Headline

MPP Ikon Baru Multi Pelayanan untuk Warga


Kado Bersejarah HUT Barru ke-60

Bupati Barru H Suardi Saleh Wabup Nasruddin AM

TIGA tahun kepemimpinan H Suardi Saleh sebagai bupati Barru, berbagai karya dan inovasi telah ditorehkan. Bukti kepemimpinan yang telah dibaktikan berbuah bukti dengan kemampuan meraih 27 penghargaan.
Salah satu sarana infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kepentingan pelayanan warga sudah dihadirkan, yakni mal pelayanan publik (MPP). Sebagai langkah awal, pusat pelayanan terpadu yang dibangun dengan konstruksi delapan lantai ini menggunakan anggarkan kurang lebih Rp40 miliar lebih.
Pemkab tidak hanya manfaatkan menara pemkab untuk aktivitas perkantoran bagi beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Dua lantai di antaranya untuk menempatkan MPP. Kehadiran fasilitas pelayanan ini, diakui Bupati Barru Suardi Saleh sebagai kado bersejarah untuk masyarakat di daerah ini.
”Pada kesempatan yang berbahagia ini, perkenankan saya selaku bupati Barru mengucapkan selamat Hari Jadi Kabupaten Barru ke-60 kepada segenap warga masyarakat Kabupaten Barru di manapun berada,” ujarnya, Rabu
Suardi berharap, hari jadi kali ini menjadi momentum dan komitmen bersama untuk mewujudkan Kabupaten Barru yang lebih maju, sejahtera, taat azas dan bermartabat yang bernapaskan keagamaan.
“Memperingati hari jadi, secara filosofis bermakna muhasabah untuk merefleksikan masa lalu sebagai sebuah mata rantai sejarah yang sangat bernilai, sebagai referensi dalam menapaki masa kini dan masa yang akan datang,” terangnya.
Teriring doa untuk menyambut HUT ke-60 kabupaten Barru ini, maka peringatan hari jadi tahun ini mengusung tema; Harmoni dalam Karya Menuju Barru Lebih Baik.
Sejalan dengan tema tersebut, diungkapkan oleh Suardi, selama memimpin daerah ini, berbagai karya telah diukir oleh Pemkab Barru. Terutama dalam kurun waktu 2017 hingga 2019. Tercatat sebanyak 27 penghargaan telah diraih, baik berskala regional maupun nasional.
Di antaranya Penghargaan Kepatuhan Tinggi 2019 tentang Pelayanan Publik dari Ombudsman RI. Piala Adipura Tahun 2019 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Universal Health Care Coverage Tahun 2018 dari Kementerian Kesehatan, dan Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK RI selama tiga tahun berturut-turut.
Harapan Suardi, peringatan hari jadi kabupaten Barru ke-60 pada hari ini, memiliki arti dan nilai yang penting bagi semua. Tentu bukan sekadar untuk menyegarkan kembali ingatan tentang terbentuknya Kabupaten Barru, akan tetapi sebagai momentum untuk merenungkan kembali dan mengevaluasi segala ikhtiar yang telah dilakukan dalam mengemban amanah untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
“Peringatan hari jadi harus mampu menjadi momentum untuk merefleksikan sejauh mana karya dan legacy yang telah ditorehkan untuk kemajuan Kabupaten Barru,” tandasnya.
Dikatakan Suardi, berbagai keberhasilan pembangunan yang telah dicapai hingga saat ini terlihat pada berbagai indikator pembangunan daerah. Antara lain pendapatan domestik bruto (PDRB) meningkat dari Rp5,97 triilun pada tahun 2017, menjadi Rp7,17 triliun di tahun 2019.
Pendapatan per kapita yang juga meningkat dari Rp34,48 juta di 2017, menjadi Rp41 juta pada 2019. Pertumbuhan ekonomi meningkat dari 6,48 persen pada periode 2017, menjadi 7,08 persen di 2019. Angka tersebut melebihi rerata pertumbuhan ekonomi nasional.
Begitu pula dengan indeks pembangunan manusia (IPM), meningkat dari 69,56 pada tahun 2017 menjadi 70,08 pada tahun 2019. Sekaligus menempatkan Barru sebagai kabupaten pada kelompok IPM kategori tinggi di Sulawesi Selatan. Angka kemiskinan mengalami penurunan dari 9,71 persen pada tahun 2017, menjadi 8,57 persen pada tahun 2019.
Pencapaian indikator pembangunan daerah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah telah hadir bersama dengan seluruh unsur tatanan yang ada, bahu membahu dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
“Secara khusus keberhasilan pembangunan yang telah dicapai daerah ini tidak dapat dilepaskan dari peranan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta seluruh pemangku kepentingan,” imbuh Suardi.
Mantan kepala Dinas Pekerjaan Umum dan kepala Bappeda Pinrang ini mengungkapkan, bahwa dalam rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Barru ke-60, di tahun anggaran 2019 Pemkab Barru telah merealisasikan pembangunan fisik sebanyak 200 paket dengan nilai Rp190 miliar lebih.
Pada hari ini, salah satu di antaranya akan dilakukan peresmiannya oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, yakni MPP.
Selain itu juga akan dilakukan penandatanganan prasasti berbagai program pembangunan fisik oleh gubernur Sulawesi Selatan. Antara lain peningkatan jalan ruas Bulu Dua-Ampiri sebesar Rp9 miliar lebih. Pembangunan konstruksi fisik interior menara kantor bupati Barru (MPP) sebesar Rp2,9 miliar lebih. Pembangunan Puskesmas Pancana sebesar Rp2,5 miliar lebih. Pembangunan gedung Poliklinik RSUD sebesar Rp1,9 miliar lebih.
Selanjutnya, pembangunan instalasi pengolahan air limbah domestik terpusat sebesar Rp2,5 miliar lebih. Rehabilitasi kolam renang Waempubbu sebesar Rp641 juta lebih. Pembangunan pusat informasi pariwisata sebesar Rp529 juta lebih. Pembangunan jembatan gantung di Soreang sebesar Rp514 juta lebih.
Lebih jauh Suardi menjelaskan, keberadaan MPP sebagai ikon baru diawali dengan kesadaran terhadap penting dan mendesaknya pelayanan publik bagi masyarakat yang lebih mudah, nyaman, transparan dan terintegrasi satu sama lainnya.
Melalui pemusatan pelayanan multi terpadu ini, Pemkab Barru menunjukkan kesungguhan dan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan pada masyarakat. Sehingga pada gilirannya nanti dapat meningkatkan rasa memiliki, kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan.
MPP Barru didukung oleh 22 instansi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan jumlah layanan sebanyak 114 jenis. Diharapkan, KemenPAN-RB dapat melakukan pendampingan dan supervisi bagi pengembangan jenis layanan dan penerbitan regulasi, khususnya yang terkait dengan penyempurnaan teknologi informasi pelayanan publik.
Hari ini juga akan dilakukan pemancangan tiang pertama pembangunan galangan kapal di kawasan pelabuhan Awerangnge, Desa Batupute, Kecamatan Soppeng Riaja. Galangan kapal ini merupakan yang pertama di Sulawesi Selatan berada di luar PT Industri Kapal Indonesia. Karena itu keberadaannya dianggap sangat strategis untuk mendukung pemanfaatan potensi wilayah laut dan peisisir dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Barru. (udi/b)

Komentar Anda




Comments
To Top