Gojentakmapan

Limbah Rumkit Dikelola Secara Mandiri


TAKALAR, BKM — Untuk mewujudkan kabupaten yang ramah lingkungan, Pemerintah Kabupaten Takalar menerapkan pengelolaan limbah rumah sakit secara mandiri. Pengolahan limbah rumah sakit secara mandiri ini dilakukan melalui penyediaan tempat daur ulang limbah berbahaya dan beracun di RSUD Padjonga Dg Ngalle, Takalar.
”Kita berusaha untuk mengelola limbah-limbah ini sendiri sesuai aturan yang benar. Sehingga mengurangi pengeluaran kita dan memberdayakan sumber daya lokal yang selanjutnya untuk efisiensi anggaran,” kata Bupati Takalar, H Syamsari Kitta, di sela-sela peninjauan bupati untuk mengecek proses daur ulang limbah medis, seperti botol infus, spoit, bekas jarum suntik, maupun limbah medis lainnya, Selasa siang (14/1).
Melalui pengelolaan limbah medis secara mandiri, diharapkan dapat mengurangi biaya pengelolaan limbah. Sehingga akan berdampak secara tidak langsung pada penerimaan PAD (pendapatan asli daerah).
Selain limbah RSUD Padjonga Dg Ngalle yang dikelola, limbah medis dari setiap Puskesmas juga diolah dan didaur ulang di tempat daur ulang limbah di RSUD Padjonga Dg Ngalle tersebut.
”Limbah yang ada di Puskesmas didaur ulang di RSUD Padjonga Dg Ngalle dengan tujuan mengurangi volume limbah di Puskesmas dan rumah sakit. Tentunya untuk meningkatkan PAD,” pungkas Plt Dirut RSUD Padjonga Daeng Ngalle, Asridadi Ali.
Bupati Takalar juga melakukan penanaman pohon di halaman rumah sakit usai meninjau proses daur ulang limbah. (ira/mir/c)

Komentar Anda




Comments
To Top
.