Gojentakmapan

Polisi Buat Lubang Biopori


JENEPONTO BKM — Musim kemarau panjang mulai memberi dampak kepada masyarakat disejumlah daerah di Tanah Air. Salah satu wilayah terparah di Sulsel yang mengalami kekeringan yakni Kabupaten Jeneponto.
Untuk mengatasai krisis air bersih jajaran Kepolisian Resort (Polres) Jeneponto bahu membahu membuat lubang-lubang resapan air atau biopori. Langkah awal pembuatan biopori dilakukan dilingkungan Mapolres Jeneponto sebagai percontohan di wilayah lainnya.
Pembuatan lubang air dipimpin Waka Polres Jeneponto, Kompol M Amin, Jumat (31/7).
Amin menjelaskan, pembuatan biopori sebagai langkah mensiasati kekeringan di Jeneponto, dimana lubang berfungsi untuk menyerap air hujan ke dalam tanah dan tidak mengalir ke saluran pembuangan.
“Lubang biopori nantinya akan berisi udara dan menjadi jalur mengalirnya air. Sehingga air hujan tidak langsung masuk ke saluran pembuangan air, tetapi meresap ke dalam tanah melalui lubang tersebut,” jelas Amin.
Amin juga menyampaikan renacana pembuatan 500 ribu lubang biopori di sejumlah wilayah di Kabupaten Jeneponto. Hal ini juga didasari adanya surat edaran Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (LKH) Jeneponto. “Jadi setiap instansi pemerintah yang ada di Jeneponto kebagian 25 lobang,” kata Amin.
Kegiatan ini, lanjut Amin merupakan bagian dari gerakan yang digalakkan Pemkab Jeneponto dan akan diresmikaan pada Agustus ini.
Amin menjelaskan, bila di setiap halaman rumah, kantor, ataupun bangunan lain di Jeneponto sudah memiliki lubang biopori. Maka volume resapan ke dalam tanah akan semakin banyak.
“Biopori ini bisa menambah cadangan air tanah, mengatasi berbagai dampak genangan air, mengubah sampak organik menjadi kompos, sehingga sedikit banyak mampu mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA),” tutup Amin. (krk-ril/c)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.