Pilihan Redaktur

Orang Tua Tahu Azis Pernah Pakai Narkoba


SIDRAP, BKM — Penangkapan Azis Laise (43), seorang anggota DPRD Sidrap asal Partai Gerindra dalam kasus penggunaan narkoba jenis sabu-sabu, menjadi pembicaraan hangat di Bumi Nene’ Mallomo.
Apalagi, lokasi penggerebekan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan, Rabu (29/7) sekitar pukul 17.30 Wita berlangsung di Kafe 45 (bukan di salah satu hotel), yang merupakan milik Azis.
Kafe ini berada di Kampung Bojoe, Kelurahan Arawa, Kecamatan Watangpulu, Sidrap. Bahkan ketika diciduk, Azis yang duduk di Komisi III DPRD Sidrap masih mengenakan pakaian kantor berupa safari seragam anggota DPRD Sidrap.
Pengungkapan kasus ini telah mencoreng institusi DPRD Sidrap, sebab ini yang pertama kalinya terjadi sepanjang sejarah DPRD Sidrap.
Azis Laise yang juga anggota Pansus II ditangkap bersama empat rekan wanitanya yang juga pelayan kafe alias pramuria. Mereka adalah Ratna Syam Daeng Amel (31) asal Makassar, Juliyanti Sondak (28) warga asal Bitung Manado, Etry Palaenzi (23) asal Bima NTB dan Suriyani Adam (28) warga jalan Baso Patompo Parepare.
Selain itu, juga ada dua rekan pria Asis Laize. Termasuk kasir Kafe 45, yakni Arhan Wasad (39) dan Asri Sabir (35). Keduanya warga Bojoe, Kelurahan Arawa.
Adapun barang bukti yang berhasil disita dari penangapan yang dipimpin langsung oleh Kabid Pemberantasan Narkotika BNNP AKBP Rosna Tomba itu, yakni empat saset plastik kecil berisikan kristal bening dengan berat 5 gram, dua saset plastik ukuran sedang berisi kristal bening, satu sachet plastik kecil bekas pakai, satu buah dompet kecil warna merah, satu buah bong dari botol air mineral lengkap dengan pirex, dua buah sendok sabu, dua potong pipet plastik kecil ukuran pendek, serta satu buah HP Samsung Duos warna putih.
Selain itu juga ada 1 buah HP Samsung warna hitam, 1 buah hard disc eksternal merek Toshiba warna hitam, 1 buah dompet kulit warna cokelat tua, 1 buah kartu ATM Mandiri dan 1 buah kartu ATM BRI.
Saat penggerebekan berlangsung, tim BNNP mendapat pengawalan ketat dari personel gabungan Resmob, Brimob Polda Sulselbar yang dipimpin Kanit I Subden Resmob Ipda Warman.
Kapolres Sidrap AKBP Anggi Siregar membenarkan adanya penangkapan sejumlah warga Sidrap itu. Satu dari tujuh yang tertangkap itu merupakan oknum anggota DPRD, Sidrap dari Partai Gerindra Azis Laise.
“Iya, memang ada tim BNNP yang datang melakukan penggerebekan di lokasi itu. Kami sangat mengapresiasi atas pengungkapan aksus ini di wilayah hukum Polres Sidrap, karena sebelum turun tim sudah koordinasi dengan kita,” ungkap Anggi saat dikonfirmasi di kantornya, Kamis (30/7).
Terpisah, sejumlah kolega Azis di DPRD Sidrap prihatin dan penyesalkan peristiwa ini. Di mata rekan-rekannya, Azis merupakan anggota dewan yang rajin dan banyak bergaul.
“Kami sama sekali tidak tahu kalau dia pengguna narkoba. Dia itu orangnya rajin mengikuti agenda pertemuan dan rapat DPRD. Kami sangat prihatin dengan kejadian ini,” kata Sudarmin Baba, anggota DPRD Sidrap yang diamini H Ibrahim, Ketua Badan Kehormatan (BK).
Hal senada dilontarkan Ketua DPRD Sidrap H Zulkifli Zain. Dia turut menyayangkan adanya dewan yang ditangkap sedang pesta sabu-sabu.
“Kami sedih dengan keterlibatan beliau. Karena kami tahu dia itu anggoata yang rajin masuk kantor dan mengikuti rapat. Soal statusnya, kami serahkan ke proses hukum dan internal partainya,” lontar H Pilli, sapaan akrab Zulkifli, kemarin.
Sekretaris DPC Gerindra Sidrap Abdul Rahim Tang juga kaget atas penagkapan salah satu kader Gerindra dari dapil III Sidrap ini, yang meliputi Kecamatan Watangpulu, Tellu Limpoe dan Panca Lautang.
“Kami sudah diberitahu. Kami kaget, kenapa bisa kader kami ditangkap. Tapi semuanya kita serahkan ke proses hukum,” ujar Abdul Rahim melalui telepon selularnya, kemarin.
Soal sanksi selaku anggota DPRD dan kader Gerindar, kata Abd Rahim, pihaknya akan melakukan rapat internal pengurus DPC Gerindra Sidrap. “Itu akan kita bahas. Kalau terbukti, sudah pasti akan dipecat dan dilakukan PAW (Pergantian Antar Waktu),” tegasnya.
Hal senada disampaikan Ketua BK DPRD Sidrap H Ibrahim. Menurutnya, BK akan bertindak jika sudah ada surat yang ditembuskan ke pimpinan DPRD terkait status Azis Laise selaku anggota dewan.
“Tetap kita mengacu pada Tatib DPRD. Juga keputusan internal partainya. Kalau sudah ada suratnya, akan langsung kita tindaklanjuti sesuai aturan yang ada,” tandasnya.
Ketua Gerindra Provinsi Sulsel H La Tinro La Tunrung, menyesalkan adanya legislator Gerindra di Kabupaten Sidrap yang ditangkap dalam kasus narkobba. Menurutnya, kasus ini sangat merugikan partai.
Mantan Bupati Enrekang ini telah memerintahkan DPC Gerindra Sidrap untuk membuat kronologis kasusnya, lalu dilaporkan ke provinsi. Selanjutnya Gerindra Sulsel akan meneruskannya ke pusat untuk segera ditindaklanjuti dengan memberikan sanksi.
”Sanksi terhadap kader Gerindra yang terlibat dalam penggunaan narkoba adalah pemecatan,” tegas La Tinro, yang saat dihubungi melalui telepon selulernya, kemarin sedang berada di Jakarta.
Kepala Badan Kesbanglinmas Sidrap Makmur, menambahkan Kafe 45 tidak memiliki izin operasional sejak didirikan dua tahun silam. “Memang benar Azis Laise pemilik Kafe 45 yang berada di perbukitan Bojoe itu. Tapi laporannya bersama 30 usaha THM lainnya di Sidrap sama sekali belum mengantongi izin resmi dari pemerintah. Kecuali 12 kafe yang punya rekomendasi namun sudah berakhir masa berlakunya,” ungkap Makmur, diamini Kasat Intelkam Polres Sidrap AKP Agustinus Lumbah.
Kapolres AKBP Anggi N Siregar menjelaskan, pihaknya akan mendata lebih dulu usaha THM yang tak punya izin, dan selanjutnya akan dilakukan penertiban dan operasi. “Kalau sudah akurat datanya, barulah akan kita turun melakukan razia skala besar-besaran dalam waktu secepatnya,” tandasnya.
Direktur Eksekutif LSM Sidrap Institute of Publik Monitoring (SIPM), Umar Usman mengatakan, kasus seperti ini merupakan conoth yang tidak baik. Karena sudah merusak citra sebagai anggota dewan dan masyarakat Sidrap secara umum. Diapun sanagat menyesalkan terntangkapnya oknum anggota DRPD Sidrap yang diduga berpesta sabu dengan teman pria dan wanitanya itu.
”Ini preseden buruk. Kami dorong pemerintah daerah untuk melakukan test urine terhadap PNS, terutama pejabat publik dan legislator,” lontar Usman.
Hal senada dilontarkan Kasat Korcab Banser NU Sidrap Ikhsan Jafar. Dia mengapresiasi keberhasilan mengungkap kasus ini. Karena itu, Banser NU Sidrap meminta dengan tegas kepada aparat penegak hukum agar melakukan proses hukum dan tidak mengecualikan siapapun pejabat yang terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Tak terkecuali anggota DPRD.
Sementara itu, penangkapan Azis Laise membawa duka dan kesedihan di kalangan keluarga besarnya. Sebab Azis merupakan putra seorang tokoh masyarakat Tolotang dan pengusaha jual beli sapi potong di kampungnya.
Semua keluarga, termasuk istri dan kedua orang tua Azis Laise terpukul atas kejadian ini.
“Saya yakin, Pak anak saya saya dijebak,” begitu pengakuan Wa Laise, ayah Azis yang diamini istrinya I Tang saat BKM bertandang ke kediaman pribadinya di Bojoe, kemarin.
Di mata keluarganya, Azis Laise yang merupakan anak ketiga dari enam bersaudara itu adalah pekerja ulet dari usaha peternakan ayam, sapi dan sawah milik orang tua. Dia juga merupakan juragan tanah di Watangpulu.
“Saya tahu dia pernah gunakan barang haram itu. Bahkan saya sering usir dia kalau memang masih menggunakan narkoba itu jauh sebelum menjadi anggota DPRD. Tapi setahu saya dia sudah tidak menggunakannya lagi. Makanya, saya sebagai orang tua yakin anak itu dijebak oleh teman-temannya,” ujar I Tang, yang diamini istri Azis Laise, Wiwi.
Sebagai orang tua yang masih sayang anaknya, keduanyapun berharap kasus yang menimpa Azis segera berakhir dan tidak terbukti serta dilepaskan dari jeratan hukum.
“Saya harap anak saya tidak terbukti menggunakan narkoba. Tolong dilepaskan jika tak terbukti. Dia masih memiliki tanggung jawab tiga cucu kami, yang masih butuh kasih sayang orangtuanya,” kata I Tang dengan penuh harap. (ady/rus/a)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.