Bisnis

Peserta BPJAMSOSTEK di Sulsel Baru 42 Persen


Sosialisasikan Kenaikan Manfaat Bagi Peserta

SANTUNAN -- Muhammad Firda didampingi Sumarjono, Zainuddin, Toto Suharto serta Anang Rafidi foto bersama dengan para ahli waris pekerja yang meninggal dunia usai penyerahan jaminan kematian.

MAKASSAR, BKM — Jumlah pekerja baik penerima upah (PU) maupun bukan penerima upah (BPU) di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan masih sangat minim. Hingga akhir tahun 2019, jumlah tenaga kerja di Sulsel tercatat sebanyak 2,49 juta orang. Sedangkan mereka yang telah menjadi peserta BPJAMSOSTEK baru dikisaran 42 persen.
”Gubernur Sulsel sendiri telah menargetkan jumlah pekerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan mencapai 60 persen. Untuk itu, pak gubernur sendiri telah memberi tugas kepada kepala dinas ketenagakerjaan Sulsel untuk terus mendorong para pemberi upah maupun pekerja itu sendiri agar segera mendaftarkan diri menjadi peserta BPJAMSOSTEK. Apalagi peningkatan nilai manfaat yang akan diterima para pekerja mengalami peningkatan dari sebelumnya,” kata Muhammad Firda, Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Setda Provinsi Sulsel mewakili gubernur Sulsel, sesaat sebelum membuka sosialisasi PP No.82 tahun 2019 tentang kenaikan manfaat bagi peserta BPJAMSOSTEK, di Hotel Four Point by Sheraton Makassar, Kamis (27/2).
Di sela acara sosialisasi tersebut, juga dilakukan penyerahan santunan kematian kepada sejumlah ahli waris pekerja yang merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan. Selain santunan, BPJS Ketenagakerjaan juga menyiapkan beasiswa kepada dua orang anak pekerja yang meninggal tersebut mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.
Sosialisasi yang diikuti 500 orang pekerja dan perusahaan pemberi kerja ini dihadiri sejumlah direksi dari kantor pusat BPJS Ketenagakerjaan, masing-masing Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BPJAMSOSTEK, Sumarjono serta Deputi Direktur Bidang Kepesertaan Korporasi dan Institusi, Zainuddin. Juga hadir Deputi Direktur Wilayah Sulawesi Maluku, Toto Suharto serta Asisten Deputi Bidang Kebijakan Program JHT dan JP, Anang Rafidi.
Sebelum dilakukan di Makassar, sosialisasi tentang peningkatan manfaat program JKK dan JKM (Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian), BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) juga telah menggelar sosialisasi serupa di empat kota lainnya di Indonesia.
Makassar sendiri menjadi kota kelima dilakukannya kegiatan sosialisasi SIAPP 82 (Sosialisasi Peraturan Pemerintah 82), setelah Jakarta, Medan, Bandung, dan Denpasar.
Seperti diketahui sebelumnya, peningkatan manfaat program BPJAMSOSTEK ini resmi berlaku setelah ditandatangani Presiden RI, Joko Widodo, di penghujung tahun 2019 yang lalu. Hal ini merupakan hadiah bagi seluruh pekerja Indonesia berupa peningkatan dan penambahan manfaat yang signifikan dari program perlindungan BPJAMSOSTEK.

Bersamaan dengan kegiatan sosialisasi peningkatan manfaat tersebut, BPJAMSOSTEK juga sekaligus memaparkan sosialisasi terkait Anugerah Paritrana 2020 sebagai ajang pemberian pengahargaan oleh BPJAMSOSTEK kepada pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan perusahaan peserta yang memiliki kontribusi positif terhadap implementasi jaminan sosial ketenagakerjaan. Anugerah Paritrana ini merupakan kali ketiga dalam pelaksanaannya sejak tahun 2018 yang lalu.

Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BPJAMSOSTEK, Sumarjono, menuturkan, para nominasi dari Anugerah Paritrana ini terdiri atas seluruh Pemerintah Provinsi dan Daerah, ditambah dengan perusahaan peserta yang memiliki dedikasi yang baik dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja di wilayahnya.
”Masing-masing punya peran yang krusial dalam penerapan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Peran pemerintah dalam menerbitkan regulasi di daerah masing-masing, dan peran perusahaan dengan kesadaran dan kepatuhan yang tinggi mendaftarkan pekerjanya, sama-sama memiliki nilai penting dalam memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja”, tegasnya.
Kami berharap, para nominasi dapat memberikan usaha terbaiknya dan saling berpacu dalam meraih penghargaan ini, karena melalui peran dan dukungan penuh seluruh stakeholder, perlindungan menyeluruh bagi seluruh pekerja dapat terlaksana,” tutup Sumarjono.
(mir)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.