Sulselbar

31 Calon Komisioner KPID Usai Jalani Psikotest


MAMUJU, BKM — Hari kedua pelaksanaan ujian psikotest bagi calon komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulbar, Rabu (29/7), sebanyak 31 calon komisioner diuji menggambar pohon. Pembantu Dekan II Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM) yang memimpin tim ujian psikotest, Widyastuti, mengatakan, pada tahapan ini para calon anggota KPID ini melalui serangkaian ujian, mulai mengerjakan soal numerik atau hitungan bersusun hingga ujian kemampuan menggambar pohon.
Pada ujian psikotest yang berlangsung sejak pagi dan berakhir jelang sore, para peserta mulai test dengan mengerjakan lembaran soal pemilihan gambar yang dinilai paling cocok. Selain itu, peserta juga mengerjakan soal yang cukup menantang, yakni menghitung cepat angka bersusun. Widyastuti meminta agar peserta menggambar pohon yang diminta hanya pohon yang berkambiun, bukan pohon seperti pohon pepaya, pohon bambu dan pohon kapuk.
”Test menggambar pohon ini untuk menguji kemampuan calon komisioner memahami lingkungan sekitar. Secara umum soal yang kita ajukan ini mudah dan menyangkut kehidupan sehari-hari. Tujuannya para komisioner teruji mengambil keputusan cepat, tepat dan tahan terhadap tekanan,” kata Widyastuti.
Berbeda dengan test ujian tulis dimana dua orang pendaftar KPID tidak hadir, pada ujian psikotest, semua pendaftar tersisa yakni 31 orang hadir.
Setelah ujian psikotest, para calon komisioner KPID Sulbar akan mengikuti tahapan seleksi wawancara di kantor DPRD Sulbar. Sementara itu, Sekretaris Tim Seleksi KPID Sulbar, Farhanuddin, menjelaskan, pada tahapan terakhir ujian kompetensi, para peserta akan mengkikuti tahapan ujian wawancara.
Menurut Farhan yang juga dosen Fisipol Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), pada tahapan wawancara akan digali dan diuji tentang pemahaman para calon mengenai visi misi yang akan dilakukan bila terpilih sebagai anggota KPID Sulbar. ”Para calon sudah menyerahkan visi misi dalam bentuk makalah saat pendaftaran. Ini tentu akan menjadi salah satu bahan ujian wawancara,” kata Farhan. (*mir)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.