Kriminal

2.314 Istri Gugat Cerai Suami


MAKASSAR, BKM — Hadirnya orang ketiga mendominasi perkara perceraian di Pengadilan Agama Makassar Kelas 1A. Dalam kurun waktu satu tahun, sejak Januari hingga Desember 2019 lalu, gugatan cerai yang masuk sebanyak 2.314.
Umumnya, gugatan cerai dari istri dilatarbelakangi orang ketiga atau perselingkuhan yang dilakukan suami melalui aplikasi pesan yang melekat pada telepon seluler.
Menurut Panitra Muda Hukum PA Makassar, Fatimah AD, perselingkuhan suami melalui aplikasi pesan mendominasi perkara perceraian di Kota Makassar. Kemudian disusul faktor ekonomi hingga Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Atas masalah itulah, tak sedikit istri geram dan menggugat cerai suaminya.
”Setiap tahun terjadi peningkatan perkara cerai secara signifikan di PA Makassar. Ada karena faktor ekonomi, KDRT, dan ada juga gegara ketahuan selingkuh melalui telepon selulernya. Ya, semacam pesan singkat,” terang Fatimah di kantor Pengadilan Agama Makassar Kelas 1A, Kamis (13/2).
Angka perceraian ditahun 2019 meningkat dibandingkan pada 2018. Perkara cerai di 2018 jika diakumulasikan dari perkara cerai talak 715 dan cerai gugat sebanyak 1.996, mencapai total 2.71. Untuk tahun 2019, angkanya mencapai 3.089 jika diakumulasikan dari cerai talak 775 dan cerai gugat 2.314.
”Kalau ditahun 2020, sejak Januari sampai sekarang ini (Februari), perkara yang masuk ada 693 baik itu cerai talak maupun cerai gugat. Dari perkara yang masuk, yang sudah diputus 447. Diprediksi akan terjadi kenaikan lagi akhir tahun ini,” jelasnya.
Dalam menangani perkara cerai yang masuk, Pengadilan Agama Makassar menyediakan 26 hakim. Adapun ruang sidang yang terpakai sebanyak tiga ruangan. Dan satu ruang untuk mediasi.
”Ruang mediasi itu bagaimana diputuskan tanpa cerai. Artinya dimediasi apakah mereka mau lanjut perkara dengan putusan cerai atau putusan dengan berakhir baik-baik saja. Bulan depan akan ada penambahan hakim mungkin sembilan orang,” ujarnya. (arf/mir)



Comments

To Top