Headline

Tersangka Korupsi Irigasi, Mantan Ketua KONI Dibui


LUWU, BKM — Penyidik tindak pidana korupsi Polres Luwu merampungkan berkas kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek irigasi di Desa Pongko, Kecamatan Walenrang Utara, Luwu, Sulawesi Selatan tahun anggaran 2019.
Kamis (20/2), Unit IV Tipikor Satreskrim Polres Luwu melakukan tahap II, yakni penyerahan barang bukti dan satu orang tersangka ke Kejaksaan Negeri Luwu. Andi Cincing Makassau diserahkan atas dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan anggaran peningkatan jaringan rehabilitasi DI Tubu Ampak Kanan, Luwu.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Luwu AKP Faisal Syam mengatakan, dalam kasus ini penyidik menetapkan empat orang tersangka. Yakni Yunus S Kalibu Masshode selaku pejabat pelaksana tehnis kegiatan (PPTK), Andi Mappile (direksi), serta Andi Hasanuddin Makkasau (pimpinan CV Niki Laudia).
“Hari ini (kemarin) berkas dan tersangka kami serahkan ke kejaksaan. Sementara tiga tersangka lainnya sudah terlebih dahulu ditahan,” kata AKP Faisal Syam, Kamis (20/2).
Menurut Faisal, Andi Cincing dijerat pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 Undang-Undang RI No 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi yang diubah dengan UU RI No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHPidana.
Tersangka Andi Cincing dibawa ke Kejaksaan Negeri Luwu didampingi pengacaranya Lukman S Wahid. Selanjutnya akan menjalani penahanan di Lapas Makassar.
Proyek pembangunan irigasi di Desa Pongko, diduga dikerjakan asal-asalan. Berdasarkan hasil audit dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulsel, terdapat kerugian negara sebesar Rp200.359.777, sesuai yang ditetapkan
pada tanggal 4 November 2019 dengan berkas perkara Nomor: BP/44/VII/2018 tanggal 10 Juli 2018.
Sebelumnya, tersangka Andi Hasanuddin (51) ditangkap di kota Palopo setelah beberapa hari menjadi buron. Ia masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak bulan Desember 2017 lalu. Polisi membidiknya selaku terduga pelaku penyalahgunaan dana pembangunan rehabilitasi DI Tubu Ampak Kanan Kabupaten Luwu, di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Sulsel TA 2015, yang terletak di Desa Pongko.
Ia dibekuk di kediamannya Jalan Merpati 6 Perumnas, Kelurahan Rampoang, Kecamatan Bara, Kota Palopo. Saat ditangkap, tersangka tidak melawan dan tak berkutik ketika petugas menggelandangnya.
Oleh penyidik, tersangka dianggap tidak kooperatif sebab tidak pernah hadir dalam panggilan pemeriksaan sejak Desember 2017. Dalam kasus ini, Andi Hasanuddin terlibat sebagai pemilik perusahaan.
Sementara tersangka lainnya yang ditetapkan, yakni mantan Ketua KONI Palopo Andi Cincing Makkasau yang berperan sebagai pelaksana di lapangan. Cincing diketahui bersaudara kandung dengan Andi Hasanuddin.
Dua orang lainnya yang ikut terlibat dan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik, yakni Andi Mappile yang bertindak sebagai direktur pengawas berstatus ASN Pemprov Sulsel dan Yunus Kalibo Massahode (wan/b)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.