Headline

Kerugian Infrastruktur di Barru Rp7,8 Miliar


MAKASSAR, BKM — Sehari usai banjir melanda sejumlah kabupaten di Sulsel, Gubernur HM Nurdin Abdullah mengunjungi tiga kabupaten. Masing-masing Kabupaten Barru, Soppeng, dan Sidrap.
Di Barru, NA menyerahkan bantuan berupa sembako dan kebutuhan lainnya untuk warga di beberapa kecamatan. Nurdin bersama Kepala Dinas Sosial Sulsel Agustinus Apang, memberikan bantuan beras sebanyak dua ton, pakaian layak pakai, makanan balita, dapur umum, dan sejumlah logistik lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nurdin Abdullah meminta Pemkab Barru melakukan koordinasi dengan Pemprov Sulsel untuk bantuan dalam bentuk uang.
“Terkait banjir dan angin kencang, kita ambil langkah cepat. Kita hadir menyelesaikan persoalan yang terjadi di masyarakat,” kata Nurdin Abdullah.
Kepala Dinas Sosial Sulsel Agustinus Appang, menyampaikan tim telah berada di beberapa lokasi untuk memberikan bantuan.
Berdasarkan data dari Pemkab Barru, untuk Kelurahan Takkalasi, Balusu, Lampoko, Madello, dan Sumpang Binangae, mengalami kerugian infrastruktur, lahan pertanian dan areal tambak yang cukup banyak.
Untuk infrastruktur kerugian mencapai Rp7,8 miliar, kerugian lahan pertanian Rp133 juta, dan kerugian untuk lahan tambak ditaksir mencapai Rp3,3 miliar.
Untuk korban jiwa, satu anak berusia lima tahun meninggal dunia di Keluruhan Takkalasi, Kecamatan Balusu.
Usai di Barru, Nurdin dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Soppeng. Ia meninjau titik banjir terparah di Madining, Kelurahan Attangsalo, Kecamatan Marioriawa.
Pada Minggu (12/1), ketinggian air di wilayah ini mencapai hingga 2 meter lebih. Hingga kemarin, masih ada pemukiman penduduk yang masih terendam banjir.
Dalam kunjungannya, NA disambut Sekkab Soppeng HA Tenrisessu dan Camat Marioriawa Usman Ahmad. Gubernur mengatakan, untuk mencegah terjadinya banjir, sumber air di wilayah ini harus dibendung supaya dapat dikendalikan.
”Namun, sebesar apapun bendungan yang dibuat, kalau penebangan pohon tidak bisa dikendalikan, itu berat. Untuk saya mengimbau kepada warga agar tidak sembarangan menebang pohon. Karena dampaknya akan membahayakan di wilayah hilir,” kata mantan bupati Bantaeng dua periode ini.
”Yang di bagian atas menikmati hasil pertanian berupa jagung. Tapi kalau dibandingkan dengan yang diperoleh, lebih banyak kerugiannya. Kasihan kan, kita sudah bangun jalan hancur akibat banjir,” tambah NA.
Sekkab Soppeng HA Tenrisessu dalam kesempatan itu menerima langsung instruksi dari gubernur. Dia pun meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna mendata semua kerusakan akibat banjir.
Dalam kunjungannya di Sidrap, NA meninjau kondisi di Kelurahan Bilokka, Kecamatan Panca Lautang. Sehari sebelumnya, banjir di wilayah ini menyebabkan jalur poros Sidrap-Soppeng terputus.
Nurdin disambut Wabup Sidrap H Mahmud Yusuf, anggota DPRD Samsumarlin, Kasdim 1420 Mayor Sudirman, Kepala Pelaksana BPBD Sidrap Siara Barang dan Kadis Sosial Dukcapil Saharuddin Laupe. Hadir pula personal koramil, polsek dan aparat Kecamatan Panca Lautang. Termasuk para kepala desa dan lurah setempat.
Di tempat itu, gubernur memberikan bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi korban banjir. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada wabup, untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang terkena dampak banjir.
Gubernur Sulsel meminta seluruh stakeholder yang terkait agar bergerak cepat memberikan bantuan kepada warga yang terkena bencana. “Ini agar masyarakat dapat melakukan aktivitasnya seperti sediakala,” ujarnya.
Nurdin juga merespon upaya pembangunan infrastruktur untuk mencegah banjir di masa mendatang. Salah satunya rencana pembangunan bendungan Torere.
Wabup Sidrap Mahmud Yusuf menyatakan gubernur tertarik dengan rencana pembangunan Torere. “Beliau sudah minta dikaji, karena itu sangat bermanfaat bagi masyarakat di Kelurahan Bilokka,” kata Mahmud.
Sebelum berkunjung ke Bilokka, Nurdin Abdullah dan rombongan memantau posko terpadu siaga bencana Sidrap yang berada di Makodim 1420 Sidrap. (nug-ono-ady/rus/c)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.