Metro

Danny Telusuri Anggaran Midlle Ring Road


MAKASSAR, BKM –Terbengkalainya pembebasan lahan di proyek middle ring road atau jalan lingkar tengah yang menghubungkan Jalan Perintis Kemerdekaan- Dr Sutami, mulai menarik perhatian Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.

Danny sapaan akrabnya berjanji akan menelusuri pembayaran ganti rugi lahan yang diduga tidak sampai ke pemilik lahan.
“Saya sempat mendengar kalau ada oknum tertentu yang diduga bermain dalam proses pembayaran tersebut. Bahkan, saya dengar ada beberapa uang ganti rugi yang tidak sampai ke tangan pemilik lahan, termasuk adanya ketidaksesuaian antara yang masuk dalam daftar kontrak dengan yang diterima alias dipotong,”ujar Danny kepada wartawan di Balai Kota, Senin (27/7).
Ia pun secara tegas akan menelusuri dugaan penyimpangan tersebut. “Saya akan telusuri, baru diklarifikasi langsung,”tegas Danny.
Mantan Konsultan Tata Ruang Pemkot Makassar ini juga menegaskan jika ada pemilik lahan yang belum menerima pembayaran ganti rugi lahan bukan kesalahan pemerintah. “Kalau ada yang tidak sampai berarti bukan kesalahan pemerintah, karna pembayaran tersebut di ditransfer langsung ke pemilik lahan,” tuturnya.
Sebelumnya, Bagian Pertanahan Kota Makassar akan mengusulkan anggaran tambahan untuk proses pembebasan lahan midlle ring road sekitar Rp30 hingga Rp40 miliar di angaran pendapatan belanja daerah (APBD) Perubahan Tahun 2015. Hanya saja, usulan tersebut belum diserahkan ke dewan.
Meski begitu, Komisi A Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Kota Makassar tetap optimis Pemkot Makassar mampu menuntaskan pembebasan lahan yang dinilai telah mengatung selama 10 tahun lamanya.
“Wali Kota Makassar tengah merampungkan pembebasan lahan. Tahun ini kita harapkan pembebasan lahan telah tuntas dibayarkan. Tapi kita tunggu dulu hasil penambahan anggaran pembebasan lahan yang diusulkan Bagian Pertanahan,”kata Ketua Komisi A, Abdul Wahab Tahir, kemarin.
Wahab menuturkan, berapa pun nilai yang diajukan oleh pemkot dalam hal pembebasan lahan akan diperjuangkan di Badan Anggaran DPRD, asalkan mereka benar-benar bekerja serius. Keberadaan jalan tengah, ujar Wahab, sudah mendesak mengingat volume kendaraan di Kota Makassar sudah meningkat dan saat ini kemacaten sudah parah.
“Seluruh warga pastinya berharap jalan lingkar tengah difungsikan secepatnya untuk mengurai kemacaten. Selain itu, dewan khawatir anggaran untuk pembangunan senilai Rp800 miliar ditarik oleh pusat karena dinilai terbengkalai,”ujarnya.
Wahab menambahkan, pembebasan lahan tidak akan mengalami hambatan yang substansial, sebab anggaran yang disediakan untuk pembebasan jalan seluas 3,7 kilo meter pada sesi pertama telah tersedia senilai Rp275 miliar khusus Jalan Perintis Kemerdekaan tembus Jalan Borong. Sedangkan sesi kedua yakni Jalan Sultan Alauddin hingga Jalan Perintis Kemerdekaan akan dianggarakan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.
Terpisah, Asisten III Bidang Keuangan dan Aset Pemkot Makassar, Burhanuddin optimis jika penyerapan anggaran sebesar Rp14 miliar untuk pembebasan lahan midlle ring road oleh bagian keuangan akan terealisasi sebelum pembahasan anggaran perubahan tahun ini.
“Kita upayakan serapan anggarannya maksimal, sebab anggaran tambahan yang akan diajukan dilihat dari belanja anggaran pokok. Adapun realisasi pembebasan lahan saat ini sudah mencapai kisaran 70 persen,” ucapnya.(man-ita/b)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.