Headline

Dari Rumah Warga Hingga Rumah Sakit Kebanjiran


PAREPARE, BKM — Hujan lebat disertai angin kencang melanda Kota Parepare dalam dua hari terakhir, Sabtu dan Minggu (11-12/1). Kemarin, sebagian ruas jalan terputus akibat banjir. Seperti di Jalan Korban 40.000 Jiwa Kelurahan Watang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki. Ketinggian air mencapai 1,5 meter. Demikian pula di Jalan Kenderal M Yusuf. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah merilis titik rawan banjir dan longsor berdasarkan data dari tim Geologi Universitas Hasanuddin, Makassar.
Kepala BPBD Kota Parepare Rusdi menjelaskan, potensi terjadinya bencana menyebar pada 22 kelurahan. Lokasi rawan, yakni Kelurahan Cappa Galung, Bukit Harapan Depan, Lapadde, Bukit Harapan, Lompoe, dan Kelurahan Lemoe.
Untuk wilayah rawan banjir, yakni Kelurahan Bumi Harapan dan Kelurahan Lapadde, Kelurahan Galung Maloang, Lemoe, dan Wattang Bacukiki. Air di kawasan ini bersumber dari sungai Jawi-jawi, sungai Tegal dan aliran sungai Karajae.
Banjir juga terjadi di Kelurahan Bumi Harapan pada dua titik jembatan. Salah satunya jembatan di belakang RSUD Andi Makkasau. Di Kelurahan Wattang Bacukiki ada tiga titik jembatan, yakni Wattang Bacukiki, Lottange dekat SD, dan Mangimpuru Gunung Todong dekat masjid.
Sementara titik rawan angin kencang, yakni Kelurahan Lumpue yang terdapat tiga titik, yakni perbatasan Kota Parepare-Kabupaten Barru, Permandian Pantai Lumpue, dan Tonrangeng.
Kelurahan Sumpang Minangae terdapat di belakang pasar Sumpang Minangae. Di Kelurahan Bumi Harapan di Kampung Mandar. Kelurahan Kampung Baru depan Toko Hj Berjuang. Kelurahan Labukkang persimpangan Masjid Labukkang, Kelurahan Ujung Sabbang di dermaga Cappa Ujung samping pusat karantina. Kelurahan Wattang Soreang di Tempat Pelelangan Ikan Cempae.
Menyusul potensi bencana tersebut, telah ditetapkan titik evakuasi yang diperkirakan aman. Di antaranya Kelurahan Lapadde BTN Hj Latief Tegal, dan depan Bulog eks rumah potong hewan. Di Kelurahan Galung Maloang, lokasinya di jalan lingkar dan depan Brimob, serta Kantor Ketahanan Pangan. Di Kelurahan Lemoe ada tiga titik, yakni Pesantren Al-Badar, Lapangan Lemoe, dan Lappa Angin Ujung Aspal.
Sebelumnya, pada Sabtu malam (11/1) pukul 20.30 Wita, ruangan bangsa Seruni RSU Andi Makkasau Parepare terendam air. Manajemen rumah sakit langsung mengevakuasi 14 pasien.
Masuknya air di dalam ruang RS disebabkan adanya saluran drainase yang tersumbat. Direktur RSU Andi Makkasau Parepare dr Reny turun tangan bersama dewan pengawas turun langsung mengevakuasi pasien, dan staf RS membersihkan saluran pembuangan yang tersumbat.
Sekitar 30 menit kemudian air sudah surut dan tidak ada lagi yang menggenangi ruangan RS. Pasien kembali dimasukkan ke dalam tempat perawatan.
Wakil Direktur RSU Andi Makkasau dr Ibrahim Kasim, mengatakan tersumbatnya aliran air diduga karena sampah yang dibuang sembarangan. ”Kemungkinan ada keluarga pasien yang membuang sampah secara sembarangan, sehingga menyumbat got,” kata dr Ibrahim.
Ketua Dewan Pengawas RS Andi Makkasau Mihajuddin Ahmad, memohon maaf kepada pasien dan keluarganya akibat insiden ini. Dia berjanji akan mengevaluasi sistem sanitasi yang ada.
Di lokasi berbeda, tepatnya Jalan Bau Massepe depan eks Cahaya Ujung, banjir juga terjadi. Air di jalan tersebut setinggi trotoar dan masuk ke rumah warga serta ruko.
Demikian pula di Jalan Agussalim. Kedua ruas jalan ini memang langganan banjir setiap musim hujan tiba. Apalagi dengan curah hujan yang cukup tinggi.
Pemukiman warga di Perumahan Saparas 2, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung juga terendam banjir. Lokasi ini terletak di sekitar bibir sungai Jawi-jawi. Hal yang sama terjadi di perumahan Sukarno Town Panroko, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat.
Air sungai Jawi-jawi meluap hingga menenggelamkan sawah yang berlokasi di perbatasan Kelurahan Lapadde dan Kelurahan Bumi Harapan. Air setinggi 2 meter membuat sebagian warga dievakuasi.
Wakil Wali Kota Parepare H Pangerang Rahim bersama sekkot Iwan As’ad mendatangi sungai Jawi-jawi yang terletak di Kampung Baru Labempa, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung. Mereka melihat langsung rumah warga yang terendam, dan memerintahkan untuk dilakukan evakuasi terhadap warga yang rumahnya terendam air.
Di tempat lain, pada malam yang sama, rumah milik Nurtiati Sjam, mantan anggota DPRD dari Partai Demokrat juga terendam akibat luapan air sungai Jawi-jawi.
”Terpaksa harus mengungsi untuk sementara, sampai keadaan betul-betul membaik. Lima tahun lalu kejadiannya juga seperti ini. Intensitas hujan cukup tinggi menyebabkan sungai Jawi-jawi meluap,” ujar anak mantan wali kota Parepare Sjamsu Alam ini.
Hal senada disampaikan Saenal, warga sekitar Perumahan Saparas. ”Kalau hujan terus menerus begini, luapan air sungai bisa sampai di rumah saya,” tuturnya.
Ketua RW 01 Kelurahan Lapadde, Abd Rahim sudah mengimbau warganya agar tetap waspada dan meninggalkan rumahnya untuk sementara. Karena air semakin meninggi, dan jembatan penyeberangan menuju Perumahan Carlos tak bisa lagi dilewati. Sebab air sudah berada di atas jembatan. (smr/rus/b)

Komentar Anda




Comments
To Top
.