Headline

Danny Dapat Nasdem, None PAN, Hanura Condong ke Ical


MAKASSAR, BKM — Pemilihan wali kota Makassar kini menghitung bulan. 23 September kurang lebih tujuh bulan lagi. Kandidat yang akan bertarung mulai mengerucut.
Partai besar yang punya kursi di legislatif memasang kuda-kuda. Calon yang bakal diusung pun telah digadang-gadang. Bahkan surat rekomendasi sudah diterbitkan.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem melabuhkan rekomendasinya kepada Mohammad Ramdhan ”Danny” Pomanto sebagai calon wali kota Makassar. Surat bernomor 020-SI/RP/DPP-NASDEM/II/2020 tertanggal 20 Februari 2020 ditujukan ke Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sulsel H Rusdi Masse.
Isi surat tersebut menegaskan bahwa DPP Nasdem memutuskan mendukung Danny sebagai calon wali kota Makassar 2020-2025.
Surat rekomendasi tersebut ditandatangani Wakil Ketua Umum DPP Nasdem Ahmad Ali dan Ketua Koordinator Pemenangan Pemilu Prananda Surya Paloh.
Sekretaris DPW Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif, membenarkan rekomendasi tersebut. Politisi yang karib disapa Syahar ini mengatakan, Nasdem mendukung Danny sebagai cawali pada kontestasi pilwali Makassar 23 September mendatang.
“Benar surat itu. Nasdem mendukung Pak Danny. Selanjutnya Danny diharuskan memenuhi poin-poin yang ada di surat rekomendasi tersebut. Salah satunya membangun koalisi parpol untuk mencukupkan jumlah (minimal 10 kursi parlemen) sebagai syarat maju di pilwali Makassar,” ujar Syahar yang juga wakil ketua DPRD Sulsel, Kamis (20/2).
Dalam surat rekomendasi yang bersisi lima poin itu, ada dua di antaranya yang cukup penting. Yakni, DPD Nasdem Kota Makasssar bersama Danny diminta untuk membangun komunikasi dengan partai politik lain guna mencari calon pasangan.
Danny juga diberikan batas waktu memenuhi syarat pencalonan ke KPU Kota Makassar sesuai dengan perundang -undangan paling lambat 14 hari sebelum masa pendaftaran dibuka.
Danny yang diminta tanggapannya atas adanya rekomendasi dari DPP Nasdem, tidak membantahnya. Hanya saja saat dihubungi, ia mengaku masih berada di gedung DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuki mengikuti fit and propert tes. “Saya masih ada di kantor PPP,” ujar mantan wali kota Makassar ini, kemarin.
Saat Danny mengikuti fit and proper tes, terlihat sejumlah politisi Partai Golkar. Di antaranya dua legislator Golkar Makassar Wahab Tahir dan Andi Nurhaldin Halid.

None Dapat PAN

Irman Yasin Limpo alias None mendapat rekomendasi dari Partai Amanat Nasional (PAN). Surat bernomor 12/PILKADA/I/2020 itu isinya menyetujui dan merekomendasikan Irman Yasin Limpo sebagai calon wali kota Makassar periode 2021-2026. Penyerahan rekomendasi dilakukan Kamis malam (20/2).
“Iya, PAN sudah mengeluarkan rekomendasi untuk Pak None,” ujar Wakil Ketua DPW PAN Sulsel Muh Andi Irfan AB saat dihubungi, Kamis (20/2).
Menurut Irfan, None juga diberi kesempatan untuk mencari parpol koalisi guna mencukupkan dukungan untuk mendaftar di KPU.
Adapun Syamsu Rizal alias Deng Ical kemingkinan mendapat rekomendasi dari Partai Hanura.
Hal tersebut lantaran hanya Deng Ical yang menghadiri laporan hasil pleno DPC Hanura Makassar ke DPD Hanura Sulsel di Hotel Singgasana, Rabu (19/2).
Ketua Desk Pilkada Hanura Makassar Syamsu Alam, mengakui jika ada lima nama yang dihasilkan dalam konvensi hingga pleno DPC Hanura Makassar. “Memang ada lima yang kita telah laporkan ke DPD yakni Syamsu Rizal, Munafri Arifuddin, Irman Yasin Limpo, Danny Pomanto, dan Fadli Ananda,” ujarnya.
Jika Nasdem ke Danny, PAN milik None, Hanura condong ke Deng Ical, maka PPP juga arahnya ke Munafri Arifuddin.
Alasannya, karena Appi hadir pada peringatan Hari Lahir (Harla) PPP di Sungguminasa, Gowa pekan lalu. Ia juga diperkenalkan oleh Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa.
Hingga kini masih banyak partai yang belum menentukan sikap. Bahkan elitenya memilih diam soal dukungannya di piwali nanti. Parpol yang belum bersikap yakni Gerindra, Demokrat, Golkar, PDIP, PKS, PKB, PBB, Berkarya, dan PKPI. Sementara Perindo, PSI, dan Garuda dukungannya mulai terbaca.
Di DPRD Kota Makassar, Partai Nasdem, PDIP dan Demokrat masing-masing mengontrol enam kursi. Sementara Golkar, Gerindra, PKS, PAN, serta PPP menempatkan masing-masing lima orang kadernya.
Hanura yang disebut-sebut condong ke Deng Ical, memiliki tiga kursi. Partai lainnya, Perindo dua kursi, PKB dan Berkarya masing-masing satu kursi. (rif)

Komentar Anda




Comments
To Top