Headline

Banjir Putus Akses Jalan


MAKASSAR, BKM — Cuaca ekstrem yang tengah melanda wilayah Sulawesi Selatan telah memicu terjadinya banjir. Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sebagian wilayah kabupaten/kota. Akses jalan terputus, rumah warga terendam hingga ambruk terjadi di berbagai daerah.
Pelaksana Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel Ni’mal Lahamang, kemarin menjelaskan, di sepanjang
poros jalan Barru-Makassar ada beberapa persawahan yang meluap. Sehingga menggenangi badan jalan nasional menuju Makassar dan Parepare. Air tidak bisa mengalir karena terhalang oleh jalan dan tanggul rel kereta api.
Di setiap kecamatan di Barru juga diketahui terjadi banjir. Ketinggian air di setiap kecamatan bahkan mencapai 1 meter. Kecamatan Mallusetasi diketahui ada dua desa yang terkena dampak banjir, di Desa Manuba dan Desa Bobo.
“Di Manuba, banjir menggenangi pemukiman warga dan persawahan. Ketinggian air sekitar 1 meter. Di Desa Bobo, banjir menggenangi Puskemas Bojo,” ungkap Ni’mal.
Di Kecamatan Soppeng Riaja, tepatnya Kelurahan Kiru-kiru, ketinggian air sekitar 1 meter di kawasan persawahan. Hal yang sama terjadi di Kecamatan Balusu, tepatnya di perumahan warga Desa Lampoko, Ajakkang, dan Balusu.
Di Kabupaten Soppeng, lanjut Ni’mal, banjir terjadi di Kecamatan Donri-donri dan Marioriawa. Hujan deras yang mengguyur seluruh Kota soppeng mengakibatkan Sungai Leworeng meluap dan terjadi banjir.
“TRC-PB BPBD telah turun ke titik lokasi banjir melakukan evakuasi dan assesment. Kami bersama TNI/Polri,” ujarnya.
Sementara di Kabupaten Sidrap, setidaknya ada enam kecamatan yang terkena dampak banjir. Di antaranya Kecamatan Maritengngae, Watang Pulu, Dua Pitue, Baranti, dan Tellu Limpoe.
Di Kecamatan Maritengngae, banjir terdapat di Kelurahan Bilokka. Sekitar 460 rumah terendam banjir, dua kantor pemerintahan, tiga sekolah dan satu fasilitas kesehatan. Sementara dua kios dilaporkan mengalami kerusakan.
Di Kecamatan Watangpulu, sebanyak empat sekolah terendam banjir dan satu pohon tumbang. Di Kecamatan Maritengngae, sebanyak enam pohon tumbang telah dievakuasi. Masing-masing di depan kantor DRRD, depan Makodim 1420, jalan poros Soppeng, jalan poros Rappang, taman Ganggawa Pangker, dan Jalan Wolter Monginsidi.
Sementara di Kecamatan Dua Pitue, Kecamatan Baranti, dan Kecamatan Tellu Limpoe, banjir mengakibatkan area sawah terendam.
“Di Sidrap, kami sudah turun melakukan peninjauan ke lokasi kejadian, pengambilan data dan informasi, koordinasi dengan aparatur setempat. Pohon tumbang juga telah dibersihkan,” jelas Ni’mal.

Lebih Parah dari Sebelumnya

Sartono, wartawan BKM di Kabupaten Soppeng melaporkan, sedikitnya ada tiga kecamatan yang terendam banjir, Minggu (12/1). Selain itu, banjir juga melumpuhkan jalur poros Soppeng-Sidrap.
Pantauan BKM di Kecamatan Marioriawa, dari lima kelurahan dan lima desa yang ada di wilayah ini, hanya satu desa yang tidak dilanda banjir. Yakni Desa Patampanua.
Sementara lima kelurahan yang terendam, yaitu Manorangsalo, Batu-batu, Limpomajang, Kaca, dan Kelurahan Attangsalo. Ketinggian air mencapai satu hingga dua meter. Akibatnya, jalur poros Soppeng-Sidrap lumpuh total sejak pagi hari. Sementara desa yang terkena dampak banjir, yakni Laringgi, Bulue, Panincong, dan Tellulimpoe.
Kasi Trantib Kecamatan Marioriawa Andi Wawo, mengatakan bahwa banjir terparah terjadi di Kelurahan Limpomajang, Kaca, dan Attangsalo.
”Barusan banjir separah ini. Sebelumnya sering banjir, tapi hanya satu atau dua jam air sudah surut. Tapi kali ini sejak dari pagi tadi hingga sekarang belum juga surut,” terang Andi Wawo, kemarin sore.
Terpisah, Kepala Desa Bulue Abdul Majid, menyebut ada satu jembatan terputus di wilayahnya akibat diterjang air bah, yaitu Datae. Sementara Sekretaris Lurah Attangsalo Hasanuddin, melaporkan ada rumah salah satu warganya yang terseret banjir.
Terpisah, Kadis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Soppeng Sahrani yang dihubungi melalui sambungan telepon, menyampaikan ada tiga kecamatan yang terendam banjir. Masing-masing Kecamatan Ganra, Donri-donri dan Marioriawa.
”Iya, Pak. Ada tiga kecamatan (terendam banjir). Tapi yang paling parah di Kecamatan Marioriawa. Saya sekarang (kemarin) di Donri-donri menuju Bakke, Kecamatan Ganra,” ujarnya.

Tiga Kecamatan Terparah

Di Kabupaten Barru, seperti dilaporkan wartawan BKM Rusdi Nasaruddin, hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu sore (11/1) hingga Minggu sore (12/1) menyebabkan tiga kecamatan dikepung banjir. Yaitu Mallusetasi, Soppeng Riaja, Balusu, dan Tanete Riaja.
Ketinggian air di Desa Manuba, Kecamatan Mallusetasi diperkirakan mencapai 1,8 meter. Bahkan sudah menggenangi lantai rumah panggung milik warga. Arus air juga cukup deras, sehingga dikhawatirkan mengancam keselamatan warga, rumah serta harta benda miliknya.
Banjir juga merendam jalan poros Barru-Parepare di wilayah kampung Lapasu, Desa Ajakkang, Kecamatan Balusu. Air sudah mencapai setinggi lutut orang dewasa. Akibatnya, arus lalulintas menjadi macet di jalan poros trans Sulawesi ini
Banjir di Desa Siddo, Kecamatan Soppeng Riaja juga sudah menggenangi rumah. Warga di desa ini telah memindahkan barang-barang miliknya ke tempat yang lebih tinggi di dalam rumahnya.
BPBD Barru menyebutkan, sejumlah kawasan pemukiman di Ralla, Kelurahan Lompo Riaja, Kecamatan Tanete Riaja juga sudah tergenang. Volume air sungai yang selama ini dikenal sebagai sumber genangan, juga telah menunjukkan peningkatan.
Sejumlah fasilitas umum di tiga kecamatan yang terendam banjir, di antaranya puskesmas Bojo Baru, kantor camat Mallusetasi , kantor Polsek Soppeng Riaja, dan puskesmas Soppeng Riaja.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Barru Muhammad Ishak, menjelaskan tingginya curah hujan menyebabkan tiga kecamatan paling parah dilanda banjir. Tim BPBD berupaya mengevakuasi warga di Manuba yang rumahnya terancam hanyut karena derasnya arus banjir. ”Tim BPBD sudah berada di lokasi banjir,” ujarnya, kemarin.
Di Desa Ajakkang, tim BPBD sempat mengevakuasi seorang bayi berumur 7 hari. Bayi tersebut dievakuasi ke rumah keluarganya yang berdomisili di dekat jalan poros Barru-Parepare, karena rumah milik orang tuanya sudah tergenang banjir.
”Kita sudah mendapat instruksi dari Pak Bupati untuk melakukan tindakan cepat mengevakuasi warga yang menjadi korban banjir. Pihak Dinsos juga sudah membuka dapur umum di kantor camat Soppeng Riaja,” terangnya. .
Bupati Barru Suardi Saleh yang menerima laporan banjir yang melanda sejumlah kecamatan, langsung menuju lokasi banjir dan menemui beberapa korban. Ia meminta warga untuk bersabar menghadapi musibah ini. Tak lupa mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang tengah berlangsung.
“Pemerintah Kabupaten Barru melalui BPBD masih terus menyisir beberapa desa terparah yang digenangi banjir untuk mengevakuasi warga yang terdampak. Saat ini kita sudah buka posko korban banjir dan dapur umum di kantor camat Soppeng Riaja. Mudah-mudahan air secepatnya surut,” imbuh Suardi.
Di Kabupaten Pangkep, banjir juga menggenangi Kota Pangkajene. Beberapa ruas jalan dalam kota terendam banjir. Seperti di sekitar kantor Polres Pangkep, depan kantor Kodim 1421, Jalan Kesehatan, Jalan Matahari dan beberapa jalur jalan di sekitar Alun-alun Citra Mas.
Wakil Bupati Pangkep Syahban Sammana memantau langsung wilayah yang tergenang. Ia meminta warga untuk siaga menghadapi cuaca ekstrem yang saat ini melanda beberapa wilayah.

Fasilitas Umum Terendam

Banjir juga melanda sebagian wilayah Kabupaten Sidrap, Minggu (12/1). Di Kelurahan Biloka, Kecamatan Panca Lautang, saluran irigasi di poros Bilokka-Soppeng meluap akibat tidak mampu menampung debit air. Selain itu, juga karena adanya saluran yang tersumbat akibat tumpukan kayu yang terbawa arus banjir.
Purmady, wartawan BKM di Sidrap melaporkan, terdapat sejumlah rumah warga yang terdampak banjir dengan ketinggian antara 50 cm hingga 1 meter lebih. Selain itu, fasilitas umum seperti perkantoran, sekolah dan lapangan sepak bola juga ikut tergenang. Bahkan, sebuah bangunan di belakang kantor Lurah Bilokka ambruk akibat derasnya banjir yang masuk ke pemukiman warga.
Tim reaksi cepat dari BPBD Sidrap, TNI-Polri serta pemerintah setempat telah turun untuk membantu korban banjir. Selain itu, anggota DPRD Sidrap Samsu Marlin juga terlihat berada di lokasi banjir. Banjir juga mengakibatkan jalan trans Sulawesi Sidrap-Soppeng tergenang. Akibatnya, pengendara harus ekstra hati-hati jika melewati jalur tersebut.
“Banjir terjadi sejak pukul 05.00 Wita pagi (kemarin). Kami masih melakukan penanganan banjir,” kata Kasubid Rehabilitasi BPBD Sidrap Gumiati di lokasi.
Hingga sore, air masih terus naik ke pemukiman. Warga pun mulai panik, karena selain air irigasi, air dari luapan sungai juga ikut naik.
Tim gabungan TNI-Polri dan TRC BPBD Sidrap yang diterjunkan ke lokasi banjir di wilayah Panca Lautang, membantu warga mengevakuasi barang-barang berharga dari banjir yang melanda puluhan rumah penduduk. Menggunakan alat seadanya, mereka juga berupaya mengangkat tumpukan kayu yang tersumbat di saluran irigasi karena terbawa banjir. Derasnya arus air membuat petugas kewalahan untuk mengevakuasi kayu besar yang tersumbat di saluran irigasi.
Tak hanya itu, pertugas bersama warga lainnya mengevakuasi barang-barang berharga yang ada di dalam kantor maupun rumah-rumah warga.
“Kami masih melakukan penanganan banjir. Warga diminta untuk tetap waspada, karena curah hujan masih tinggi,” kata Kapolsek Panca Lautang Iptu Syarifuddin.
Bupati Sidrap Dollah Mando mengimbau warganya untuk tetap waspada akan potensi cuaca ekstrem. Hal itu disampaikannya usai menerima tim BPBD Sidrap terkait situasi banjir di Kelurahan Bilokka, Kecamatan Panca Lautang. (nug-ono-udi-ady/rus/b)

Komentar Anda


Comments

To Top