Politik

KPU Mulai Persiapkan Peningkatan Partisipasi Pemilih


MAKASSAR, BKM–Partisipasi pemilih sangat menentukan jalannya pemilihan wali kota (Piwali) Makassar agar sukses. Oleh sebab itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar melakukan berbagai hal untuk suksesi Pilwali 2020.
Komisioner KPU Makassar Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Romy Harminto menuturkan, pihaknya selaku penyelenggara pemilu sudah bekerja sesuai tahapan. Salah satu hal penting adalah partisipasi pemilih serta akurat Daftar pemilih (DP).
Menurutnya, KPU melakukan rekrut. Sehingga tugasnya tim ad hock melakukan pencocokan dan penelitian (coklit). Perlu juga Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP).
“Petugas PPDP di imbau untuk melaksanakan tugasnya melakukan coklit secara benar dan sungguh-sungguh. Apalagi kita ini mau DPT sistematis, DP4 juga sesuai dan tak ada permasalahan seperti tahun sebelumnya,” ujar Romi.
Dia menuturkan, proses coklit yang benar adalah dilakukan dengan mendatangi warga dari rumah ke rumah (door to door). “Kalau jadwal coklut april, karena sekarang masih rekrutmen tim adhock PPK dan KPPS,” jelasnya.
Romi menjelaslan, saat ini KPU Makassar menggagas aplikasi “KPU kota Makassar” yang akan dipergunakan se-Indonesia. Dan aplikasi akan digunakan secara nasional dalam pilkada 2020 ini.
“Ini sementara kita build sesuai permintaan KPU RI, dan Insya Allah menjadi satu-satunya aplikasi karya KPU Kota se indonesia yang akan di gunakan secara nasional,” ungkapnya.
Untuk launching sendiri. Kata dia, kemungkinan bulan Maret, karena aplikasi tersebut akan di pergunakan oleh PPDP se-Indonesia di bulan April
Dijelaskan, kegunakan dan fungsi aplikasi ini, mutarli (pemuktahiran data pemilih) yang selama ini mempergunakan kertas (manual) dan dengan aplikasi ini mempergunakan smart phone dan terkirim langsung ke server KPU RI sehingga informasi tentang DPT Pilkada serentak dapat diketahui secara tetap dan akurat.
“Dengan aplikasi ini juga insya Allah data-data siluman, data-data ganda dan sejenisnya terhapus. Sehingga data KPU akan lebih baik lagi dan lebih akurat lagi,” tuturnya.
Romi menambahkan, untuk kota Makassar aplikasi ini sudah selesai, hanya saja karna ingin dipakai secara nasional maka pihaknya merubah database, beberapa fitur dan mokap.
“Setelah selesai akan kita paparkan hasil dan kegunaan,”jelasnya.
Terpisah Misna M. Attas selaku anggota komisioner KPU Sulsel, Divisi Partisipasi pemilih (Parmas) mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat bersama 12 KPU kabupaten kota membahas penyusunan kegiatan dan rencana strategis sosialisasi dan peningkatan partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak Tahun 2020.
“Kami sudah duduk bersama. Dari KPU Sulsel menyampaikan kepada KPU Kabupaten/Kota juga diwajibkan untuk memanfaatkan media sosial pada sosialisasi Pilkada,”ujarnya.
Misna menuturkan, KPU Kabupaten/ Kota wajib memanfaatkan segala media untuk meningkatkan partisipasi pemilih, terkhusus pada media sosial.
“KPU Kabupaten/Kota harus memanfaatkan itu. Karena sangat bermanfaat bagi perkembangan pilkada nantinya. Ini guna meningkatkan partisipasi pemilih,” jelasnya.
Oleh sebab itu, KPU Kabupaten/Kota juga diminta untuk kreatif dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang tidak mampu menarik partisipasi pemilih. Terkhusus di 12 daerah yang menggelar pilkada 23 September nanti. (rif)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.