Politik

Dirkrimsus Sesalkan Putusan Hakim


Soal Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi Proyek IPA Palopo

MAKASSAR, BKM — Putusan hakim yang meneriman praperadilan yang diajukan dua orang tersangka dugaan tipikor proyek Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kota Palopo tahun anggaran 2016, disesalkan Polda Sulsel.
Polda Sulsel melalui Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus), Kombes Pol Augustinus Berlianto Pangaribuan, menyesalkan putusan hakim yang mengabulkan praperadilan kedua tersangka selaku pemohon praperadilan, yakni Asnam Andreas dan Muhammad Syarif.
”Kita ini sudah maksimal untuk memerangi korupsi, tapi masih ada juga yang coba bermain-main dengan perkara Tipikor,” sesal Kombes Pol Augustinus, Minggu (19/1).
Agustinus mengaku, pihaknya saat ini belum dapat menentukan upaya hukum selanjutnya dalam merespon putusan praperadilan tersebut. ”Saya akan gelar rapat secara internal dulu untuk menentukan langkah selanjutnya,” ucap Augustinus.
Pengadilan Negeri Makassar melalui hakim tunggal, Heneng Pujiadi, mengabulkan permohonan praperadilan yang diajukan kedua orang tersangka dalam kasus dugaan Tipikor proyek Instalasi Pengolahan Air (IPA) di kota Palopo masing-masing Asnam Andreas dan Muhammad Syarif.
Dalam putusannya yang dibacakan pada Jumat 17 Januari 2020, Heneng menyatakan, penetapan tersangka terhadap Asnam berdasarkan penetapan tersangka No:B/789/X/2019/Ditreskrimsus tanggal 21 Oktober 2019 dan tersangka Syarif berdasarkan penetapan tersangka No.B/790/X/2019/Ditreskrimsus tanggal 21 Oktober 2019 adalah tidak sah.
Selanjutnya memerintahkan termohon dalam hal ini Polda Sulsel untuk menghentikan proses penyidikan terhadap kedua tersangka selaku pemohon praperadilan. Tak hanya itu, dalam putusannya, Heneng juga menghukum termohon dalam hal ini Polda Sulsel untuk membayar semua biaya yang timbul dalam perkara praperadilan.
Diketahui, penyidik Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi tiga paket proyek pipa di Kota Palopo, Sulsel, pada Selasa 5 November 2019.
Ketiga paket proyek pipa yang dimaksud masing-masing proyek perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kelurahan Padang Lambe, Kecamatan Wara Barat.
Kemudian pengadaan dan pemasangan jaringan pipa di Wilayah Kecamatan Telluwanua dan kegiatan pengawasan pengadaan bangunan pengambilan air bersih pada Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Palopo tahun anggaran 2016.
Penyidik telah menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus tersebut. Mereka adalah Irwan Arnold selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Fausiah Fitriani juga selaku PPK serta Hamsyari dan Anshar Dachri yang diketahui tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja).
Sementara tersangka lainnya ada Muhammad Syarif selaku Direktur PT Indah Seratama, Asnam Andres selaku Direktur PT Duta Abadi, dan Bambang Setijowidodo selaku Direktur PT Perdana Cipta Abdipertiwi.
Tiga paket proyek pipa oleh Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo tersebut, telah menggunakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2016 sebesar Rp15.049.110.000.
Dari hasil penyidikan, pengerjaan tiga paket proyek tersebut ditemukan terjadi pelanggaran. Yakni pekerjaannya diduga tak sesuai spesifikasi. (mat/mir)

Komentar Anda




Comments
To Top