Headline

Putra SYL tak Lolos Lelang Jabatan


MAKASSAR, BKM — Panitia seleksi (pansel) lelang jabatan tinggi pratama Pemprov Sulsel telah mengumumkan hasil kerjanya. Tiga nama dengan posisi nilai teratas telah ditetapkan untuk menempati posisi sembilan jabatan.
Sebelumnya, ada 63 orang yang melamar untuk memperebutkan jabatan tersebut. Sembilan di antaranya dinyatakan tidak memenuhi syarat alias tidak lolos dalam seleksi administrasi.
Putra mantan gubernur Sulsel yang saat ini menjabat Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), Kemal Redindo Syahrul Putra termasuk yang tidak memenuhi syarat. Ia mendaftar pada posisi kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sulsel. Sementara untuk jabatan lainnya yang didaftar pada kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, ia tak lolos di seleksi assesment.
Mereka yang lolos dalam tiga besar telah melewati beberapa tahapan. Antara lain seleksi administrasi assesment, rekam jejak dan penulisan makalah, serta wawancara pansel.
Untuk jabatan sekretaris DPRD Sulsel, tiga nama yang lolos ialah Muh Idris, Muh Jabir, dan Kaharuddin Azis. Pada posisi Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura dan Perkebunan Andi Ardin Tjatjo, Andi Arsal Achmad, dan Muhammad Alfian Amri.
Selanjutnya, untuk Dinas Kesehatan Muhammad ada nama Ichsan Mustari yang saat ini menjabat Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, M Ishaq Iskandar, dan Kepala IGD RSUP Wahidin Sudirohusodo Mulawardi.
Diketahui, Mulawardi merupakan dokter yang memeriksa kesehatan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah saat hendak mendaftar pada pilgub lalu.
Untuk posisi kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, ada Andi Irawan Bintang, Haikal Hasan, dan Nirwan.
Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Yusran Jusuf juga tak ketinggalan. Ia mendaftar untuk posisi kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulsel. Selain Yusran, juga ada Khalil dan Nirwan. Untuk jabatan kepala Kesatuan Bangsa dan Politik, yang lolos adalah Amson Padolo dan Asriady Sulaiman. Sementara Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Plt Kesbangpol) Devy Khadafi mengejar jabatan tersebut agar bisa definitif. Diketahui Devo sebelumnya menjabat sebagai kepala Biro Humas dan Protokol Sulsel dengan eselon IIb.
Untuk posisi kepala Biro Organisasi Setda, ada nama Andi Mirna, Andy, dan Muhammad Subhan. Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Muhammad Alfian Amri, Sari Pudjiastuti, dan Syafruddin Kitta. Untuk Karo Umum dilulis Anne Marie Elleonoraherlin, Idham Kadir, dan Kaharuddin Azis.
Mereka yang lolos telah melalui serangkaian tes yang dilakukan oleh pansel. Mulai dari seleksi administrasi, seleksi kompetensi manajerial dan sosial kultural, dan wawancara. Ditambah dengan penilaian rekam jejak.
Hasil pemilaian tersebut yang kemudian diurutkan berdasarkan nilai tertinggi. Terpilihlah tiga besar dari mereka.
Sekretaris Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani, mengatakan hasil untik tiga besar ini telah diserahkan ke gubernur. Selanjutnya, gubernur yang akan menunjuk salah satu di antaranya menjadi kepala OPD.
Hayat mengatakan, Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah sudah berangkat ke Jakarta menghadap KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara). Tujuannya dalam rangka meminta izin untuk melakukan penetapan kepala OPD yang dipilih.
Jika izin dari KASN nantinya telah keluar, maka secepatnya akan dilalukukan pelantikan. Bahkan rencananya, Hayat menambahkan, pelantikan akan dilakukan dalam bulan ini.
“Selanjutnya, gubernur hari ini (kemarin) ke KASN untuk meminta izin. Kalau memungkinkan, bisa kita secepatnya pelantikan kalau keluar izin dari KASN. Bulan ini boleh. Itu rencana kita,” tandasnya. (nug)



Comments

To Top