Headline

Dendam Picu Sopir Pribadi Curi Senjata Pimpinan Puskud


IST CURI SENJATA-Tersangka NT memeragakan caranya beraksi melakukan pencurian di rumah majikannya, saat polisi menggelar rilis kasus di halaman Mapolres Gowa, Senin siang (16/12).

GOWA, BKM — Senin siang (16/12) di halaman Mapolres Gowa. Seorang pria berbaju tahanan warna oranye dihadirkan. Ia mengenakan penutup wajah bermotif tengkorak. Dikawal dua personel berseragam dan menenteng senjata lengkap.
Lelaki tersebut adalah NT alias Dede. Berusia 26 tahun. Beralamat di Jalan Maccini Raya, Lorong Safari, RW 02, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.
Polisi menangkapnya berdasarkan laporan korban tertanggal 7 Desember 2019. Ia diadukan terlibat kasus pencurian senjata milik bos tempatnya bekerja. Petugas menjeratnya dengan pasal 362 KUHP, yang ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara.
NT berprofesi sebagai sopir pribadi. Ia bekerja di Nirwan (49), seorang unsur pimpinan di Puskud Hasanuddin, Makassar.
Dalam rilis kasus, Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan bersama Kasat Reskrim Iptu Rivai. Diungkapkan bahwa NT mencuri di rumah Nirwan yang berada di kompleks Perumahan Royal Spring Blok B6 nomor 9, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
”Tersangka mengambil kunci rumah korban yang tersimpan di dalam rak sepatu di saat rumah tanpa penghuni. Adapun motifnya karena dendam,” jelas AKP Mangatas.
Tersangka, lanjut Mangatas, mengaku dendam karena sang bos sering memarahinya di depan umum. Selain itu, juga lambat menerima gaji.
”Karena itu tersangka sakit hati. Ia juga tidak mendapat perhatian dari kedua orang tuanya. Istilahnya, tersangka ini broken home,” tambahnya.
Ada dua saksi yang dihadirkan terkait kasus pencurian yang dilakukan NT. Masing-masing Iw (34), buruh harian di Jalan Komp Tabaria Baru, Makassar dan Mamy (32), juga buruh harian berlaamat di Dangko, Kota Makassar.
AKP Mangatas menerangkan kronologis kejadian. Berawal ketika tersangka mendatangi rumah bosnya dengan menggunakan sepeda motor pada Sabtu siang (7/12). Selanjutnya ia masuk dan mengambil kunci di rak sepatu milik korban.
Tersangka lalu membuka kunci pintu samping. Kemudian masuk ke dalam rumah, lalu naik ke lantai dua menuju kamar korban. Ia lalu mengambil senjata airsoft gun merek Wingun 357 kaliber 4.5 mm. Juga uang Rp1 juta yang tersimpan di dalam laci kerja kamar korban.
Selain itu, ia juga mengambil uang dalam celengan korban berisi Rp 4 juta.
“Karena tidak puas, tersangka turun lagi ke lantai dasar dan mengambil sepatu. Setelah itu keluar dan mengunci pintu samping, lalu pulang ke tempat kostnya. Dua pasang sepatu milik korban lalu dijualnya seharga Rp800 ribu. Selanjutnya membeli obat tramadol sekitar 10 bungkus seharga Rp300 ribu. Kemudian pelaku melarikan diri ke Bulukumba menggunakan sepeda motor,” beber AKP Mangatas Tambunan.
Usai menghadiri acara pengantin, Kamis (12/12) pukul 20.00 Wita, aparat Polres Bulukumba berhasil membekuknya. Sehari kemudian, atau Jumat (13/12) pukul 00.04 Wita, Polres Bulukumba membawa dan menyerahkannya ke Polres Gowa untuk proses hukum lebih lanjut.
Dari tangan tersangka, petugas menyita satu unit Airsoft gun Wingun 357 kaliber 4.5 mm, serta satu pack amunisi senapan angin kaliber 4.5 mm. Juga dua pasang sepatu, dan satu unit sepeda motor Honda Scoopy DD 2912 KW warna merah maron yang digunakan tersangka melakukan aksinya.
Tersangka yang sudah berkeluarga dan memiliki seorang anak ini, berhasil melakukan aksinya karena telah mengetahui tempat penyimpanan kunci rumah. NT sendiri telah bekerja pada korban selama tiga tahun dan menjadi sopir pribadi.
Menurut pengakuan NT di depan wartawan, dirinya jadi kalap dan dendam sehingga melakukan pencurian di rumah majikannya. Ketika ibunya nikah lagi dengan ayah tirinya yang merelakan orang berada, dia tidak pernah lagi mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu. Sang ibu menikah lagi sejak tersangka masih duduk di bangku di SMA tahun 2009. Ia kemudian menikah tahun 2016. (sar/rus)

Komentar Anda


Comments

To Top