Politik

Meski Kader, Golkar Tetap Lakukan Seleksi


Kadir : Tidak Ada Jaminan Bagi Kader

MAKASSAR, BKM–Partai Golkar belum berani menjamin mengusung kadernya pada kontestasi pemilihan wali kota (Pilwali) Makassar maupun pemilihan bupati (Pilbup) yang ada di 12 daerah pada 23 September 2020 mendatang.
Banyak ukuran atau variabel agar partai berlambang pohon beringin rindang ini dapat mengusung calon diantaranya hasil survei, hasil uji kompetensi serta hasil uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper tes.
Seperti diketahui, Partai Golkar memiliki banyak kader yang akan maju di 12 daerah. Tak hanya itu, lima petahana diantaranya merupakan kader seperti Adnan Purichta di Gowa, Basli Ali di Selayar, Andi Kaswadi Razak di Soppeng, Thoriq Husler di Luwu Timur dan Indah Putri Indriyani di Luwu Utara.
Khusus di Tana Toraja, Victor Datuan Batara yang saat ini masih bertastus wakil bupati kemungkinan besar kembali berpasangan dengan bupati Nicodemus Biringkanae.
Adapun daerah lain seperti Makassar, Maros, Pangkep, Barru, Toraja Utara dan Bulukumba juga tetap diminati oleh sejumlah kader. Di Makassar ada nama Syamsu Rizal MI dan Haris Yasin Limpo, di Kabupaten Maros ada nama Tajerimin, di Pangkep ada Andi Ilham Zainuddin, di Barru ada Andi Salahuddin Rum dan di Toraja Utara ada nama Frederik Viktor Palimbong. Adapun di Bulukumba ada tiga kader yakni Ketua DPD II Andi Hamzah Pangki, Jamuluddin M Syamsir dan Muhammad Risman Pasigai.
Walau ada beberapa kader yang ingin maju sebagai bakal calon wali kota dan bupati, namun Golkar tetap akan melihat tiga syarat tersebut, termasuk elektoral Andi Ilham Zainuddin yang masih berada dibawa Rahman Assegaf. “Ada penilaian tersediri kader tapi bukan itu utama atau jaminan agar diusung,”ujar ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD I Golkar Sulsel, HA Kadir Halid, Senin (13/12).
Mantan ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel ini menyebutkan semua bakal calon yang telah mengikuti tiga tahapan penjaringan memiliki penilaian. Meski kader internal Golkar Sulsel ada yang khusus. “Semua tahapan ada penilayan siapa yang kita akan rekomendasikan,” jelasnya.
Kadir juga menekankan kepada kader yang merupakan petahana, Basli Ali, Kaswadi Razak,Thoriq Husler dan Indah Putri Indriani agar kiranya menentukan wakil sesama kader jika tak mampu harus mampu memasukan mereka sebagai kader Golkar. “Untuk Pak Adnan berbeda karena belum mengikuti tahapan,”ujar Kadir Halid. (rif)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.