Politik

Tomy, Askar dan Hamzah Pangki Teratas


Terkait Survei Tingkat Pengenalan

IST DISKUSI--Taqwa Bahar dari PPI (kiri) memandu diskusi yang dihadiri oleh akademisi Dr Abdy, Muktar dari Serum Institute dan tokoh pemuda Bulukumba Akbar Poteng, Minggu (8/12).

MAKASSAR, BKM–Tingkat popularitas atau pengenalan bakal calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba sudah santer beredar dimasyarakat. Sedikitnya ada belasan nama yang sempat terjaring pada survei yang baru mengukur tingkat pengenalan tersebut.
Pada urutan pertama ada nama Wakil Bupati Bulukumba yakni Tomy Satria Yulianto disusul Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) H Askar HL dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Andi Hamzah Pangki.
Nama berikutnya yakni politisi Golkar Jamaluddin M Syamsir, Kahar Muslim, Imran Manroso, Andi Muktar Ali Yusuf, Andi Makkasau, Syamsuddin Alimsyah, Andi Makmur, Andi Zulkarnain Pangki serta Muhammad Risman Pasigai.
Hal tersebut disampaikan Muhtar dari Serum Institute yang mengungkapkan sejumlah nama calon dengan tingkat pengenalan tertinggi di Bulukumba.
“Jika melihat hasil survei untuk tingkat pengenalan, maka ada nama Wakil Bupati Tomy Satria dan Askar HL yang berada pada posisi pertama dan kedua,”ujar Muhtar pada diskusi politik dengan tema Bulukumba mencari pemimpin berpengalaman di Warkop Alira Point Makassar jalan Boulevard, Minggu (8/12).
Menurutnya, Tomy memiliki tingkat pengenalan yang cukup tinggi karena jabatannya selaku wakil bupati dan ketua DPD Partai Nasdem.
Begitupula H Askar HL karena sebagai Ketua DPC PPP dan mantan caleg DPR RI. “Apalagi PPP mengontrol 6 kursi dari 4 dapil,”ujar Muhtar pada diskusi yang digelar Poros Pemuda Indonesia (PPI) ini.
Olehnya itu, Pilbup Bulukumba akan menjadi pertarungan yang menarik lantaran tidak ada petahana sehingga diminati banyak bakal calon. “Di bulan Januari intrik masih sangat besar, tapi dua tiga bulan kemudian tidak berlaku lagi. Olehnya itu mari kita tunggu riset riset berikutnya,”jelasnya.
Tokoh pemuda Bulukumba Akbar Poteng menambahkan bila Tomy diuntungkan lantaran bisa menutupi kekurangan dari apa yang telah dilakukan Bupati Andi Sukri Sappewali. “Kita butuh leader, bukan pemimpin. Jangan sampai ada calon yang hanya ingin menjual Bulukumba karena banya faktor dan sumber yang menjadi andalan daerah,”harapnya.
Pengamat politik Dr Abdy juga berpendapat serupa. Menurutnya, daerah sekelas Bulukumba yang tua tidak cocok bagi orang baru atau belum berpengalaman. “Secara historis Bulukumba juga merupakan daerah kelahiram banyak tokoh mulai dari Sultan Daeng Raja hingga Syamsi Ali. Utamanya para panrita pembuat kapal. Olehnya itu, yang pas maju ada calon yang punya poin diantas 70 persen. Tak bisa kalau baru mulai atau standar dari 0 persen,”sindirnya. (arf/rif)

Komentar Anda




Comments
To Top
.