun sistemnya. Pada jam-jam tertentu akan diberlakukan retribusi tinggi di lokasi itu. Sehingga nantinya pemilik mobil tidak lagi memarkir kendaraannya di depan Apong, dan kemacetan pun bisa dihilangkan,” terang Sugali.
Sistem yang tidak jauh berbeda juga coba diterapkan di sepanjang Jalan Somba Opu. Pada jam-jam tertentu di mana kemacetan kerap terjadi, tarif parkir di kawasan ini dinaikkan. Dengan cara tersebut setidaknya bisa mengubah cara pikir pengendara. ”Jadi bukan pola pikir jukirnya yang diubah. Tapi pengendaranya,” jelasnya.
Selain itu, PD Parkir menerapkan karcis ujicoba untuk acara-acara insidentil atau dadakan. Seperti di gedung pertemuan atau pengantin. Misalnya gedung IMMIM, Bamboden dan Runtono.Biasanya, personel PD Parkir diterjunkan langsung ke lokasi bekerja sama aparat kepolisian untuk mengatur arus lalulintas dalam upaya mengurai kemacetan. (*/rus)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.