Kriminal

Kejati Sulsel Dalami Laporan Keuangan Jamkrida


MAKASSAR, BKM — Pengusutan kasus dugaan korupsi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jamkrida, semakin intensif. Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) kini fokus mendalami dokumen laporan pertanggungjawaban dan pengelolaan dana.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Firdaus Dewilmar, mengatakan, dugaan adanya kemungkinan tindak pidana korupsi di PT Jamkrida, diperdalam. Pemeriksaan saksi-saksi juga akan dilakukan. Khususnya yang mengetahui berkaitan kasus tersebut.
”Kami maksimalkan untuk mendalami kasus itu. Termasuk adanya kemungkinan kegiatan fiktif yang dibiayai kas PT Jamkrida,” tegas Firdaus, Rabu (12/2).
Keseriusan Kejati Sulsel mengusut tuntas kasus kerugian PT Jamkrida dapat terlihat dengan turunnya tim intelijen mengusut penyebab kerugian PT Jamkrida. Apalagi sejak berdiri tahun 2016 tidak pernah menyetorkan dana untuk PAD pemerintah provinsi.
Sebelumnya, lembaga pegiat anti korupsi, LSM APAK (Aliansi Peduli Anti Korupsi) mendukung langkah cepat dari Kejati Sulsel dalam mengusut adanya dugaan korupsi hingga terjadi kerugian di PT Jamkrida. Apalagi tidak adanya sepeser pun memberikan kontribusi kepada peningkatan PAD di Sulsel.
”Dari pengakuan mereka, selama ini berjalab tidak ada keuntungan yang signifikan sehingga belum dapat dan mampu memasukkan ke PAD Sulsel. Nah, kalau begitu mendingan modal yang disuntikkan ke PT Jamkrida itu dideposito langsung oleh Pemprov Sulsel ke bank. Kan lebih jelas dapat hasil dari bunga deposito. Daripada diberikan ke Jamkrida yang tidak mampu memberikan keuntungan dan hasil,” tegas Direktur LSM APAK Sulsel, Mastan. (arf/mir)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.