Metro

1.200 Penggembira dari Banten dan Jakarta Tiba


MAKASSAR, BKM — Kader Muhammadiyah dari berbagai provinsi di tanah air yang akan mengikuti Muktamar mulai berdatangan di Kota Makassar, tempat perhelatan akbar itu digelar.
Menurut rencana, Jumat (31/7) hari ini, sekitar pukul 17.00 wita, sekitar 1.200 rombongan penggembira dari Provinsi Banten dan sebagian DKI Jakarta akan tiba di Pelabuhan Soekarno-Hatta menggunakan kapal laut KM Tidar.
Menurut salah seorang Humas Muktamar Muhammadiyah ke-47, untuk para kader yang datang dari berbagai daerah, pihaknya sudah menyiapkan pondokan di tiga kabupaten/kota, yakni Makassar, Maros, dan Gowa.
Selain hotel dan penginapan, peserta dan penggembira muktamar akan nginap di pondokan atau rumah-rumah warga.
Untuk sementara, di wilayah Kecamatan Makassar ada tiga lokasi pemondokan disiapkan untuk rombongan dari Provinsi DI Jogyakarta di Kelurahan Maccini. Rombongan Kalimantan Selatan ditempatkan di Kelurahan Bara Baraya, sementara Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah di Kelurahan Lariang Bangi.
Menggunakan momentum Muktamar Muhammadiyah,
Aisyiyah akan meluncurkan Perangko Satu Abad ‘Aisyiyah.
Menurut salah seorang tim Media Centre Muktamar ‘Aisyiyah, Hajar Nur Setyowati, perangko Satu Abad Aisyiyah diluncurkan atas kerjasama Aisyiyah dengan PT POS Indonesia.
Menurut Lathifah Iskandar, Panitia Internal Muktamar Aisyiyah, perangko sengaja dipilih untuk menandai usia Satu Abad Aisyiyah.
“Filateli merupakan jaringan internasional yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan Aisyiyah pada dunia,” jelasnya, Kamis (30/7).
Dia melanjutkan, dari perangko pula, Aisyiyah dapat menerakan rekam jejak perjalanannya dalam sejarah.
Lathifah menambahkan, nantinya PT POS akan menerbitkan tiga desain perangko Satu Abad Aisyiyah yang akan diluncurkan pada Tabligh Akbar Aisyiyah yang berlangsung 3 Agustus di Balai Prajurit M. Jusuf, tempat berlangsungnya Muktamar. Ketiga desain perangko tersebut akan menggambarkan kiprah Aisyiyah seperti dalam penyelenggaraan Kongres Perempuan Indonesia I tahun 1928. Kiprah Aisyiyah di bidang kesehatan, bidang pendidikan, bidang sosial, kesejahteraan, ekonomi, dan bidang-bidang lainnya yang memang melekat sebagai bagian dari gerakan Aisyiyah.
Peluncuran perangko “Satu Abad Aisyiyah Muktamar 47” ini kembali mengingatkan publik pada sejarah awal Muhammadiyah yang mengeluarkan perangko pada penyelenggaraan Kongres Muhammadiyah atau yang kini dikenal dengan istilah Muktamar Muhammadiyah. Bukan hanya dalam penyelenggaraan Kongres, Muhammadiyah juga mengeluarkan Franco Amal yang digunakan sebagai media fund raising bagi kegiatan dakwah organisasi. Digunakannya perangko yang biasa dipakai untuk keperluan surat menyurat sebagai bagian dari kultur Muhammadiyah pada masa awal abad XX sebelum negara Indonesia lahir menandakan karakter Muhammadiyah sebagai organanisasi modern yang maju dengan para pegiat Muhammadiyah yang banyak berasal dari kalangan terdidik saat itu.

Siapkan Kuliner Khas Makassar

Sementara itu, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar menjadikan Muktamar Muhammadiyah sebagai ajang promosi pariwisata Kota Makassar.
Promosi pariwisata tersebut dilakukan dengan memutar film dokumenter mengenai kegiatan disparekraf kota Makassar disetiap Hotel penginapan peserta.
” Jadi kita kerjasama dengan pihak Hotel (Penginapan peserta Muktamar) untuk memutar rekaman CD pariwisata misalnya di ruang lobi,”kata Kadisparekraf, Rusmayani Madjid.
Dalam film dokumenter atau film pendek pariwisata tersebut memuat tentang objek-objek menarik yang ada di kota Daeng ini.
Disinggung mengenai promosi kuliner, Rusmayani menambahkan pihaknya siap menjamu peserta Mukatamar dengan makanan khas Makassar seperti coto Makassar, Konro, songkolo Bagadang dan berbagai kue tradisional. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada para penggiat kuliner untuk memberikan pelayan terbaik.(rhm-man/war/b)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.