Bisnis

Corona Merebak, Harga Emas Diproyeksikan USD1.850 per Ons


Kezia Pingkan D Massie

MAKASSAR, BKM — Makin merebaknya epidemi virus Corona yang mulai mencuat pada akhir Desember 2019 lalu, tidak saja melesukan berbagai bisnis, tapi juga harga emas.
Pada 2020 ini, harga emas diproyeksikan mengalami kenaikan hingga USD1.850 per (troy ounce/ons). Selain faktor virus Corona, ada dua faktor lainnya yang ditengarai menjadi penyebab kenaikan harga emas ini. Yaitu faktor perlambatan ekonomi global dan pemilihan presiden Amerika Serikat yang akan dihelat pada November 2020 ini.
Demikian disampaikan Branch Manager PT Solid Gold Berjangka (SGB) Cabang Makassar, Kezia Pingkan D Massie saat dihubungi kemarin. Menurut Kezia, saat ini harga emas telah naik 173 poin dari harga terendah USD1.516,90 diawal Januari 2020 menyentuh level USD1.689,30 per ons pada saat sekarang.
”Ketika perekonomian global melambat, bank sentral berpeluang menurunkan suku bunga sebagai stimulus agar roda perekonomian berputar lebih kencang.

Apalagi jika penurunan suku bunga tersebut dilakukan federal reserve. Hal itu tentu menjadi sentimen positif bagi harga emas sehingga dapat terus menanjak. Bahkan berpotensi menuju level USD1,” ujar Kezia.

Kezia menuturkan, bank sentral China (People’s Bank of China/PBoC) sudah beberapa kali memangkas suku bunga dan mengucurkan stimulus hingga 1. Ini untuk mendorong perekonomiannya dari dampak buruk penyebaran virus Corona.

“Ekonomi China yang sudah goyah dapat merembet menjadi masalah ekonomi global,” kata Kezia.
(mir)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.