Headline

Polisi Buru dan DPO-kan Suami Bunuh Istri


GOWA, BKM –Masih ingat wanita muda dan cantik bernama Nur Aini yang tewas akibat jeratan handuk kecil di lehernya, yang diduga dilakukan suaminya sendiri. Kini, Yaya (26) suami korban, masih dalam pengejaran aparat kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gowa. Polisi bahkan mengancam akan mengeluarkan status daftar pencaharian orang (DPO) jika tidak menyerahkan diri.
Hasil penyelidikan polisi, Yaya diperkirakan menghilang sekira pukul 14.00 wita Senin (13/1) lalu, sebelum jazad korban ditemukan oleh ibunya, Dg Ke’nang. Yaya meninggalkan rumahnya di Lingkungan Songkolo, Kelurahan Borongloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.
Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Jufri Natsir, membenarkan. dari hasil interogasi di kalangan keluarga dan masyarakat sekitar tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan, jika motif kasus pembunuhan ini diduga cekcok dalam rumah tangga. Pasangan suami istri ini diketahui sering bertengkar dalam rumahtangganya.
“Dugaan sementara motifnya cekcok dalam rumah tangga,” kata Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir saat dikonfirmasi, Kamis (16/1).
Dugaan itu didasarkan pada hasil penyelidikan Polisi dan dari keterangam keluarga serta tetangga korban. “Itu motif sementara. Motif lebih mendalam kita kembangkan setelah pelaku ditangkap,” tambah AKP Jufri Natsir.
Dikatakannya pasca peristiwa tersebut, Polres Gowa telah menurunkan personil untuk mengejar terduga pelaku. Dalam pencarian jejak Yaya, suami korban, Polres Gowa melibatkan Tim Resmob Polda Sulsel.
Sejak Yaya menghilang, pihak keluarga korban semakin yakin bila kematian Nur Aini karena perbuatan suaminya sendiri.
Polres Gowa telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta telah menurunkan Tim Inafis dan Tim Dokpol RS Bhayangkara Polda Sulsel.
Terpisah Kasubag Humas, Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan, menambahkan, pihak Kepolisian telah meminta suami korban yakni Yaya untuk segera menyerahkan diri.
” Petugas masih mencari jejak suami korban. Dan diminta agar segera menyerahkan diri. Kalau tidak mau menyerahkan diri maka suami korban kita masukkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Hingga saat ini Kepolisian terus melakukan pengembangan dan pencarian suami korban,” tambah AKP Mangatas Tambunan.
Sementara itu, sepupu korban, Dg Mappa mengaku, sejak menikah Nur Aini memang sering bertengkar dengan suaminya. Oleh keluarga Nur Aini, Yaya dikenal berkarakter temperamen dan sangat pencemburuan.
Entah apa sebabnya sehingga pertengkaran yang terjadi antara korban dengan suaminya sekira pukul 08.00 wita di hari Senin itu. Bahkan pertengkaran terjadi menurut sejumlah tetangga korban, diperkirakan terjadi hingga pukul 10.00 wita setelah itu suasana kembali sepi.
” Saya berharap polisi bergerak cepat melacak keberadaan tersangka., agar diberikan sanksi yang begitu berat, hukuman penjara seumur hidup,” kata Dg Mappa sedih.
Memang diakui tetangganya, Nur Aini tergolong primadona kampungnya sebab selain cantik, korban sangat luas pergaulan dan kemudian berbisnis kecil-kecilan. Korban lebih banyak berinteraksi di luar rumah sebab kadang menjual barang bekas (cakar) juga berbisnis online. Sementara suaminya bekerja sebagai sopir mobil pengantar es kristal.
” Suaminya memang temperamen, dan suka memukul dan tukang cemburuan. Tapi kita tidak tau apa penyebab utama sehingga Nur Aini tewas. Uang korban juga hilang 7 juta saat itu,” kata salah seorang keluarga korban.(sar)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.