Kriminal

Polda Belum Jadwalkan Pemeriksaan Brigpol Haeruddin


MAKASSAR, BKM — Kepolisian Daerah (Polda) Sulselbar, belum jadwalkan pemeriksaan terhadap Brigpol Haeruddin, terkait kasus penembakan Eva (30) istrinya oleh Pls anak kandungnya sendiri.
Setelah sempat dirawat selama dua hari akhirnya Eva akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di ruang ICU RS Wahidin Sudirohusodo, Kamis (23/7) sekitar 20.30 Wita.
“Tadi malam korban meninggal dunia dan jenazah korban sudah dibawah ke Pangkep untuk disemayamkan,” kata Kabid Humas Polda Sulselbar, Frans Barung Mangera, saat dikonfirmasi, Jumat (24/7).
Frans mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menentukan jadwal pemeriksaan terhadap Brigpol Haeruddin, pemilik senjata api yang digunakan anak kandungnya menembak pelipis sang istri. “Dia kan masih dalam suasana duka, sehingga belum bisa dilakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan,” kata Frans. Namun Frans tak menampik jika pihaknya tetap melakukan pemeriksaan terhadap Brigpol Haeruddin.
Frans menuturkan, dalam situasi ini pihak Polda sangat memahami kondisi Brigpol Haeruddin yang kini masih diselimuti suasana duka. Untuk itu Polda harus menyampingkan, proses hukum demi kepentingan yang lebih besar.
“Tidak mungkin dong kita akan melakukan penahanan dan pemeriksaan kalau dalam situasi seperti ini, ditambah lagi dengan kondisi anaknya yang masih syok usai menembak ibunya,” tukas Frans.
Sekedar diketahui peristiwa penambakan terajdi di Desa Tamangapa Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep. Bocah berusia 12 tahun tanpa sengaja menembak ibunya saat sedang menyiapkan makan malam untuk suami dan anak-anaknya, Senin (20/7) malam.
Saat itu, Pls, sang bocah mengambil pistol milik ayahnya yang diletakkan di atas meja. Pls kemudian menuju dapur seraya memainkan pistol di depan ibunya. Tanpa sengaja, bocah yang duduk di Kelas VI Sekolah Dasar ini menarik pelatuk pistol. Tak pelak, pistol pun meledak dan pelurunya mengenai dahi Eva. Suara letusan keras membuat warga sekitar kaget. Mereka pun berbondong-bondong menuju ke rumah korban. Apalagi pada saat bersamaan, suami korban Bripka Haeruddin juga berteriak minta tolong.
Eva yang tersungkur bersimbah darah dilarikan warga ke Rumah Sakit Umum Daerah Pangkep. Namun karena pelaratan medis yang terbatas, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo untuk mengeluarkan peluru yang bersarang didahinya. (mat-ril/b)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.