Metro

Pembantalan KA Ditunda Hingga Hari Jadi Sulsel


MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi menjadwalkan pembantalan kereta api Agustus depan. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo berharap Presiden RI Joko Widodo bisa menyaksikan kegiatan tersebut.
Namun sayang, momen sejarah untuk menghadirkan transportasi kereta api di Sulsel itu diprediksi molor dari jadwal yang telah ditentukan. Pembantalan merupakan cikal-bakal kehadiran rel kereta api di daerah ini.
Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kecil kemungkinan pembantalan dilakukan Agustus ini.
Kehadiran Presiden Joko Widodo awal Agustus di Makassar sesuai agenda, hanya akan menghadiri pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke-47 sekaligus melepas ekspor besar-besaran komoditi andalan Sulsel ke mancanegara.
Dia mengaku tidak ingin kehilangan momen ekspor tiga kali lipat yang akan dilaksanakan 3 Agustus mendatang.
Syahrul menjelaskan, untuk pembantalan kereta api, ditunda dulu mencari momen yang tepat. Salah satunya, pada saat peringatan Hari Jadi Sulsel Oktober mendatang.
“Sisakan juga untuk Hari Jadi Sulsel. Supaya ada kegiatan spesial nanti yang dilakukan,” kata Syahrul di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (29/7).
Molornya jadwal pembantalan KA ini juga diakui oleh Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Masykur A Sulthan.
Dia menjelaskan, penundaan dilakukan karena baru proses penandatanganan kontrak dengan beberapa pemenang tender.
Kalau dipaksakan pembantalan dilakukan Agustus, tak mungkin juga dilakukan karena konstruksi pemasangan relnya belum siap.
“Semua harus siap dulu baru dilakukan pembantalan,” kata Masykur kemarin.
Secara terpisah, Kepala Biro Pemerintahan Umum Asmanto Baso Lewa, mengungkapkan, sampai saat ini, kondisi pembebasan lahan untuk rel kereta api sepanjang 3o km di Kabupaten Barru sudah rampung sekitar 95 persen.
“Masih ada lima persen yang harus diselesaikan,” jelas Asmanto.
Seperti diketahui, pembangunan KA Trans Sulawesi tahap pertama akan dibangun dengan rute Makassar-Parepare dengan panjang jalur KA 145 KM. Ada yang 23 stasiun yang akan dibangun sepanjang jalur tersebut. Diperkirakan untuk menghadirkan moda transportasi rute Makassar-Parepare itu, dibutuhkan anggaran sebesar Rp9,65 triliun. (rhm/war/c)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.