Headline

Bermula dari Konsultasi Ibunda soal Poligami


Perjalanan Kisah Suami yang Diantar Nikah oleh Istri Pertama (1)

SEPASANG suami istri asal Bulukumba yang pernikahannya viral di media sosial (medsos), datang ke redaksi Harian Berita Kota Makassar, Kamis sore (5/3). Ustas Andi Syamsir didampingi Hj Nirfawana. Mereka bercerita tentang perjalanan kisahnya hingga ke jenjang mahligai rumah tangga.

YANG pertama kali berbicara adalah Andi Syamsir. Pertanyaan awal yang diajukan kepadanya, di mana istri keduanya? Kenapa tidak hadir dalam prosesi akad nikah di hari Selasa (3/3), padahal is diantara oleh istri pertamanya Juspiawati?
Ternyata, Syamsir telah bercerai dengan istri keduanya bulan lalu. Keputusan itu diambil bukan tanpa sebab. Ada banyak ketidakcocokan di antara mereka, hingga akhirnya jatuh talak tiga. Langkah tersebut mendapat dukungan dari rekan Syamsir sesama ustas di Bulukumba.
”Kalau istri yang kedua sudah cerai. Sesuai aturan agama, talak tiga telah jatuh kepadanya. Kami punya empat orang anak. Satu ikut ke ibunya,” ujar Andi Syamsir.
Ia lalu berkisah tentang awal jalinan hubungan dengan istrinya saat ini. Bermula dari pertemuan Syamsir dengan Hj Indo Are, ibunda Hj Nir –sapaan akrab Hj Nirfawana. Saat itu Hj Indo Are datang menemui Ustas Syamsir di tempat praktiknya Klinik Ruqyah Ainun Syam. Tujuannya untuk konsultasi tentang poligami.
Ternyata, sang ibunda tengah mencari calon pendamping hidup bagi Hj Nir. Pada saat bersamaan, putrinya itu sementara menjalani proses ta’arufan dengan seorang ustas yang juga pimpinan pondok pesantren di Maros.
”Ibu (Hj Indo Are) menyampaikan bahwa anak perempuannya hendak menikah lagi, karena memang sudah bertatus janda. Saya sampaikan ke beliau, bahwa konsep poligami itu sudah biasa dalam Islam. Yang penting bisa berlaku adil dan sama kepada istri, baik waktu maupun materi,” terangnya.
Selanjutnya, pada hari Kamis (26/2) lalu, Andi Syamsir berkunjung ke Kindang bersama rekannya sesama ustas. Ternyata, diam-diam istri pertama Syamsir, yakni Juspiati sudah lama mencari istri ketiga bagin suaminya. Hal itu dilakukannya semata guna menerapkan syariat agama.
Saat itulah, rekannya sesama ustas memintanya untuk mencari calon seperti Hadijah, istri Nabi Muhammad Saw. Namun, Syamsir mengaku, jangankan untuk mendapatkan, mengenal sosok seperti itu saja tidak pernah ditemuinya.
”Ada teman ustas yang kemudian menyebut nama Hj Nir, janda lima anak. Setelah pulang ke rumah, saya sampaikan ke istri dan beliau merespons dengan baik,” tuturnya.
Selanjutnya, hari Senin subuh (2/3) ia bertemu kembali dengan Hj Indo Are, ibunda Hj Nir. Saat itu ada tanah yang hendak dijual. Ketika itu juga ia sudah menyinggung tentang anaknya.
”Beliau bilang ke saya, seandainya belum ada yang lamar anakku, kitami saja. Saya juga langsung diberi nomor HP Hj Nir,” ujarnya.
Berawal dari situlah, keduanya saling komunikasi dan berbagi informasi. Karena ternyata, Hj Nir sebelumnya sudah biasa mengikuti kajian yang dilaksanakan Ustas Syamsir. Namun mereka sudah lama tak bertemu setelahnya. Bagaimana kisah selanjutnya? Seperti apa penuturan Hj Nir? Tunggu di tulisan berikutnya. (*/rus)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.