Bisnis

Corona tidak Pengaruhi Bisnis SGB


IST Kezia Pingkan D Massie

MAKASSAR, BKM — Virus Corona yang mulai merebak dari Wuhan, China, hingga ke sejumlah negara di dunia, telah meluluhlantakkan perekonomian negeri tirai bambu tersebut. Sejumlah rencana kerjasama antara China dengan negara lainnya di dunia, mengalami penundaan.
Bukan itu saja, pasar modal China ikut terdampak virus Corona ini. Seperti dilansir dari CNN, sedikitnya USD445 miliar atau Rp6.112 triliun kabur dari pasar modal China. Ini terlihat dari saat pembukaan kembali perdagangan saham China pasca-libur Imlek, Senin (3/2).
Indeks Shanghai misalnya, turun sebesar 7,7 persen. Penurunan ini menjadi yang terburuk sejak Agustus 2015. Begitu pula dengan indeks Shenzhen, turun sebesar 8,4 persen. Penurunan ini terparah sejak 2007. Penurunan ini sebagai akibat hengkangnya dana investor asing sebesar USD445 miliar karena kekuatiran dampak virus Corona.
Lantas bagaimana halnya dengan PT Solid Gold Berjangka (SGB). Seperti disampaikan Kezia Pingkan D Massie, Pimpinan Cabang PT SGB Makassar, secara umum virus Corona ini telah berdampak terhadap perekonomian China dan sejumlah negara lainnya di dunia. Termasuk di antaranya Indonesia, Hongkong, dan Amerika Serikat.
”Kalau dikatakan wabah virus Corona telah berdampak pada perekonomian dunia, memang iya. Begitu pula pada bisnis saham dan harga emas. Tapi kalau di PT SGB khususnya di Cabang Makassar, dampaknya tidak terlalu signifikan. Apalagi selama ini, kami di Solid Gold Berjangka lebih banyak bermain di saham berjangka di Indeks Hangseng (HKK) dan emas,” ujar Pingkan saat dihubungi di kantornya, kemarin.
Namun kelesuan tersebut, menurut Pingkan, sekarang sudah mulai hilang. Secara perlahan lantai bursa China mulai menunjukkan peningkatan setelah sempat jeblok saat virus Corona mulai mencuat ke permukaan.
”Hingga kini, kegiatan transaksi di SGB normal-normal saja. Kegiatan jual beli saham berjangka di SGB tetap berjalan seperti semula. Para nasabah kami tidak terlalu risau dengan virus Corona. Meski demikian, kami tetap menganut unsur kehati-hatian sambil tetap memperhatikan kondisi pasar secara global. Kalau melihat faktanya, ini bisa menjadi momen untuk untuk melakukan pembelian. Tapi kembali lagi pada bagaimana kita melakukan perhitungan yang matang untuk ke depannya,” kata Pingkan. (mir)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.