Headline

1.000 Pil Ekstasi Gagal Edar di Malam Tahun Baru


Kualitas Tinggi Merek Kodok dan Superman

BKM/PURMADY EKSTASI-Sebanyak 1.000 pil ekstasi yang dikemas dalam saset besar diamankan Satres Narkoba Polres Sidrap. Polisi juga menyita gawai dan barang bukti lainnya.

SIDRAP, BKM — Malam pergantian tahun tak lama lagi. Momen yang biasanya diwarnai pesta dan hura-hura itu pun kerap dimanfaatkan para bandar dan pengedar narkoba.
Buktinya dari pengungkapan yang dilakukan Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Sidrap. Sebanyak 1.000 pil ekstasi kualitas tinggi berhasil digagalkan peredarannya. Dari pemeriksaan, barang haram tersebut akan dijual menjelang malam pergantian tahun.
Awalnya, polisi mendapat informasi dari warga terkait seringnya terjadi transaksi barang haram yang dilakukan pelaku. Petugas kemudian turun melakukan penyelidikan dengan cara undercover buy.
Operasi yang dipimpin langsung Kasatres Narkoba Polres Sidrap AKP Andi Sofyan dan tim Opsnal Narkoba, berhasil mengamankan dua orang. Herman Saputra alias Herman bin Sahari (29), warga Kanie, Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae. Serta Anto Andar alias Anto Bin Andaring (44), beralamat di Kelurahan Toddang Pulu, Kecamatan Tellu Limpoe, Sidrap.
“Keduanya kami amankan setelah salah seorang anggota berhasil memancing untuk melakukan transaksi di Jalan KUD Sipatuo, Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae pada Sabtu malam (7/12) pukul 19.30 Wita,” ujar mantan Kasatres Narkoba Polres Pinrang ini, Minggu sore (8/12).
Andi Sofyan mengatakan, dalam operasi itu, pihaknya menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 10 saset besar berisi 1.000 tablet ekstasi yang diduga narkotika golongan satu, masing-masing jenis kodok dan superman. Diamankan pula satu unit motor, serta tiga unit gawai berbagai merek.
“Kesepakatan harga antara kedua pelaku dengan anggota yang melakukan penyamaran sebesar Rp500.000 per butir. Sehingga total harga yang disepakati sebesar Rp500 juta,” ujar A Sofyan.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas, kedua pelaku mengakui barang tersebut dipersiapkan untuk malam tahun baru. “Pengakuan Herman dan Anto itu, akan diedarkan pada malam tahun baru. Di tempat-tempat perayaan malam pergantian tahun nanti,” jelasnya.
Kedua pelaku juga membenarkan ekstasi tersebut hendak diedarkan di malam pergantian tahun. “Sudah ada pesanan saya untuk pil kodok dan superman. Rencana kami jual khusus malam tahun baru Rp1 juta per butir. Kalau hari biasa itu dijual antara Rp700 ribu hingga Rp800 ribu per butirnya,” aku Herman kepada BKM di sela-sela menjalani pemeriksaan sore kemarin.
Diakui pula, selama ini ia dipasok dari Malaysia melalui Pelabuhan Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara). Selanjutnya dikirim melalui Pelabuhan Parepare.
“Hasil interogasi pelaku mengakui jika itu dikendalikan bandar di Malaysia dengan pasaran di Sulsel, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah. Termasuk di Makassar. Sebagian dipasarkan ke Jawa dan Indonesia timur,” beber AKP Andi Sofyan.
Menurutnya, jaringan ini cukup teroganisir dari Malaysia. Mereka adalah pemain lama di bisnis narkoba. “Kita masih kembangkan kasusnya,” imbuhnya.
Ditegaskan Andi Sofyan, keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, mereka dijerat pasal 112, juncto pasal 114 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang penyalagunaan narkotika jenis golongan I dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. (ady/rus/b)

Komentar Anda




Comments
To Top
.