Metro

Ical Imbau MOS Dilakukan Santun


MAKASSAR, BKM– Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal mengeluarkan imbauan kepada seluruh sekolah disemua tingkatan dari SD hingga SMA, SMK untuk tidak menggelar kegiatan masa orientasi siswa (MOS) yang berujung kekerasan.
“Saya rasa tidak adami aksi perpeloncoan. Karena memang sama sekali tidak dibenarkan. Ada model MOS bersama yang diharapkan masing-masing sekolah mengadopsi sesuai dengan kondisinya. Utamanya mengedepankan aspek pemahaman lingkungan strategis di sekolah masing-masing secara santun dan terpelajar,”ujar Deng Ical sapaan akrabnya, Senin (27/7).
Sementara itu, sejumlah sekolah mulai melaksanakan MOS dengan berbagai kegiatan, kemarin. Seperti halnya di SMPN 33 Makassar yang mengajak siswa baru berkeliling di lingkungan sekolah untuk memperkenalkan semua ruangan termasuk fungsinya masing-masing. Didalam ruangan, Gerterida yang juga Panitia MOS mengatakan, pelaksanaan MOS untuk SMPN 33 dilaksanakan selama tiga hari yang dimulai sejak Senin 27-29 Juli mendatang dengan memberikan beberapa materi dan tata tertib siswa.
“Siswa baru dari perempuan harus menggunakan pita berwarna merah dan putih untuk mengikat rambutnya, sedangkan yang memakai jilbab memasangkan pita yang sama di atas jilbabnya. Sedangkan untuk siswa baru laki-laki harus berpenampilan rapi dengan memotong rambutnya secara plontos dan memakai dasi berwarna merah dan putih,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk menambah keunikan didalam melaksanakan MOS, peserta juga diminta mempersiapkan perlengkapan MOS seperti tongkat yang di cat berwarna putih dengan memasangkan bendera merah putih, dan membuat gantungan selembar karton yang diikat di leher dengan menuliskan nama dan gugus ruangannya didalam karton sebagai identitasnya.
“MOS dimulai pukul 07:00 sampai 12:00 Wita didampingi 45 panitia. Kami lebih banyak memberikan materi dan diskusi bersama didalam ruangan agar peserta MOS dengan cepat dapat menjalin keakraban, baik diteman barunya ataupun di kakak kelasnya,” ucapnya.
Nur Asia Maharani (12) salah satu peserta MOS mengatakan, begitu senang bisa cepat akrab dengan teman barunya dan juga kakak kelasnya di lingkungan sekolah. Suasana yang sama juga berlangsung di SMKN 6 Makassar, Jalan Landak Baru. Di sekolah tersebut, MOS dilaksanakan mulai pukul 07.00 hingga 14.00 Wita.
Dalam kegiatan MOS, peserta dibekali dengan materi-materi pengenalan lingkungan, sarana belajar dan Estrakulikuler. Selain itu, Peserta juga dibekali dengan materi akan bahaya HIV/AIDS serta tata tertib lalu lintas yang dibawakan langsung oleh pihak kepolisian.
Siswa baru yang berjumlah 382 orang dan tergabung dalam jurusan Tata Boga, Perhotelan, Tata Busana, Tata Kecantikan dan Akuntansi tersebut diwajibkan menggunakan seragam putih abu-abu dan tanda pengenal (papan nama) serta pita.
Peserta dibagi menjadi delapan gugus dan masing-masing gugus terdiri dari 49- 50 orang.
Untuk membedakan masing-masing gugus tersebut, peserta menggunakan pita sesuai yang ditentukan yakni pita ungu, coklat, biru, merah, hijau, kuning, orange, pink. Pita tersebut dijadikan pengikat rambut untuk perempuan yang tidak menggunakan jilbab dan dijadikan bando bagi yang mengenakan jilbab.
Untuk laki-laki, pita tersebut diikat dilengan masing-masing dan untuk konsumsi ditanggung sendiri peserta. Ada yang membawa gula-gula yang dibuat kalung dan pengikat pinggang.
Terpisah, anggota DPRD Kota Makassar berjanji turun melakukan pemantauan pelaksanaan MOS, besok (hari ini-red), Selasa (28/7), yang digelar serentak di Lapangan Karebosi.
Ketua Komisi D, Mudzakkir Ali Djamil mengaku, dia bersama legislator lainnya merencanakan melakukan pemantau pembukaan MOS tersebut.
Menurut Mudzakkir kegiatan yang dilakukan Wali Kota Makassar dengan menggelar pembukaan mos di Lapangan Karebosi sangat baik, guna menghindari tindak kekerasan di sekolah.(man-arf-ita/war/c)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.