Headline

Pagar Benteng Somba Opu Dikucur Rp2 Miliar


MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulsel ternyata telah menuntaskan kajian zonasi untuk revitalisasi Benteng Somba Opu. Kini, pemprov masuk pada perencanaan meriview masterplannya.
Bahkan, dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat telah didapatkan sebesar Rp2 miliar. Duit tersebut dikucur untuk pembangunan pagar.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulsel Djamila Hamid, mengatakan kajian zonasi ini dilakukan untuk menentukan bagian inti dan penyangga bangunan.
Bagian inti adalah bangunan yang tidak boleh dibangun lagi. Sementara bagian penyangga adalah bangunan yang bisa dibangun atau direvitalisasi.
“Kajian zonasinya ini sudah selesai. Itu salah satu persyaratan untuk melakukan revitalisasi. Selanjutnya baru dibuatkan review masterplannya untuk perencanaannya nanti,” kata Djamila.
Review masterplan direncanakan akan dibuat tahun ini. Dalam masterplannya nanti, kata Djamila, akan ada beberapa perubahan dari masterplan yang lama. Mengingat beberapa bangunan fisik akan ditambahkan di sekitar wilayah benteng.
“Kan masterplannya sudah 30 tahun lalu. Ini baru dibuat kembali. Akan ada perubahan, nanti masterplan disesuaikan dengan hasil kajian zonasi,” ungkapnya.
Dalam revitalisasi nanti, pembangunan akan difokuskan juga di area benteng sekitar sungai. Di sekitar pinggiran sungai nantinya akan dibuat pengembangan objek wisata. Akan didirikan panggung ampliteater bahkan beberapa cafe.
Djamila menambahkan, para turis yang berkunjung ke Benteng Somba Opu nantinya akan disajikan beberapa pertunjukan di sana. Bahkan rencana panjangnya akan tersambung ke Benteng Fort Rotterdam.
“Rencananya dijadikan wisata laut. Jadi sambung ke Benteng Rotterdam. Pengunjung nantinya bisa menyaksikan tampilan sejarah benteng-benteng di Makassar. Kalau DED-nya untuk ampliteater sudah jadi tahun lalu, tapi fisiknya belum ada disiapkan,” jelas Djamila.
Sementara di dalam area benteng, akan ditambah rambu-rambu jalan. Dan tentu pembangunan pagar benteng. Ditaksir anggaran yang dibutuhkan mencapai ratusan miliar rupiah.
Djamila juga menjelaskan, pihaknya telah mendapat DAK dari pemerintah pusat senilai Rp2 miliar untuk pembangunan pagar. Namun Djamila belum bisa mendetailkan sampai sepanjang apa pagar akan dibuat.
“Belum ditahu pagar yang mana. Karena untuk merealisasikan DAK, kita harus lihat lokasi mana yang sudah bersertifikat. Karena tidak akan dilelang kalau tidak bersertifikat. Jadi lahannya harus jelas,” tambahnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulsel Denny Irawan, mengatakan revitalisasi ini merupakan salah satu upaya pemerintah provinsi meningkatkan pariwisata di Sulsel.
Bukan hanya Benteng Somba Opu, beberapa objek wisata pun rencananya akan mulai dibenahi di tahun ini.
“Revitalisi ini kita harapkan menjadikan Benteng Somba Opu menjadi daya tarik turis lokal maupun mancanegara. Kita bisa menampilkan kekayaan budaya Sulsel nantinya di benteng ini,” ungkap Denny.
Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah telah merancang desain awal benteng. Desain yang dihasilkan adalah merevitalisasi dan restorasi kawasan dan merestorasi Benteng Somba Opu. Di mana benteng ini menggambarkan lambang perjuangan Kerajaan Gowa melawan VOC dan Belanda.
“Jadi di sana ada kawasan yang diperuntukkan ruang terbuka hijau, ada zona restorasi benteng. Kemudian desain kawasan mempertahankan bentuk dan struktur Benteng menjadi pengingat masyarakat Sulsel akan kuatnya Benteng Somba Opu pada masa kejayaannya,” ungkap Nurdin. (nug)

Komentar Anda




Comments
To Top