Gojentakmapan

Inspektorat Periksa Dokter Merdiana


GOWA, BKM — Kasus bayi tertukar kembali bergulir. Kali ini pihak Inspektur Inspektorat Kabupaten Gowa, Chairul Natsir berencana melakukan pemeriksaan terhadap dr Mardina yang sebelumnya menangani proses kelahiran bayi kembar tersebut.”dr Merdiana saat ini sedang berada di Palu. Kami sudah memanggil dr Merdiana untuk dimintai keterangan sekaligus di BAP-kan, mengingat beliau yang terlibat langsung pada proses kelahiran bayi tersebut,” jelas Chairul Natsir.
Chairul menegaskan, tak hanya dr Mardina yang akan diperiksa, semua petugas medis yang terlibat secara langsung pasca kelahiran bayi di RSU Syekh Yusuf Gowa, juga akan diperiksa. Bahkan Chairul berjanji akan menjatuhkan sanksi tegas, jika terbukti ditemukan adanya pelanggaran.
“Kami sangat serius menangani masalah ini dengan langsung menurunkan tim dan jika ada indikasi kelalaian, mereka (petugas medis) akan dikenai sanksi tegas,’’ kata Inspektur.
Seperti diketahui, Kiki (19) melahirkan bayi kembar laki-laki dan perempuan di RSUD Syekh Yusuf Sungguminasa pada Jumat (10/7) melalui proses bedah caesar. Salah satu bayi diduga telah tertukar dengan bayi lain di ruang perawatan bayi.
Chairul Natsir mengatakan, hasil tes DNA atau Deoxyribose Nucleic Acid, hingga kini masih ditunggu. Namun apakah tes DNA itu terbukti atau tidak, paramedis yang terlibat akan dikenai sanksi. ‘
“Tes DNA-nya masih kami tunggu, untuk membuktikan apakah bayi itu tertukar atau tidak,’’ kata mantan Kabag Hukum Setkab Gowa ini.
Lebih jauh, jika hasilnya positif bahwa telah terjadi bayi tertukar di RSU Syekh Yusuf, maka akan dilakukan tes DNA ulang pada bayi perempuan yang lahir saat itu di rumah sakit.
Sementara itu hasil tes DNA yang dilakukan tim DVI laboratorium Forensik Polda Sulsel untuk bayi diduga tertukar di RSU Syekh Yusuf Gowa sudah keluar. Hal itu dibenarkan pihak Labfor Sulsel dikonfirmasi, Minggu (2/8).
Tim kedokteran forensik Polda Sulsel dan Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri, telah mengambil sampel DNA kedua bayi yang salah satunya diduga tertukar pada Jumat (24/7) lalu. Selain kedua bayi, tim DVI juga mengambil DNA pada ibu bayi yakni Kiki serta ayahnya, Fendi.
DNA kedua orang tuan bayi kembar itu turut diambil guna menguji kesamaan DNA dua bayi tersebut. “Hasilnya, kembar identik dan bisa dipastikan bahwa kedua bayi adalah anak Kiki dan Fendi,” ujar Kasat Resrkrim Polres Gowa, AKP Muh Yunus Saputra, kemarin.
Kata AKP Muh Yunus, informasi mengenai hasil tes DNA itu baru didapatkan secara langsung dari Labfor Mabes Polri. “Surat resmi Labfor baru akan dikirim ke Polres Gowa, kemungkinan pekan ini atau awal pekan depan baru ada. Hasil pemeriksaan itu selanjutnya akan dibuatkan surat serah terima,” jelas Kasat Reskrim Polres Gowa.
Hingga saat ini, Kiki masih menginap di rumah sakit. Selain perawatan pemulihan pasca operasi caesar, ibu bayi juga masih dalam proses menyusui kepada dua bayinya secara rutin. Kedua bayi juga sudah dipindahkan dari ruang Perinatologi. Kedua bayi dipindahkan ke kamar perawatan Kiki. (sar-ril/c)

============================

39 CPNS Terima SK

GOWA, BKM — Sebanyak 39 orang CPNS tahun 2014 Pemkab Gowa menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. SK diserahkan langsung Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo, saat apel pagi di halaman kantor Pemkab Gowa, Senin (3/8).
Penyerahan SK CPNS tersebut turut disaksikan Wakil Bupati Gowa, Abbas Alauddin, Sekkab Gowa, H Muchlis dan para pimpinan SKPD dan pegawai lingkup Pemkab Gowa.
CPNS dari formasi umum ini terdiri dari tenaga pendidik sebanyak 22 orang, tenaga kesehatan 11 orang dan tenaga teknis 6 orang yang disebar di berbagai SKPD lingkup Pemkab Gowa.
Di hadapan CPNS yang baru terangkat itu, Ichsan menitipkan pesan agar dapat bekerja dengan baik. “Selamat bertugas dan bekerjalah dengan baik dan disiplin, bekerjalah dengan penuh ketulusan dan keikhlasan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab,” pesan Ichsan.
Seluruh CPNS ini kemudian melaporkan diri masing-masing ke instansi/SKPD dimana mereka ditempatkan untuk memulai melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai CPNS di Pemkab Gowa. (sar-ril/c)
==========================
Kejari Terima Berkas Kasus Penyelundupan BBM

TAKALAR, BKM — Kejaksaan Negri (Kejari) Takalar melalui Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum), Herawati mengaku telah menerima berkas kasus dugaan penyelundupan bahan bakar minyak (BBM).
Berkas kasus dugaan penyelundupan yang melibatkan dua oknum polisi masing masing, oknum anggota Kepolisian Daerah Sulselbar dan oknum anggoat Kepolisian Resort (Polres) Takalar tersebut diterima pihak Kejari, Senin (3/8).
“Kami baru menerima berkas dari tim penyidik kepolisian, terkait dugaan penyelundupan bahan bakar minyak (BBM),” Kata Herawati.
Herawati menjelaskan, dalam kasus ini ditetapkan empat tersangka, dua diantaranya berstatus anggota polisi. Sementara dua lainnya adalah sopir dan kernek. Para tersangka ini akan diproses lebih lanjut agar segera diadili. Herawati mengaku telah telah menyerahkan kasus ini ke kemasing-masing jaksa untuk dipelajari terlebih dahulu.
“Berkasnya sudah saya serahkan ke jaksa masing-masing untuk dipelajari. Tujuannya untuk mengatahui apakah berkas itu sudah lengkap (P21) atau masih perlu dilengkapi. Kalau masih kurang tentu akan dikembalikan ke tim penyidik di Polres,” jelas Herawati.
Sekedar diketahui kasus dugaan penlyelundupan mengemuka satu bulan lalu. Kasus ini berhasil diungkap Tim Reserse Polres Takalar dengan mengagalkan 4 ton BBM jenis solar di Kelurahan Pattallassang, Kecamatan Pattallassang.
Selain mengamankan barang bukti tiga unit mobil dan puluhan ceregen berisi solar. Petugas juga menangkap empat orang pelaku. (ari-ril/c)
===========================
26 Warga Lapas Segera Terima Remisi

TAKALAR,BKM — Dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 70 tahun 2015, sebanyak 26 warga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Takalar akan menerima remisi bebas.
Rencana pemberian remisi bebas mengemuka dalam rapat pemantapan pelaksanaan kegiatan HUT RI yang dipimpin, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Takalar, Nirwan Nasrullah, bertempat di ruang pola kantor Bupati Takalar, dihadiri Dandim 1426, Kapolres, serta para pimpinan SKPD, Senin, (3/8).
Dalam rapat tersebut, para seksi kegiatan menjelaskan satu persatu rencana kegiatan yang akan dilaksanakan untuk memeriahkan HUT RI tahun ini. Berbagai program kegiatan akan dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT RI, diantaranya rencananya pemberian remisi kepada 26 warga binaan Lapas dari 216 orang narapidana.
“Selain remisi, HUT RI nanti juga akan dimeriahkan oleh sejumlah rangkaian kegiatan, diantranya gerak jalan santai, sepeda santai, sepeda ontel, gerak jalan indah yang akan melibatkan unsur pemerintah maupun masyarakat, pemberian zakat dan infaq dengan sasaran masyarakat tidak mampu serta masjid-masjid yang tersebar di 9 kecamatan,” kata Nirwan.
Nirwan mengharapkan, agar perayaan HUT ke 70 RI tahun ini dapat lebih meriah dari tahun sebelumnya. (tom-ril/c)
==============================
Pohon Pisang Ajaib Gegerkan Warga Benteng Somba Opu

GOWA, BKM — Warga yang bermukim di sekitar Benteng Somba Opu digegerkan dengan kehadiran dua pohon pisang yang dinilai berbeda dengan pohon pisang pada umumnya.
Dua pohon pisang yang berdekatan ini merunduk layaknya sedang bersujud. Satu pohon mengarah ke arah barat dan satu lagi mengarah ke timur. Selain itu, masing-masing pohon memiliki tiga jantung dan tandan lebih dari satu.
Pemilik pohon pisang, Abd Latief Dg Selle (45) menjelaskan, salah satu keajaiban yang tercermin pada dua pohon pisang miliknya yakni dua jantung pisang diantaranya bersumber dari satu cabang tungkai dan bersentuhan pada satu pucuk. Dibanding dengan tanaman lainnya, pohon itu memiliki buah beberapa tandang dengan satu jantung, satu tungkai dan satu pucuk. “Tidak biasanya pak ada pohon pisang seperti ini. Warga banyak datang melihat pohon pisang ini. Menurut mereka ciri-ciri pohon pisang beda dengan yang ada pada umumnya,” ujar Latief.
Abd Salam Dg Timung, tetangga pemilik pohon juga mengakui keanegan yang ada pada dua pohon pisang itu. Dia menyimpulkan, dua pohon tersebut adalah jantung pisang yang berlebihan dalam satu tungkai. Tapi tungkai-tungkai tersebut muncul dari pucuk secara wajar.
Dibanding dengan tanaman pisang yang biasa ditemukan, kata dia, tungkainya muncul dari pertengahan batang. Ciri ini biasanya mengandung berkah mistik.
“Tapi gambaran jantung yang berlebihan, kodrat yang membuat perbedaan, keaneka ragaman adalah rahmat yang mendorong tumbuhnya kehendak untuk saling menolong dan saling memerlukan dalam satu rumpun dengan kekuatan yang saling menguatkan,” tutur Salam memaknai keanehan pohon pisang itu. (zai-ril/c)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.