Sulselbar

Asisten I Pemprov Sulbar Harapkan Penanganan Wilayah Kritis Harus Dilakukan Secara Komprehensif


PENANAMAN POHON -- Kepala DAS Lariang Mamasa, Abd Halim, bersama Asisten I Pemprov Sulbar, Muh Natsir foto bersama usai melaksanakan penanaman pohon.

MAMUJU, BKM — Pelaksanaan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungi (GNP DAS) tingkat Provinsi Sulawesi Barat dilakukan di instalasi Karantina Hewan kelas II Mamuju, Desa Botteng, Jumat (29/11). Pelaksanaan kegiatan ditandai dengan penanaman pohon secara simbolis.
Kegiatan GNPDAS tahun 2019 ini mengangkat tema ‘Pulihkan Lahan, Pembangunan Masa Depan’.
Turut hadir Asisten I Pemprov Sulbar, Drs Muhamad Natsir MM, sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulbar, para kelompok tani, dan masyarakat setempat. Mereka juga diikutkan dalam penanaman pohon secara simbolis ini.
Asisten I Pemprov Sulbar, Muhammad Natsir saat membacakan sambutan seragam menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menyampaikan, GNPDAS pertama kali dicanangkan pada tahun 2018 yang diinisiasi Kementerian LHK dan masyarakat. Gerakan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran dalam memulihkan hutan dan lahan untuk penyelamatan sumberdaya air, produktivitas lahan, perubahan iklim dan pencegahan bencana hidrometeorologi. GNPDAS merupakan pengembangan atas agenda tahunan penanaman pohon pada kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dengan perspektif yang lebih luas, yaitu pemulihan lahan kritis di hulu DAS.
Asisten I bidang pemerintahan, Drs Muh Nadir ini menjelaskan, dengan agenda tersebut maka sejalan dengan arahan Presiden RI bahwa penanganan wilayah kritis harus dilakukan secara komprehensif dengan prinsip keterpaduan pekerjaan penanaman, sipil teknis, dan teknik pembibitan, serta mengaktifkan semua unsur/elemen dan partisipasi masyarakat.
”Penanganan wilayah kritis harus menghasilkan perubahan, membangun kesempatan kerja dan mengatasi kemiskinan selain mengatasi permasalahan lingkungan. Mari kita bersama-sama mengsinkronkan/memparalelkan, program pusat dengan daerah ini agar bisa memberikan efektif yang luar biasa didalam perekonomian masyarakat kita,” ungkap Asisten I Bidang Pemerintahan Provinsi Sulbar.
Bahkan Asisten I Bidang Pemerintahan Provinsi Sulbar ini, mengatakan, untuk di wilayah kabupaten, diperlukan koordinasi dan membangun kemitraan dengan pemerintahan kabupaten. Karena sesungguhnya pemerintah provinsi itu hadir di tengah- tengah penyelenggara kehidupan di pemerintahan kabupaten.
Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Sungai Lariang (BPDASHL) Mamasa, Abd Halim, menyampaikan, dalam peran terhadap gerakan yang dilakukan ini, salah satunya adalah program secara nasional yang dipadukan terhadap program di provinsi dan seluruh wilayah yang ada di Indonesia. Utamanya di Provinsi Sulbar ini,” ungkap Kepala DAS Lariang Mamasa, Abd Halim kepada BKM di lokasi penanaman pohon, Jumat (29/11).
Abd Halim dalam laporan pelaksanaan penanaman mengatakan, tugas pokok dan fungsi terkait pada pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan pada areal yang kritis serta sangat kritis.
Dalam kegiatan rehabilitasi kawasan di Provinsi Sulbar pada tahun 2019 ini, BPDASHL Mamasa telah melaksananakan rehabilitasi seluas 2.000 hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten se-Sulbar. Di antaranya Kabupaten Mamuju, Mamasa, Majene, serta Kabupaten Polewali Mandar.
Sedangkan untuk bantuan bibit produktif pada tahun 2019 sebanyak 116.375 batang terdiri dari bibit mangga 16.000 batang, durian 54.500 batang, manggis 14.500 batang, rambutan 16.200 batang, dan pala 15.176 batang.
Untuk bantuan bibit persemaian permanen ditahun 2019 sebanyak 700.000 batang. Ini terdiri jenis rambutan 15.000, sengon laut 120.000 batang, ketapan kencana 20.000 batang, kemiri 10.000 batang, jati putih 25.000 batang, mahoni 320.296 batang, jabon merah 115.000 batang, serta cempaka /uru 74.704 batang.
”Dengan kegiatan penanaman pohon ini diharapkan dapat mengurangi tingkat kritis pada lahan yang ada di Sulbar,” ungkap Halim seraya menambahkan, puncak seremonial gerakan nasional pemulihan DAS (GNPDAS tahun 2019) berlangsung pada Jumat (29/11) di Istalasi Karantina Hewan kelas II Mamuju di Desa Botteng, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju dengan mengusung tema ‘Pulihkan Lahan Membangun Masa Depan.
Abd Halim juga menjelaskan soal pola kemitraan yang dilakunan. Di antaranya penanaman dengan pola KBR, dengan bantuan bibit Produktif, bantuan bibit tanaman kayu-kayuan dan pola MPTS, dan lain-lain.
”Untuk kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan tahun 2019, tersebar di beberapa daerah di Provinsi Sulawesi Barat. Jenis kegiatannya adalah rehabilitasi dalam kawasan, hutan kota, dan penanaman mangrove di kawasan Provinsi Sulawesi Barat,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulbar, Ir H Fakhruddin, menyatakan, program ini salah satunya
menjadi suatu gerakan nasional dalam rangka pemeliharaan daerah aliran sungai.
”Dengan adanya gerakan penanaman pohon ini, maka diharapkan juga dapat dipelihara. Sehingga program ini akan bisa menjadi program masa depan pada generasi kita dimasa-masa akan datang,” ucapnya. (alaluddin)

Komentar Anda




Comments
To Top
.