Headline

Camat Rappocini Susul Kakaknya ke Sel


Terjerat Kasus Fee 30 Persen, Uang Hampir Rp5 Miliar Disita dari 14 Camat

MAKASSAR, BKM — Camat Rappocini Hamri Haiyya kini tak lagi bisa optimal dalam melaksanakan tugasnya sebagai pamong. Ia telah mendekam dalam sel tahanan tindak pidana korupsi (tipikor) Lembaga Pemasyarakatan Klas IA Makassar.
Langkah penahanan tersebut dilakukan setelah penyidik Tipikor Bareskrim Mabes Polri melimpahkannya ke jaksa penuntut umum (JPU). Hamri terjerat kasus dugaan korupsi fee 30 persen dari kegiatan sosialisasi dan penyuluhan organisasi perangkat daerah (OPD) di kecamatan se-Kota Makassar sebesar Rp70.049.999.000 pada tahun 2017.
Selain melimpahkan tersangka, penyidik juga telah menyerahkan barang bukti kasus tersebut ke JPU, Rabu (19/2/2020).
Kasubdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel Kompol Rosyid yang dikonfirmasi, membenarkan jika penyidik Tipikor Bareskrim Mabes Polri telah melimpahkan berkas dan tersangka ke kejati.
“Iya betul, kemarin (Rabu, 19/2) tersangka HH sudah ditahap dua oleh penyidik dari Bareskrim Mabes Polri,” ujar Kompol Rosyid, Kamis (20/2).
Perkara yang dilimpahkan ini, kata Rosyid, merupakan splitan perkara dari tersangka sebelumnya. Yakni perkara yang juga menjerat mantan Kepala BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Kota Makassar Erwin Syarifuddin Haiyya. Erwin masih bersaudara kandung dengan Hamri Haiyya. Hamri menyusul kakaknya yang telah lebih dulu dijebloskan ke dalam bui.
”Selain tersangka, penyidik juga telah menyerahkan barang bukti uang sitaan kerugian negara yang hampir mencapai Rp5 miliar,” jelasnya.
Uang tersebut, menurut Kompol Rosyid, berasal dari tangan 14 camat se-Kota Makassar, yang diduga merupakan hasil pemotongan fee 30 persen kegiatan sosialisasi dan penyuluhan OPD.
Akibat perbuatan tersangka dalam kasus ini, negara mengalami kerugian sebesar Rp20.475.000.000, berdasarkan hasil audit kerugian negara yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
“Barang bukti uang kerugian negara itu disita dari tangan 14 camat. Hanya tersangka HH yang tidak mengembalikan uang kerugian tersebut,” ujar Rosyid.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel Idil, membenarkan jika JPU telah menerima pelimpahan tahap dua tersangka Hamri Haiyya dari penyidik Tipikor Bareskrim Mabes Polri.
“Kemarin (Rabu) tersangka HH sudah kita terima pelimpahannya dari penyidik Bareskrim Mabes Polri,” kata Idil.
Dijelaskan Idil, karena kasusnya dari Mabes Polri, otomatis tim JPU-nya juga dari Kejaksaan Agung (Kejagung). Sedangkan JPU dari Kejati Sulsel hanya sebatas membackup.
“Terdakwa (HH) begitu dilimpahkan langsung kita tahan selama 20 hari di sel tahanan Tipikor Lapas klas I Makassar,” tandasnya.
Selanjutnya, kata mantan Kasi Pidum Kejari Parepare ini, tinggal menunggu tim JPU dari Kejagung kapan perkaranya bisa dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Makassar.

Sekcam Jadi Plh

Dihubungi terpisah, Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb mengaku belum mendapat informasi jelas terkait penahanan Camat Rappocini Hamri Hayya
“Secara resmi saya belum dapat (informasinya). Hanya tahu dari cerita-cerita staf,” kata Iqbal saat dikonfirmasi, Kamis (20/2).
Dia pun mengaku tidak tahu menahu terkait kasus yang menjerat pejabatnnya itu. Karenanya, ia belum bisa banyak berkomentar.
“Saya tidak tahu itu kasusnya. Saya tidak mengerti, karena mungkin masalah lama. Saya tidak begitu terlalu mengomentari karena saya tidak paham masalahnya. Karena saya juga belum chat yang bersangkutan, dan dia juga tidak pernah ngomong sama saya,” ujar Iqbal.
Usai mendengar isu itu, Iqbal mengaku sempat mengonfirmasi ke pihak Polda Sulsel, namun kata dia kasusnya ditangani mabes polri.
“Saya cuma dengar penyidiknya itu dari mabes. Bukan dari Makassar. Tadinya saya mau cari tahu, ternyata penyidiknya dari pusat,” tutur Iqbal.
Selanjutnya, kata orang nomor satu di Kota Makassar ini, ia akan menunjuk sekertaris camat sebagai pelaksana harian (plh) jika terbukti HH ditahan.
“Kalau memang kosong kan ada Pak Sekretarisnya yang bisa menjabat sementara,” tutup Iqbal. (mat-rhm)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.