Bisnis

Lampaui Target SHU


Malik Pimpin Lagi KPRI Pedati Sejahtera

IST RAT -- Kepala Bapenda Sulsel, Andi Sumardi Sulaiman, Sekban Andi Winarno Eka Putra, Kadis Koperasi dan UKM Kota Makassar Evy Aprialty, dan Ketua KPRI Pedati Sejahtera hadir pada pelaksanaan RAT yang berlangsung, Jumat (7/2).

MAKASSAR, BKM — Abdul Malik Ibrahim kembali mendapat kepercayaan memimpin Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Pedati Sejahtera kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel. Ia terpilih secara aklamasi pada pelaksanaan rapat anggota tahunan (RAT) ke-26 tahun buku 2019 di aula kantor Bapenda Sulsel, Jumat (7/2).
Pembukaan RAT dihadiri Kepala Bapenda Sulsel Andi Sumardi Sulaiman, didampingi Sekretaris Bapenda (Sekban), Andi Winarno Eka Putra, serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Evy Aprialty. Juga para pejabat lingkup Bapenda Sulsel serta anggota koperasi.
Dalam kepengurusan periode 2020-2022, Malik didampingi Sekretaris, Andi Budi Pawilloi dan Bendahara, Hj Hurriyah Wahab. Sementara pengawas, Ketua Bulniah, serta Makmur dan Muh Yunus masing-masing sebagai anggota.
Dalam sambutannya, Sumardi Sulaiman berharap agar kinerja KPRI Pedati Sejahtera bisa dipertahankan dan lebih ditingkatkan dimasa mendatang. Khususnya dalam upaya mendorong kesejahteraan anggota.
Menyikapi hal itu, Malik yang ditemui usai RAT, mengatakan, arah dari kinerja sebuah koperasi bisa diukur dari sisa hasil usaha (SHU) yang diperolehnya pada tiap tahun buku. Karena itu, kepengurusan yang kembali dinakhodainya akan berusaha terus meningkatkan perolehan SHU ditahun-tahun mendatang.
”Untuk SHU setiap tahunnya, kita memang selalu punya target. Alhamdulillah, tahun ini kita berhasil melampauinya,”’ ujar Malik didampingi Manajer Toko, Apsil Syam.
Pada tahun buku 2019, rencana SHU KPRI Pedati Sejahtera sebesar Rp1.952.530.300. Angka itu berhasil dilampaui dengan realisasi Rp2.012.667.854 atau 103.08 persen.
Saat ini, koperasi yang mewadahi aparatur sipil negara (ASN) Bapenda Sulsel memiliki 546 anggota. Mereka tersebar di 25 unit pelaksana teknis (UPT) pada kabupaten/kota di Sulsel.
Dalam pengelolaannya, terdapat tujuh orang karyawan KPRI. Selain Apsil Syam pada posisi manajer toko, ada pula Anwar Hamzah selaku manajer USP (Usaha Simpan Pinjam). Selain toko dan USP, jenis usaha lain yang dikelola adalah foto copi, serta pembayaran online.
Yang menarik dari KPRI Pedati Sejahtera, untuk meningkatkan kualitas pelaporan keuangan dan pajak, telah dijalin kerja sama dengan konsultan pajak. Melalui Kantor Akuntan Publik Drs Sjarifuddin Chan yang berkedudukan di Jakarta, laporan pajak KPRI Pedati Sejahtera mendapatkan opini sesuai standar akuntansi keuangan entitas tanpa akuntabilitas publik (SAK ETAP).
Dari pelaksanaan RAT, diputuskan pula adanya kenaikan iuran para anggota. Untuk pejabat eselon II dan III atau pada level kepala badan dan kepala UPT, iuran yang sebelumnya ditetapkan Rp1 juta per bulan, meningkat menjadi Rp1,5 juta.
Eselon II (kepala seksi), naik dari Rp500 ribu menjadi Rp750 ribu. Staf golongan IV, naik dari 300 ribu menjadi Rp500 ribu. Sementara golongan III dan II tetap, masing-masing Rp300 ribu dan Rp200 ribu. Untuk golongan I, termasuk tenaga honorer yang jadi anggotanya, iurannya juga tetap sebesar Rp100 ribu.
”Koperasi ini besar karena iuran anggotanya. Tidak ada pinjaman dari bank. Jadi uang mereka yang dikelola untuk dikembalikan lagi ke anggota. Untuk simpan pinjamnya juga, prosesnya sangat mudah,” tandas Malik. (*/rus)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.