Gojentakmapan

Rombongan Bupati Masuk Jurang, Satu Tewas


GOWA, BKM — Kecelakaan lalulintas terjadi di poros curam Desa Parang Lompoa, Kecamatan Bontolempangang, Kabupaten Gowa, Sabtu (1/8) sekira pukul 12.00 Wita.
Mobil Xenia warna silver yang didtumpangi satu keluarga terjun ke dalam jurang sedalam 200 meter. Akibat peristiwa ini, satu orang meninggal dunia yakni Muh Said, SPd (45). Sementara pengemudi yang tak lain anak dari amlarhum Muh Said, Sahrul (20) bersama Dg Rannu (istri Muh Said)dalam kondisi kritis.
Pasca kejadian, ketiga korban langsung dievakuasi oleh warga. Jenazah Muh Said sendiri langsung diantar warga ke rumah duka. Sedangkan anak dan istri almarhum dilarikan ke RSU Syekh Yusuf Gowa. Satu dari korban, Dg Rannu terpaksa dirujuk ke RSU Wahidin Sudirohusodo Makassar karena mengalami luka parah. Sementara Sahrul menjalani perawtan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Syekh Yusuf.
Ketiganya diketahui satu dari rombongan Bupat Gowa Ichsan Yasin Limpo yang tengah menghadiri acara halal bi halal bupati di Kecamatan Bontolempangan. Saat kejadian, Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo bersama Wakil Bupati Gowa, Abbas Alauddin langsung menuju TKP melihat kondisi korban.
Kepala Dinas Penidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikorda) Gowa, Idris Faisal Kadir yang juga hadir dalam halal bi halal sekalgus dewan pembina Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengaku kalau korban dimana korban Muh Said merupakan anggota PGRI di Kecamatan Bontolempangang. Almarhum selama ini mengajar sebagai guru di salah satu Ssekolah Dasar.
“Setelah menerima informasi kalau ada guru yang juga anggota PGRI Kecamatan mengalami kecelakaan, saya langsung ke rumah sakit untuk melihat kondisi korban,” kata Kadisdikpora.
Camat Bontolempangang, Sadar Ahdar yang dikonfirmasi sore kemarin mengatakan, satu keluarga yang terlibat kecelakaan itu sempat terlihat sibuk mengurus acara halal bi halal bupati. “Acara itu memang sudah selesai sisa acara makan siang bersama pak bupati dan rombongan. Korban saat itu memang lebih awal minta izin meninggalkan tempat kegiatan karena ada pihak keluarganya sedang pesta yang harus dihadirinya segera,” ungkap Sadar.
Lanjutnya, korban bersama istri dan anaknya berangkat dengan tergesa-gesa meninggalkan rumah jabatan camat dimana rombongan bupati masih beristirahat sambil minum kopi usai makan siang bersama. Belum sekitar 30 menit korban pergi, pihaknya menerima kabar dari warga jika korban mengalami kecelakaan. Hingga Minggu kemarin kondisi kedua korban yang selamat sudah mulai membaik. (sar-ril/b)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.