Sulselbar

Lima Hari Menghilang, Ditemukan Jadi Mayat


BARRU, BKM — Naing (61), seorang warga Kampung Ballewe ditemukan sudah tidak bernyawa. Jasadnya berada di dekat tempat dudukan mesin alkom di sekitar saluran tambak Dusun Ballewe, Desa Binuang, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, sekitar pukul 13.30 Wita, Sabtu(22/2).
Saat ditemukan, kondisi mayat sudah membusuk dan tercium aroma yang sangat menyengat. Posisinya telentang tanpa mengenakan busana. Awalnya mayat ini sempat tidak diketahui identitasnya, namun belakangan berhasil diidentifikasi setelah beberapa pihak ada yang mengenali wajahnya.
Informasi awal penemuan mayat ini diterima Kepala Dusun Ballewe Sirajuddin. Saat itu ada warga melaporkan adanya bau menyengat di sekitar lokasi. Setelah dilakukan upaya pencarian terhadap sumber bau, ditemukanlah sesosok mayat lelaki.
Seorang petani tambah bernama Lamagga memberikan kesaksiannya atas penemuan mayat ini. Warga Kampung Ballewe, Desa Binuang, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru itu menjelaskan, sekitar lima hari lalu ia sempat melihat orang yang tidak diketahui identitasnya namun mengenal lokasi tempat tinggalnya, berjalan di sekitar tambak.
”Tidak pakai baju. Hanya menggunakan sarung. Saat itu hujan. Dia berjalan dari arah utara ke selatan,” ujar Lamagga.
Informasi ini kemudian dikroscek ke istri almarhum, yakni Hapsiah (50). Dia pun membenarkan jika mayat tersebut adalah suaminya Naing.
Setelah dipastikan korban sudah diketahui keluarganya, jenazah Naing kemudian dievakuasi ke rumah duka sekitar pukul 15.30 Wita di Siawung.
Kasubag Humas Polres Barru AKP Sainuddin yang dihubungi, Minggu (23/2) membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Sebelumnya, pihak kepolisian sudah mendatangi TKP dan berkoordinasi dengan pemerintah Desa Binuang agar mengidentifikasi warganya yang kemungkinan hilang atau meningalkan rumah.
“Selanjutnya kita berkoordinasi dengan tim kesehatan Puskesmas Madello untuk dilakukan evakuasi. Hanya saja pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan telah menandatangani surat pernyataan penolakan,” ujar Sainuddin.
Dari hasil keterangan istri korban, dijelaskan bahwa korban selama ini mengalami ganguan kejiwaan. Dari pengakuan istri Naing, selama empat tahun terakhir korban dalam kondisi kejiwaan yang tidak stabil.
Jenazah korban sudah disemayamkan di rumah duka di Siawung dan dikuburkan pada hari Minggu. Naing meninggalkan enam orang anak. Tiga anak dari istri pertama dan tiga anak dari istri kedua. (udi/b)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.