Headline

Mabes Sita 14 Dokumen di Rumah Pejabat Pemprov


MAKASSAR, BKM — Tim Penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri berhasil menyita 14 dokumen di rumah pribadi, Jamhir S di Jalan Bau Mangga II No 4, Makassar, Rabu (29/7). Penggeledahan ini terkait kasus dugaan pemerasan pada pembangunan Pelabuhan Garongkong oleh Bupati Barru, Andi Idris Syukur yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Jamhir diketahui salah satu mantan pejabat di Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel. Menurut penyidik Bareskrim, polisi menggeledah rumah Jumhur karena berdasarkan temuan dokumen yang disita di kantor dan rumah jabatan (rujab) Bupati Barru, disebut-sebut sebuah perusahaan yang beralamat di rumah Jamhir.
Memang, sebelumnya penyidik Mabes Polri telah menggeledah ruang kerja kantor Bupati Barru Idris Syukur, Selasa (28/7) siang hingga malam.
Untuk mencari bukti-bukti yang lain, penggeledahan dilanjutkan ke rumah Jamhir kemarin. Ia diduga kuat mengetahui dugaan tindakan pemerasan yang dilakukan Idris Syukur.
Penggeledahan ini dijaga ketat kepolisian dari tim Gegana Brimob Polda Sulselbar dengan menggunakan senjata laras panjang.
Para tetangga Jamhir kaget dengan kedatangan Tim Gegana bersenjata laras panjang memasuki kawasan Jalan Bau Mangga II. Asriadi tetangga Jumhur mengaku kaget menyaksikan ada dua mobil Toyota Avanza putih dan merah maron dikendarai orang berbaju sipil dengan kawalan mobil barakuda milik Pasukan Gegana.
Menurut Asriadi yang pensiunan PLN, ia tinggal di Jalan Bau Mangga II sejak tahun 70-an. Dirinya sudah lama bertetangga dengan Jamhir, tetapi tidak pernah bertegur sapa karena Jamhir termasuk orang yang tertutup. “Seperti Anda saksikan sendiri, pagarnya saja dikelilingi kawat berduri. Pak Jamhir itu hanya saya kenal nama dan wajahnya. Tetapi tidak pernah bergaul dengan tetangga. Saya juga tidak tahu kenapa ada penggerebekan di rumah milik pejabat Dishut tersebut,” kata Asriadi.
Tetangga dekat lain Jamhir bernama Takbir juga menceritakan kalau sosok Jamhir itu tertutup dan tidak pernah bergaul dengan tetangganya. “Kami juga tidak kenal karena kita jarang bertemu. Mungkin karena kesibukannya sebagai pejabat atau karena memang orangnya yang tertutup. Yang jelas senyum saja ke tetangga saat melintas jarang dilakukan,” katanya.
Sriyadi, salah seorang warga yang tinggal tepat di depan rumah Jamhir yang juga tangan kanan Idris Syukur menuturkan, bahwa pemilik rumah jarang ada disitu.
“Sebelumnya saya yang jaga tanah itu. Itu sebelum rumahnya didirikan. Pemiliknya namanya Jamhir, salah satu kepala bidang di Dinas Kehutan Sulsel,” katanya.
Sementara itu, Kepala Unit V Subdit 2 Tipikor Mabes Polri, AKBP Syamsubair kepada wartawan usai melakukan penggeledahan menjelaskan, rumah ini digeledah karena disebut sebagai alamat kantor CV berinisial KM, yang merupakan rekanan penerima sumbangan dan pungutan pihak ketiga penggunaan pelabuhan Garongkong. “Kami menyita, 3 alat komunikasi (HP), 2 stempel perusahaan dan sisanya surat perjanjian perusahaan. Total dokumen ada 14 dokumen,” kata Syamsubair.
Pengeledahan yang dilakukan, kata Syamsubair, terkait kasus dugaan korupsi yang melibatkan Idris Syukur. Dimana Indris Syukur saat ini sudah jadi tersangka.
“Penggeledahan ini setelah kita kembangakan dokumen yang disita di Barru. Mengenai pemilik CV-nya masih kita dalami. Dua tempat sebelumnya, di Kantor Bupati Barru, penyidik menyita 19 dokumen dan di rumah jabatan bupati ada 3 dokumen,” ungkapnya.
Mengenai pemeriksaan tersangka, Syamsubair menuturkan Jumat ini, Idris Syukur yang kembali mencalonkan sebagai Bupati Barru akan kembali menjalai pemeriksaan.
Terkait calon tersangka lainnya, penyidik belum bisa memastikannya. “Nanti kita lihat hasil penyidikan dan pengembanganya,” ungkapnya.
Sehari sebelumnya, penyidik juga telah menyita satu unit mobil yang dipakai anak Idris Syukur, Andi Mirza Riogi yang diduga hasil pemerasan. Mobil tersebut, diberikan oleh salah satu perusahaan, terkait perizinan usaha pertambangan di Kabupaten Barru.
Selain dua kasus tersebut, penyidik Bareskrim juga mengincar kasus lain yang diduga dilakukan oleh besan Wakil Gubernur ini, yaitu kasus pasar sentral Barru. Meskipun telah ditetapkan tersangka, mantan Kadis Kehutanan Sulsel tetap diterima sebagai calon bupati oleh KPU Barru.(mat-udi/maf/b)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.