Sulselbar

Tembakan Salvo Antar Kepergian Pejuang Luwu


BELOPA, BKM — Usman Marewa, salah satu pejuang di Kabupaten Luwu berpulang ke rahmatullah, Kamis (30/7) pukul 09.300 Wita di kediaman pribadinya Kelurahan Tanamanai, Belopa.
Kabag Humas Pemkab Luwu Anwar Usman yang juga putra bungsu almarhum, menuturkan bahwa sebelum berpulang, ayahnya sempat menjalani perawatan selama seminggu di RSUD Batara Guru Belopa akibat sakit yang dideritanya.
Selama hidupnya, almarhum berkiprah sebagai prajurit TNI di Palopo dengan pangkat terakhir Pembantu Letnan Dua (Pelda). Setelah memasuki masa purnawirawan, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Ranting Belopa.
“Almarhum adalah penerima penghargaan Bintang Gerilya dan penghargaan GOM (Gerakan Operasi Merdeka) dari pemerintah pusat atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas sebagai prajurit TNI, baik di masa perjuangan merebut kemerdekaan maupun setelah kemerdekaan,” kata Anwar Usman di rumah duka, kemarin.
Karena mendapat penghargaan Bintang Gerilya, almarhum kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Jalur Dua Belopa. Pelepasan jenazah dilakukan jajaran TNI dari Kodim 1403 Palopo dalam satu prosesi upacara militer, dari rumah duka di Tanamanai hingga ke TMP. Tembakan salvo mengiringi kepergian almarhum untuk selama-lamanya.
Dalam catatan BKM, Usman Marewa pernah bergabung dengan pasukan Sainendang Jepang. Bahkan pernah berjuang melawan penjajah NICA.
Di zaman perjuangan, almarhum pernah bertugas di Tarumpekae, Kabupaten Wajo. Dia mendapat tugas menghadang pergerakan tentara Jepang saat melakukan invasi ke wilayah Palopo. Saat itu, Usman melaksanakan tugas bersama Andi Tendriadjeng yang merupakan ayah kandung dari mantan Wali Kota Palopo H Pattedungi A Tenriadjeng.
Usman Marewa meninggalkan lima orang anak, tiga putra dan dua putri serta 12 cucu. Pertama kali ia bertugas selaku prajurit TNI pada tahun 1950 dengan pangkat Prajurit Dua (Prada), setelah dilantik usai pendidikan di Kabupaten Bone dan selanjutnya bertugas di Palopo. Almarhum lahir di Belopa 12 Januari 1927.
Bupati Luwu Andi Mudzakkar menuturkan, sosok Usman Marewa patut menjadi teladan bagi masyarakat Luwu. Sebagai prajurit TNI dan pejuang, almarhum konsisten dengan semangat perjuangannya untuk mempertahankan negara ksatuan RI dari serangan penjajah Belanda maupun Jepang.
”Harapan saya kepada keluarga yang ditinggalkan agar tetap tabah dan mendoakan almarhum,” kata Cakka, panggilan akrab Bupati saat melepas jenazah pejuang Luwu tersebut. (wan/rus/c)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.