Politik

Haris Fokus Pengembangan Kapasitas


Uqi Ingin Mekassar Miliki Daya Saing

MAKASSAR, BKM–Banyak program yang ditawarkan para bakal calon wali kota makassar yang tertuang dalam visi misi mereka.
Bahkan program sudah dipaparkan oleh bakal calon dihadapan para tim penjaringan hingga tim pakar yang dilibatkan oleh partai politik pada fit and proper tes hingg uji kompetensi baru-aru ini.
Politisi Partai Golkar Haris Yasin Limpo mengaku ingin membuat makassar untuk semua, “Tentu lebih pada pengembangan kapasitas masyarakat,”ujar mantan Dirut PDAM Kota Makassar ini, Senin (20/1).
Sementara itu, bakal calon wali Kota Makassar Sukriansyah S Latief ingin agar Makassar ke depan adalah kota yang terus begerak dinamis, yang dipengaruhi dan juga memberi pengaruh. Menerima dan di lain pihak juga memberi dampak pada skala nasional, regional dan multinasional.
“Ke depan Makassar harus memiliki daya saing yang kuat, baik itu daya saing kota maupun daya saing warganya. Daya saing kota Makassar adalah daya saing yang bertumpu pada kekuatan kearifan lokal.
Nilai-nilai luhur kearifan lokal daerah menjadi dasar tumpuan pembangunan yang berkarakter khas saling menghargai (sipakatau), saling mengingatkan (sipakainge’) dan saling membantu (sipakalebbi’),”ujar Sukriansyah S latief.
Dengan demikian, mengembalikan kejayaan Makassar sebagai kota dunia dalam arti sejatinya harus diwujudkan kembali. Sejarah kejayaan Makassar tidak terlepas dari kegiatan perdagangan maritim di wilayah Nusantara, Asia Tenggara dan Asia Timur pada umumnya. Dengan adanya interaksi antarpusat perdagangan, Makassar menjadi salah satu pusat perdagangan dan pintu masuk dari pedagang-pedagang Eropa.
Di abad ke XV dan awal XIV, Makassar mampu menarik pedagang Eropa, Tiongkok, Arab dan India untuk bermukim. Sesungguhnya, kemampuan menarik para pedagang luar negeri untuk masuk dan berdagang bahkan membukan kantor perwakilan di Makassar bukan karena kota ini dilimpahi hasil bumi. Kemampuan tersebut disebabkan daya inovasi kebijakan Kesultanan Makassar yang menjadikan Makassat sebagai rute perdagangan dan pelabuhan singgah yang mempermudah layanan dan perizinan dengan ditunjuknya seorang Syahbandar (saat ini seperti Singapura)
“Dengan kejayaan tersebut, nama Makassar menjadi sangat tersohor di belahan dunia dan menjadi icon penting dunia dalam perdagangan multinasional, jauh sebelum globalisasi diperkenalkan,”ucapnya.
Dalam hal kepemimpinan, Makassar pernah berjaya di zaman pemerintahan HM. Daeng Patompo, seorang walikota yang visioner dan sangat peduli serta memiliki keberpihakan yang kuat pada warga termarjinalkan. Terobosan-terobosan kebijakan Walikota Patompo bahkan mampu membuat kota Makassar sangat bergerak dinamis. Jauh sebelum wacana kota penyanggah dibicarakan, Patompo sudah melakukannya dengan membangun cluster-cluster kota penyanggah seperti Jungpandang Plan (JPL) yang dikenal sebagai karya monumental Patompo dalam hal penyediaan infrastruktur perumahan rakyat.
“Kejayaan Makassar semacam ini harus kita kembalikan dan kita transformasikan kembali dalam mengintegrasikan seluruh stakeholder yang ada terutama partisipasi warga sebagai modal sosial yang sangat besar dengan tidak melepaskan kearifal lokal dan budaya tradisi yang menjadi daya gerak partisipasi warga yang paling efektif,”ujarnya.

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.