Headline

Dua Mahasiswa Tersangka Kasus Monopoli Masker


Legislator Soroti KinerjaDinkes Sulsel

MAKASSAR, BKM — Penyidik Polrestabes Makassar akhirnya menyematkan status tersangka terhadap Jordi Marten (22) dan James Ximenes Wijaya (21). Keduanya diamankan aparat Polsek Ujung Pandang dan Polrestabes Makassar saat hendak mengirim masker sebanyak 200 boks ukuran besar, Selasa (3/3).
Penetapan tersangka dilakukan setelah kedua mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar itu menjalani pemeriksaan intensif. Hal itu disampaikan Kapolrestabes Kombes Pol Yudhiawan Wibisono usai rilis kasus pengungkapan kasus narkoba, Rabu sore (4/3).
”Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka, berdasarkan Undang-Undang Perdagangan dan Monopoli. Selanjutnya penyidik akan berkoordinasi dengan ahli,” ujar Kombes Yudhi.
Dia pun mengimbau kepada penjual masker agar menjual dagangannya sesuai dengan harga normal. Pihak kepolisian akan turun melakukan pengecekan di lapangan. Bila ada yang memberlakukan harga di luar ketentuan, akan diambil tindakan tegas dan dilaporkan ke instansi terkait.
Ditemui terpisah, Kanit Tipikor Polrestabes Makassar Iptu Ali mengamini penjelasan kapolrestabes. Kata dia, kedua mahasiswa yang diamankan sehari sebelumnya kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
”Setelah menjalani pemeriksaan dan mendalami keterangannya, akhirnya penyidik menetapkan keduanya sebagai tersangka,” ujarnya.
Kanit Reskrim Polsek Ujungpandang Iptu Edi Gunawan mengemukakan, kedua tersangka yang sebelumnya diamankan di mapolsek bersama buktinya, diserahkan ke Polrestabes Makassar usai dimintai keterangan. Keduanya yang ditemui BKM di lantai II mapolrestabes, menolak berbicara. Mereka menunddukkan kepala sambil menutup wajahnya dengan telapan tangan.
Dari pantauan BKM, masker sangat sulit diperoleh. Berbagai apotek tidak lagi menjualnya. Bahkan ada di antaranya yang sudah memasang pengumuman bahwa masker habis.

Belum Ada Imbauan

Hingga saat ini, pemerintah Provinsi Sulsel belum mengambil sikap terkait pembatasan masuknya wisatawan asing ke daerah ini sebagai upaya mencegah masuknya virus corona. Dua penerbangan ke luar negeri, yakni Malaysia dan Singapura masih tetap dibuka.
Padahal, penerbangan langsung Makassar-Singapura atau Makassar-Kuala Lumpur menjadi pintu masuknya warga negara asing (WNA) di Sulsel. Dengan begitu, virus corona akan mudah tersebar jika tidak dilakukan antisipasi dini.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri telah mengambil sikap. Untuk sementara dua penerbangan Bandung ke Singapura dan Kuala Lumpur ditutup untuk mencegah mewabahnya virus tersebut.
General Manager (GM) PT Angkasa Pura 1 Makassar Wahyudi mengakui, saat ini penerbangan ke dua tujuan negara tersebut masih normal, baik penerbangan internasional maupun domestik. Statistik wisatawan dan masyarakat yang keluar masuk Sulsel masih dalam kondisi normal.
“Statistik kunjungan internasional masih normal seperti biasa, termasuk Malaysia dan Singapura,” jelas Wahyudi.
Pihaknya juga tidak bisa mengambil keputusan langsung untuk menutup penerbangan tanpa instruksi dari kantor pusat. Kata Wahyudi, penutupan dua rute itu tidak bisa sertamerta dilakukan, perlu koordinasi dengan pihak pemerintah provinisi.
Meski begitu, ia mengakui hingga kini belum ada koordinasi dari gubernur Sulsel terkait sikap yang akan diambil. Sehingga manajemen angkasa pura tetap menjalankan rutinitas penerbangan seperti biasanya.
“Terkait penutupan itu kan akan berdampak terhadap perekonomian daerah nantinya. Ini juga harus dibicarakan dengan gubernur apa dampak-dampaknya,” ucapnya.
Sampai saat ini upaya yang dilakukan pihak bandara hanya memperketat kedatangan dengan melakukan pemeriksaan dengan sistem scanner. Berkoordinasi dengan pihak imigrasi dan dinas kesehatan untuk memastikan kondisi tubuh penumpang.
Sekretaris Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani, mengatakan belum memberi imbauan kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri. Hanya calon jamaah umrah yang saat ini dihentikan untuk melakukan ibadah umrah atas imbauan pemerintah Arab Saudi.
“Belum. Belum ada. Harapannya masalah virus corona ini cepat selesai dan cepat ditangani dengan baik, karena kalau begini terus, dilarang keluar daerah itu susah,” ujar Abdul Hayat.
Sebelumnya, Guburnur Sulsel Nurdin Abdullah juga hanya mengimbau secara lisan kepada masyarakat untuk melakukan penundaan kunjungan ke luar negeri. Sampai saat ini, NA belum mengimbau secara resmi atau tertulis terkait pelarangan itu.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Sulsel supaya kurangi bersentuhan dan datang ke tempat keramaian. Kalau tidak perlu, tidak usah bepergian ke luar negeri,” ujar Nurdin Abdullah.
Nurdin berpesan agar masyarakat menjaga kesehatan dan kebugaran tubuhnya. Kata dia, kondisi fisik yang lemah akan mudah terserang virus. Pemerintah dan masyarakat harus lebih konsen menjaga diri jangan sampai corona kian menyebar.

Kinerja Dinkes Disorot

Di Sulsel sendiri, seperti yang dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dr Ichsan Mustari, hingga saat ini di wilayah belum ada warga yang terpantau suspect atau terkonfirmasi positif virus corona. Warga diminta tidak percaya berita bohong.
Dia mengatakan, sejak 28 Januari lalu, pihaknya telah memantau 49 orang yang mengalami gejala demam hingga flu. Puluhan orang tersebut, termasuk pemantauan lanjutan terhadap 18 orang yang baru saja menjalani karantina di Natuna.
“Alhamdulillah sehat semua. Sampai hari ini belum ada (suspect/positif corona),” ujar dr Ichsan dalam rapat di komisi E DPRD Sulsel, Rabu (4/3).
Namun, kata dia, satu orang saat ini masih diobservasi di RSUP Dr Wahidin, Makassar. Sampel dari orang tersebut masih diteliti oleh Litbangkes Kemenkes dan hasilnya masih ditunggu.
“Satu yang sekarang ini sementara masih diperiksa laboratoriumnya, jadi sementara ada di RS Wahidin,” katanya.
Ichsan menegaskan satu orang tersebut masih sebatas diobservasi. Dia meminta warga tidak salah memahami bahwa satu orang diobservasi suspect corona.
“Bukan suspect, tapi observasi. Artinya, jangan salah mengerti, karena suspect ini masih banyak orang mengerti bahwa itu sudah terdiagnosis. Ini salah pengertian. Ini observasi saja. Artinya cuma demam saja, mungkin demamnya DBD, mungkin saja. Jadi ini yang memastikan adalah laboratorium,” tuturnya.
Penegasan Ichsan terkait belum adanya kasus corona di Sulsel, yang menjawab pertanyaan dari anggota Komisi E DPRD Sulsel Haidar Madjid. Haidar ingin ada penegasan dari Pemprov Sulsel terkait ada atau tidaknya kasus corona di daerah ini. Hal tersebut untuk menjawab berbagai rumor hingga hoaks terkait corona di Sulsel.
“Pertayaan saya Pak Kadis, sampai dengan hari ini jam 12 lewat adakah atau tidak ada penderita (warga) kita yang di Sulawesi Selatan? Ini akan menjadi penjelasan resmi dari Dinas Kesehatan kepada kita semua seluruh masyarakat, bahwa sampai hari ini alhamdulillah belum ada indikasi atau suspect corona,” kata Haidar.
Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel Arum Spink menyoroti kinerja Pemprov Sulsel, dalam hal ini Dinas Kesehatan yang dinilai kurang optimal menginformasikan kepada masyarakat terkait virus corona atau covid-19.
Menurutnya, Dinas Kesehatan sebagai leading sector harus menjadi garda terdepan dalam memublikasikan secara detil semua hal tentang virus corona. Jika dianggap bisa ditangani, maka Dinas Kesehatan harus menggunakan seluruh media untuk meyakinkan publik bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari proses pencegahan sampai penanganan virus corona.
“Sejauh ini peran pemerintah belum maksimal dan saya menyebut kurang. Buktinya, jangankan masyarakat, anggota DPR saja tidak pernah mendapat informasi. Nanti rapat kerja baru kita tahu ada hal-hal yang begitu,” ujar Arum Spink.
Yang paling penting, lanjutnya, semua langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemprov Selatan diketahui oleh publik. Dengan demikian kepanikan berlebih tidak perlu ada.
Arum mengaku prihatin karena imbas dari ketidaktahuan masyarakat menyebabkan terjadinya panic buying, khususnya pada pembelian masker serta cairan antiseptik.
“Yang masyarakat harus tahu apa itu virus corona bagaimana pemanfaatan masker, bagaimana pencegahannya, apa yang harus dilakukan oleh masyarakat ketika ada yang mendapati gejala-gejala yang ada dan sampai pada koordinasi di tingkat kabupaten/kota,” tambahnya.
Olehnya itu, pihaknya meminta Dinas Kesehatan berperan aktif dalam mensosialisasikan terkait corona kepada masyarakat. Arum menambahkan, pihaknya akan terus mengevaluasi Dinas Kesehatan pada rapat selanjutnya. Pihaknya berharap rapat koordinasi yang dilakukan Dinas Kesehatan antar pemerintah Kabupaten/kota serta lintas sektor dapat terlaksana secara baik dan sesuai prosedur.
“Pasti kita akan memonitor terus perkembangannya, dan kami akan melakukan pengawasan terhadap langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah provinsi,” pungkas Arum. (nug-rhm)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.