Headline

Raih Beasiswa di Ladtrobe, Pentas Pantomim di Maple Premier School


Kecintaan lelaki yang akrab disapa Andi Aetal ini pada dunia seni melahirkan prestasi demi prestasi baik berskala lokal maupun nasional. Namanya pun meninggalkan banyak jejak di berbagai komunitas seni di daerah ini.

LAPORAN: Rahma Amri

Tahun 1988, waktu itu masih tercatat sebagai mahasiswa baru di Universitas Negeri Makassar (UNM) yang waktu itu masih bernama IKIP Ujung Pandang, dia merintis pendirian Teater Sera. Masih pada tahun yang sama, dia dipercaya menyutradarai naskah Abu B Soelarto sekaligus menjadi pemeran dalam lakon tersebut dan dinobatkan menjadi aktor terbaik.
Di bidang seni tari, sejak 1989, Andi Aetal bergabung dengan grup Latar Nusa pimpinan Halilintar Latif. Dia juga bergabung di gedung kesenian. Tampil sebagai penari dan aktor di berbagai pertunjukan. Termasuk bermain teater di Bumi Langit Cinta asuhan Ishak Ngeljeratan.
Wajahnya pun kerap eksis tampil di acara Gatra Kencana TVRI Ujung Pandang.
Dia juga pernah mengecap dunia broadcasting dengan menjadi penyiar di Radio Pendidikan 89,9 FM.
Tahun 1993, membentuk komunitas Sanggar Seni Matahari Makassar yang menjadi cikal bakal lahirnya Talas Unismuh, Teater Esa. Dia juga menjadi perintis lahirnya Teater Gerhana Bengkel Sastra, Titik Dua UNM, serta Lembaga Seni Tana Ugi dan Teater Badai Unismuh.
Tahun 1999, Andi Aetal dipercaya mewakili Sulsel di Peksiminas Nasional di Surabaya dan keluar sebagai Juara 3 lomba baca puisi.
Tidak hanya berkiprah di dalam negeri, lelaki berambut gondrong ini juga berbicara di pentas internasional. Waktu mendapat beasiswa mengajar di Ladtrobe University, dia sempat pentas di sejumlah tempat di sana.
Pernah melakukan pantomim di Maple Premier School, Symphoni Kecapi di Kedutaan Besar Indonesia di Canberra, dan menggelar atraksi Pa’raga.
Raihan prestasi yang disandangnya tak terhitung lagi banyaknya. Andi Aetal tidak hanya menjadi langganan juara, tapi juga mengantar banyak orang menjadi juara.
Pernah, pada tahun 2001, dia mengkoordinir anak-anak SMA Muhammadiyah 1 ikut lomba seni di Universitas Atmajaya. Hasilnya, sekolah tersebut menjadi juara umum dengan menyabet delapan medali emas.
Pada tahun 2006, dia membentuk grup lawak Karbit yang ikut audisi pelawak di salah satu TV swasta.
Dia juga pernah ditunjuk Chaerul Umam dan Neno Warisman menjadi tutor akting calon pemeran Ketika Cinta Bertasbih yang melahirkan Andi Arsil sebagai aktornya.
Dia mengaku seni mengajarinya untuk bisa beradaptasi di lingkungan mana saja. Bisa berkomunikasi dengan siapa saja.
“Seni mengajari saya menjadi manusia ideal,” pungkasnya. (b)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.