Headline

Transfer Link Sasaran Penukaran Uang Palsu


Polisi Sita Upal Rp34,7 Juta

SIDRAP, BKM — Peredaran uang palsu (upal) kembali marak. Aparat di jajaran Polres Sidrap yang berhasil membongkarnya. Nilainya cukup besar, yakni mencapai angka Rp34,7 juta.
Yang patut diwaspadai, karena pelaku mengedarkan upal ini dengan cara modern. Mereka tak lagi menyasar warung atau toko-toko. Melainkan transfer link. Pelaku memanfaatkan transfer BRILink yang ada di wilayah perdesaan atau jauh dari kota.
Adalah Polsek Kota di Kecamatan Maritenggae, Sidrap yang berhasil membongkar sindikat upal itu. Lokasinya di Lingkungan 1 Kanyuara, Kelurahan Kanyuara, Kecamatan Watang Sidenreng. Kira-kira 5 kilometer dari Pangkajene, ibu kota Sidrap.
Dari operasi itu, polisi mengamankan seorang terduga pelaku pengedar upal bernama Andi Yusri Jamal (43), asal Cappa Padang, Kelurahan Doping, Kecamatan Penreng, Kabupaten Wajo. Oleh polisi yang menginterogasinya, terduga pelaku diketahui lahir di Bone Pute, 14 Maret 1976 silam.
Selain mengamankan terduga pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Seperti satu lembar struk BRILINK, dan 347 lembar upal setara Rp34,7 juta. Semuanya berupa lembaran kertas warna merah pecahan Rp100 ribu.
Bukan hanya itu, aparat juga menyita satu unit mobil pick up bernomor polisi DW 8864 DQ yang digunakan dalam melancarkan aksinya
Kapolsek Maritengngae Iptu Abdul Samad membenarkan hasil pengungkapan kasus upal tersebut. Kata dia, kasus ini terungkap setelah polisi menerma laporan warga bahwa ada seorang laki-laki menggunakan mobil pick up yang mencurigakan dengan memasuki kios BRILink milik Antobing.
Di sana, pria tersebut menyerahkan uang untuk ditransfer ke rekening BRI atas nama Husni Djabir dengan nomor rekening 099301010253501. Setelah ditelusuri, rekening tersebut alamat domisili di Jakarta.
Ia kemudian menyerahkan uang kepada pengelola BRILink. Korban bernama Antobing awalnya tak menaruh curiga. Ia baru tersadar bahwa itu upal, setelah menelitinya. Ternyata semua nomor seri upah itu sama, yakni tercetak dengan nomor seri uang BE1525858 dan BE1525866. Karena curiga, diam-diam Anto melaporkan pria itu kepolisi pergi menjauh.
“Berhasil kita ungkap dengan dibantu personel sabhara, reskrim dan intelkam Polsek Maritengngae,” kata Iptu Abdul Samad, kemarin.
Polisi masih mengembangkan kasus ini. Mereka menelusuri dari mana upal tersebut diperoleh dan di mana mencetaknya.
Dalam pengakuannya kepada polisi, Yusri mengaku membeli upal tersebut seharga Rp1 juta uang asli dengan Rp2 juta uang palsu. ”Saya transaksi di SPBU Bojo, Barru dengan rekan saya dari Makassar. Katanya uang palsu itu didatangkan dari Jawa. Saya tidak tahu lokasinya di mana dicetak,” ujarnya kepada penyidik.
Ia mengaku membeli Rp15 juta uang asli. Namun pembayarannya dilakukan secara berhasil, setelah sukses ia tukarkan uang asli dengan mentransfer melalui BRILink.
“Begitu tertukar semua, Pak, saya kirim uang asli ke rekeningnya yang mengantar uang palsu itu,” ucapnya.
Kapolres Sidrap AKBP Budi Wahyono, menegaskan kasus ini tengah di dalami. Karena kuat dugaan peredaran upal ini melibatkan komplotan khusus. Diduga masih banyak upal lainnya yang belum diedarkan.
“Kami menduga masih ada 1 miliaran upal yang belum diedarkan. Komplotan ini sangat rapi. Kita masih buru pemasok dan mencari tahu d imana dicetak,” tegas Kapolres.
Budi mengimbau kepada masyarakat, terutama yang punya usaha jasa transfer atau BRILink untuk berhati-hati jika menerima uang dari seseorang dalam jumlah banyak. “Pastikan cek dan teliti baik-baik itu uang sebelum transaksi. Bisa saja itu uang palsu yang berusaha diedarkan dengan modus baru. Mereka memanfaatkan jasa transaksi transfer untuk menukarkan uang palsunya,” terang AKBP Budi. (ady/rus/b)

Komentar Anda




Comments
To Top
.