Headline

Anggota Brimob Tewas Dikeroyok Gegara Senso


PAREPARE, BKM — Senin (26/2) tengah malam sekitar pukul 23.00 Wita. Di sebuah kafe remang-remang Lele Jalan Lauleng, Kecamatan Soreang, Kota Parepare.
Sejumlah pengunjung tampak menikmati minuman keras (miras) di kafe milik Absa. Diantara mereka tampak terlibat pembicaraan.
Seorang pengunjung bernama Simon menanyakan alat senso yang disimpan oleh Lele, anak dari Lebbae, pemilik kafe. Jawaban Lebbae, senso yang dimaksud Simon sudah tidak ada.
Seorang pengunjung lainnya bernama Rahman Amin (28) kemudian mendekati Simon. Ia lalu berujar; ”Jangan ribut di sini. Kalau mau ribut, di luar.”
Tak terima Simon ditegur seperti itu, Yusril Isha (29) sebagai teman langsung berdiri. Ia langsung mencekik leher Rahman Amin. Spontan, dua teman Rahman, masing-masing Muh Ali (40) dan Akbar (25) langsung bereaksi. Mereka tak rela melihat rekannya dicekik oleh korban.
Muh Ali dan Akbar kemudian mengajak Rahman Amin untuk menunggu Yusril Isha di luar kafe. Ketiganya bersamaan keluar setelah membayar miras yang diminumnya. Selanjutnya menunggu di luar kafe.
Tak lama kemudian keluarlah Yusril Isha. Kurang lebih 50 meter dari kafe remang-remang itu, Rahman Amin langsung menegur Yusril. ”Kenapa kamu begitu, bos. Tidak begitu caranya,” cetusnya.
Secara bersamaan, Rahman langsung menyerang korban dengan kepalan tangan kanannya. Satu kali pukulan mengenai pipi Yusril.
Mendapat serangan seperti itu, korban mencoba memberikan perlawanan. Yusril mendorong Rahman Amin hingga terjatuh.
Melihat Rahman Amin dalam posisi terdesak, temannya Akbar dan Muh Ali langsung membantu. Mereka menyerang dan memukul korban.
Lagi-lagi Yusril melawan. Ia mengejar orang yang mengeroyoknya hingga ke jalan raya.
Saat itulah ketiganya berbalik menyerang korban dengan menggunakan kayu. Kepala Yusril dihantam hingga jatuh tak sadarkan diri. Setelah itu pelaku langsung kabur menggunakan mobil Toyoya Avanza warna mereah milik Muh Ali.
Belakangan diketahui, korban yang terkapar itu adalah anggota Kompi 2 Yon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel berpangkat briptu. Sesaat setelah kejadian ia langsung dilarikan Rumah Sakit Andi Makkasau Kota Parepare oleh dua temannya, Simon dan Suryanto. Namun takdir berkata lain. Nyawa korban tak bisa diselamatkan.
Dari hasil pemeriksaan awal oleh dr Hendra selaku dokter jaga, disebutkan bahwa korban tiba di RS Andi Makkasau pada pukul 01.45 Wita, Selasa (27/2). Kondisinya sudah tak bernyawa lagi.
Kronologis pengeroyokan yang berakhir tewasnya Briptu Yusril Isha, itu disampaikan Kapolres Parepare AKBP Pria Budi dalam rilis di mapolres, Selasa (27/2). Tiga pelaku turut dihadirkan. Mereka diamankan oleh tim Buser Polres Parepare hanya dalam hitungan jam usai kejadian.
”Korban mengalami luka lecet di dada, robek pada dagu, lutut kanan lecet, luka terbuka pada pelipis kanan dan kepala bagian belakang memar kehitaman. Sesaat setelah kejadian langsung dilakukan pengejaran terhadap pelaku, dan ketiganya berhasil ditangkap,” jelas Pria Budi.
Menurut kapolres, korban sempat terlibat cekcok dengan pelaku di dalam kafe. Pelaku menggunakan batu dan balok kayu menghajar Briptu Yusril hingga jatuh dan tak sadarkan diri.
Pengejaran terhadap pelaku dilakukan oleh tim gabungan. Terdiri dari unit SPK, piket Tindak Pidana Tertentu (Tipiter), reskrim serta tim Crime Hunter Resmob Polres Parepare. Perburuan dipimpin langsung kapolres.
”Setelah tim mendalami dan mendapatkan serta mengumpulkan informasi lalu disinkronkan dengan keterangan saksi di TKP, tim Criem Hunter dan unit tipikor langsung bergerak melakukan lidik dan melakukan pencarian serta penangkapan terhadap masing-masing pelaku,” jelas Pria Budi.
Hingga berita ini dibuat, ketiga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif penyidik Polres Parepare.
Sementara jenazah Briptu Yusril Isha langsung dibawa ke Masamba, Kabupaten Luwu Utara. Keluarga yang datang ke RS Makassau tak kuasa menahan tangis. Mereka menjerit histeris melihat kerabatanya telah terbujur kaku.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi, mengatakan dua orang saksi telah dimintai keterangannya terkait kasus pengeroyokan anggota Brimob Parepare. Mereka adalah Simon, pegawai honorer Dinas Kebersihan dan Suriyanto (45), seorang buruh bangunan. Keduanya membenarkan jika tiga orang melakukan pengeroyokan hingga Briptu Yusril meninggal meninggal dunia.
”Tiga orang pelaku telah ditangkap dan diamankan Polres Parepare. Rahman Ali mengakui jika Akbar yang menyerang korban menggunakan kayu. Dia yang memukul korban hingga jatuh. Kemudian kabur menggunakan mobil,” jelas Dicky, kemarin.
Komandan Satuan Yon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel Kota Parepare AKBP Darminto, mengantar langsung jenazah korban ke kediamannya untuk dikebumikan, Selasa (27/2).
Berbicara melalui sambungan telepon selular kemarin sore, Darminto mengaku dirinya sementara dalam perjalanan pulang menuju Kota Parepare dari mengantar jenasah Yusril Isha di Masamba.
Darminto mengenal almarhum sebagai sosok yang baik. Ia seorang ahli otomotif dan baru pulang dari BKO di Poso. Korban masih bujang dan sudah 10 tahun menjadi anggota Brimob yang bertugas di Parepare.
”Seluruh anggota Brimob Parepare kehilangan seorang personel polri yang juga ahli otomotif. Duka keluarga adalah duka kami juga. Keluarga korban menerima kepergian almarhum. Untuk proses hukum terhadap pelaku, kami serahkan ke polisi,” tutur Darminto.
Kedatangan korban ke Kafe Lele, menurut Darminto, untuk menanyakan tentang senso yang dijanjikan oleh Lele. Namun siapa sangka, kedatangannya itu berbuah petaka. (ish-smr/rus/b)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.