Gojentakmapan

Kurun Januari, Satlantas Gowa Tilang 1.000 Ranmor


GOWA, BKM — Sejak melakukan operasi rutin (Opstin) diawal tahun 2020 lalu, sebanyak 1.000 unit kendaraan bermotor (Ranmor) berhasil dijaring.
Pengendara Ranmor ini langsung ditilang setelah melanggar beberapa ketentuan berkendara.
Paling dominan menjadi obyek pelanggaran adalah pengendara tidak memiliki SIM dan yang termasuk tidak mampu memperlihatkan SIM. Selain itu, pelanggaran dominan lainnya adalah tidak membawa STNK, kendaraannya tidak lengkap (fisik) hingga menggunakan knalpot racing hasil modifikasi.

Kasat Lantas Polres Gowa, AKP Mustari, kepada sejumlah awak media di Kafe 36, Sungguminasa usai melakukan Opstin pukul 07.00 Wita, Rabu (12/2), mengatakan, kurun Januari 2020 ini, pihaknya telah mengeluarkan 1.000 surat tilang.
”Pelanggaran paling banyak kita dapatkan adalah terkait kelengkapan surat-surat dan kelengkapan fisik kendaraan. Selain itu, pelanggaran secara kasat mata juga masih kita temukan seperti berboncengan lebih dari dua orang dan tidak menggunakan helm,” kata mantan Kasat Lantas Polres Luwu Utara ini.

Tingginya angka penindakan tilang yang terjaring saat Opstin ini menurut AKP Mustari, membuktikan jika pelanggaran masih banyak terjadi di wilayah hukum Polres Gowa dan akan tidak pernah berhenti dikarenakan banyak faktor.

Salah satu faktor paling kerap jadi alasan adalah tidak membawa SIM atau STNK atau tidak mengenakan helm karena tujuan yang akan dikunjungi dekat dari rumahnya.
”Faktor ini masih mendominasi. Menganggap enteng namun sebenarnya sangat mengundang atau berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujarnya.

Olehnya itu, Kasat Lantas Polres Gowa mengimbau agar masyarakat pengguna jalan atau pengendara kendaraan dapat memahami sepenuhnya konsekuensi dan risiko berada di jalanan. Karena itu rambu-rambu harus ditaati termasuk kelengkapan diri harus diperhatikan.

”Potensi kecelakaan bisa muncul ketika seorang pengendara tanpa kelengkapan diri terpaksa harus mengejar waktu untuk bisa sampai di tujuan. Sebab biasanya pemilik kendaraan menekannya agar bisa tiba kembali pada sekian menit apalagi jika yang meminjam motornya memohon hanya pergi sebentar dan ngaku dekat jaraknya,” ulas AKP Mustari.

Secara detail, AKP Mustari yang didampingi KBO Satlantas Polres Gowa, Iptu Dayu, menjelaskan detail jumlah tilang 1.000 pelanggaran, masing-masing pelanggaran ketentuan SIM sebanyak 330 pelanggar, STNK 401 pelanggar, dan Ranmor 269 unit. 

Sementara jenis pelanggarannya meliputi 230 pelanggaran karena surat-surat, 480 karena kelengkapan, 200 pelanggaran karena helm, 20 pelanggaran karena muatan, 20 pelanggaran karena sabuk keselamatan, 25 pelanggaran karena marka rambu, dan 5 pelanggaran karena berboncengan lebih dari 1 orang, yakni 3 orang. (sar/mir)



Comments

To Top