Headline

1,8 Kg Sabu Asal Cina Disuplai dari Lapas


Narkoba Disimpan di Brankas, Tiga Tersangka Dibekuk

MAKASSAR, BKM — Pengiriman narkoba jenis sabu-sabu kembali digagalkan polisi. Tim Ubur-ubur Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polrestabes Makassar menangkap tiga orang, Selasa (3/3) sekitar pukul 03.00 Wita, yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka.
Mereka merupakan satu jaringan dalam peredaran narkoba di Makassar. Masing-masing Fandi (23), warga Jalan Adhyaksa dan Mursalim (25) serta Sulfam (23), keduanya warga Jalan Bumi Kasra. Penangkapan ketiganya dipimpin Kasatres Narkoba Polretabes Makassar Kompol Diari Estetika.
Pengungkapan kasus ini dirilis Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, didampingi Kasatres Narkoba dan Kasubbag Hunas, Rabu sore (4/3).
Dijelaskan Kombes Yudhi, dari ketiga tersangka, yang pertama kali ditangkap adalah Fandi. Ia dibekuk di Jalan Adhyaksa. Polisi kemudian menggeledah isi ransel warna hitam yang dibawanya. Di dalamnya ditemukan satu bungkus sabu yang dikemas dalam plastik besar.
Dari hasil interogasi petugas, serbuk putih tersebut dipasok dari Cina. Ia juga menyebut satu rekannya bernama Mursalim.
Berdasarkan pengakuan Fandi, petugas lalu melakukan pengembangan. Rumah Mursalim didatangi. Saat tiba, polisi langsung masuk dan melakukan penggeledahan. Hasilnya, didapati satu buah brankas. Ketika dibuka dan isinya diperiksa, ternyata ada beberapa bungkus sabu di dalamnya. Setelah ditimbang, beratnya mencapai 1,8 kilogram.
Keterangan Mursalim pun langsung diambil. Ia ‘bernyanyi’ dengan menyebut satu anggota komplotannya, yakni Sulfam. Beralamat di Jalan Bumi Karsa. Polisi kemudian mendatangi rumah yang ditunjuk. Sulfam berhasil ditangkap tanpa perlawanan.
”Dari keterangan tersangka Fandi dan Sulfam, barang bukti yang mereka kuasai diperoleh dari salah seorang narapidana kasus narkoba di Lapas Kendari. Kemudian narkoba asal Cina tersebut diserahkan ke tersangka Mursalim untuk disimpan di dalam brankas. Rencananya akan dibuka dan dikemas menjadi paket ukuran sedang dan kecil. Selajutnya dijual dan didaerkan di Makassar, Gowa dan Takalar,” terang Kombes Yudhi.
Mengacu pada pengakuan tersangka, lanjut Kombes Yudhi, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Tengah dan Lapas Kendari.
”Narkoba asal Cina ini dikirim lewat bandara dan kapal laut. Kami masih melakukan penyelidikan siapa yang membawanya masuk ke Lapas Kendari,” jelas kapolrestabes. (jul)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.