Sulselbar

Dukung Ketahanan Pangan, Mentan bantu Sektor Pertanian Sulbar


KUNJUNGAN KERJA -- Mentan RIi, Syahrul yasin limpo bersama Wagub Hj.Eny Angraeny Anwar juga Mantan Gub Sulbar Anwar Adnan Saleh saat berkunjung disulbar serahkan sejumlah batuan.

MAMUJU, BKM — Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI), Syahrul Yasin Limpo, melakukan kunjungan kerja di0Mamuju, ibukota Provinsi Sulbar, Sabtu, (7/12). Lokasi kunjungan Mentan RI berada di Desa Sondoang, SMKN Kakako dan Desa Pamulukang kecamatan Kalukku.
Dalam kunjungannya, Mentan RI memberikan sejumlah bantuan dari kementerian yang dipimpinnya kepada Sulbar.
Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan,kehadirannya di Sulbar dalam rangka mengawal perkembangan dan kemajuan para petani Sulbar agar mencapai kesejahteraan masyarakat dan daerah.
”Saya merasa orang Sulbar, maka saya juga mempunyai kewajiban untuk membantu Sulbar. Siapa lagi yang mau urus negara, siapa lagi yang urus Sulbar kalau bukan kita sendiri,” kata Syahrul dalam sambutannya
SYL mengatakan, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, telah mengucurkan dana sebesar Rp50 triliun untuk kemajuan pertanian di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal tersebut, menurutnya, sangat mudah diberikan bagi daerah yang serius untuk memajukan hasil pertaniannya.
”Presiden RI menyediakan dana Rp50 triliun untuk kemajuan pertanian di Indonesia. Maka dari itu, kita selaku rakyat Indonesia jangan ada yang manja. Kita harus terus bekerja. Dan pertanian itu bisa menjanjikan. Yang penting kita serius,” pungkas mantan orang nomor satu di Sulsel itu.
Wakil Gubernur Sulbar, Enny Anggraeni Anwar, mengatakan, berdasarkan data pengguna lahan, Sulbar memiliki potensi lahan sawah sebanyak 64.232 hektare, dengan kondisi 49 persen sawah tadah hujan. Sehingga membutuhkan perhatian dalam hal penyediaan sumber air irigasi. Sedangkan lahan kering sekitar 623.000 hektare yang berpotensi dikembangkan dengan tanaman palawija buah dan sayuran.
Selain itu, ada pula lahan perkebunan Kakao, kopi, kelapa dalam, kelapa sawit, cengkeh, lada dan pala seluas 357.893 hektare dengan kondisi terdapat 64.484 hektare tanaman tua yang membutuhkan peremajaan.
Pada kesempatan itu, Enny mengungkapkan, potensi pengembangan komoditas pertanian di Sulbar sangat menjanjikan, karena ditunjang iklim atau agroklikmat yang mendukung bagi pertumbuhan tanaman.
Tidak hanya itu, jumlah kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian juga mendukung, dimana terdiri dari 8.796 kelompok tani dengan jumlah penduduk yang bekerja disektor pertanian sebanyak 323.280 orang atau 52 persen dari total angkatan kerja Sulbar.
”Lahan pengembangan komoditas pertanian sangat potensial untuk pengembangan ternak melalui sistem integrasi ternak dengan tanaman,” katanya.
Adapun sejumlah bantuan yang diberikan Mentan RI kepada Sulbar secara keseluruhan sebesar Rp144 miliar, terdiri dari benih jagung seluas 7.000 hektare, 69 ton atau 69.410 kilogram dari total 83.000 hektare, benih padi sebanyak 71.000 hektare, traktor roda empat sebanyak 3 unit dan traktor roda dua sebanyak 19 unit, pompa air sebanyak 13 unit, cultivator sebanyak 7 unit dari total 26 unit, corn selter tiga power thereser sebanyak 5 unit, polis asuransi usaha ternak sapi sebanyak 1.076 ekor.
Selanjutnya, bantuan ayam melalui program bekerja sebanyak 800.000 ekor dilima kabupaten, pakan ternak sebanyak 2.042 ton, obat-obatan 16.018 paket dan bantuan pembuatan kandang sebanyak 16.018 unit dilima kabupaten, yaitu Mamuju sebanyak 4.432 RTM (221.600 ekor), Pasangkayu sebanyak 1.473 RTM atau 73.650 ekor, Mamuju Tengah sebanyak 1.200 RTM atau 60.000 ekor, Majene sebanyak 2.851 RTM atau 142.550 ekor, dan Polman sebanyak 6.062 RTM atau 303.100 ekor.
Bantuan ternak sapi Bali sebanyak 250 ekor ditempatkan pada instansi pembibitan ternak unggul Desa Beroangin Kecamatan Mapilli Kabupaten Polman, sarana dan prasarana kegiatan IB untuk lima kabupaten terdiri dari semen beku, N2 cair dan sarana prasarana pendukung kegiatan UPSUS SIWAB.
Kemudian, bantuan sarana dan prasarana pemberantasan penyakit hewan pada enam kabupaten terdiri atas bantuan obat-obatan, alat penunjang serta vaksin antraks dan rabies, kartu tani, bawang biji TSS seluas 15 Ha kepada perwakilan kelompok tani dari total bantuan 135 Ha, program pertanian masuk sekolah untuk SMK Negeri Sulbar sebanyak dua sekolah masing -masing Rp50.000.000, dan bibit untuk program peremajaan kakao dan kopi.
Kegiatan tersebut diakhiri dengan penandatanganan program kerjasama antara pemerintah pusat dengan Pemprov Sulbar dan Pemkab se-Sulbar. Kemudian dilanjutkan penanaman jagung oleh Mentan RI, wakil gubernur Sulbar, ketua DPRD Sulbar, DPD RI, dan bupati Mamuju .
Turut hadir dalam kegiatan itu, Sekprov Sulbar, Muhammad Idris, Gubernur Sulbar periode 2006-2016, Anwar Adnan Saleh, Dirjen Tanaman Pangan Kementan RI, Suwandi, Dirjen Perkebunan Kementan RI, Kasdi Subagyono, Kabadan Libangtan Kementan RI, Fadjry Djufry, Kabadan Karantina Kementan RI, Ali Jamil, staf khusus Kementan RI, M. Hatta, staf khusus Kementan RI, Imam, staf ahli Mentan RI Bidang Inovasi dan Teknologi, Bambang, para bupati se-Sulbar, para pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulbar, instansi vertikal serta undangan lainnya. (alaluddin)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.