Politik

Danny Bisa Pilih Wakil Non Parpol


MAKASSAR, BKM–Politisi Partai Nasdem Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto hingga kini masih selektif untuk menentukan nama bakal calon Wakil Wali Kota Makassar, meski telah mendapatkan rekomendasi dari ketua umum DPP Nasdem Surya Paloh. Meski demikian, dikabarkan jika sejumlah parpol yang hendak mengusung Danny menawarkan kadernya untuk jadi pasangannya. Hal tersebut membuat Danny kelihatan masih kesulitan menentukan pasangannya.
Golkar mendorong Andi Zunnun Halid, Ketua DPW Nasdem Sulsel Rusdi Masse mendorong Irman Yasin Limpo serta PDIP menyiapkan tiga kadernya masing masing DR Andi Yagkin Padjalangi, Dr Alimuddin serta dr Onasis.
Pengamat politik dari Unhas, Sukri Tamma menilai, Danny sebenarnya berada pada posisi tak ingin buru-buru menentukan wakilnya. Apalagi berdasarkan banyak survei, elektabilitas Danny masih sedikit di atas angin dibanding kandidat lainnya.
Hal tersebut membuat Danny masih santai dalam mencari pasangannya. “Pada situasi seperti ini, Pak Danny mungkin masih menunggu siapa wakil dari lawannya. Karena lawannya secara survei tidak bedah jauh dengan Pak Danny sehingga Pak Danny menurut saya tidak ingin wakilnya menjadi faktor yang tidak memberikan keuntungan apa-apa untuk peningkatan elektabilitasnya. Jadi masih berhati-hati,” ujarnya, Kamis (27/2).
Sukri Tamma juga menilai jika Danny saat ini memang terjebak dalam dilema menentukan wakilnya. Apalagi kabarnya, banyak parpol yang menawarkan kadernya untuk jadi wakilnya. Namun, Sukri menganggap dilema yang dialami Danny adalah kehati-hatian Danny memutuskan wakilnya. Karena Danny pastinya akan mencari wakil yang bisa melengkapi kekurangannya.
“Makanya Danny harus bisa menghitung, siapa dari tawaran wakil ini yang bisa melengkapi dia dan meningkatkan elektabilitasnya. Tapi di saat bersamaan Pak Danny harus menghitung siapa di antara kandidat ini bisa membayar dalam tanda petik utang politik pada para pengusungnya,” ujarnya.
Meski parpol menawarkan kadernya untuk jadi wakil Danny. Namun bukan berarti menutup peluang Danny untuk mengambil wakil di luar parpol. “Karena buat parpol sendiri, jika kader dipaksakan maju tapi ternyata kemudian tidak memberi benefit dan keuntungan buat kebijakan partai saya kira tidak ada gunanya. Jadi bagi Pak Danny sendiri mau dari parpol atau di luar parpol sejauh negosiasi dengan parpol belum selesai saya kira tidak ada masalah,”pungkasnya. (rif)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.