Headline

Pemprov Jual Kawasan Karst Rammang-rammang


MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dibudpar) Sulsel memperkenalkan destinasi atau wisata baru di Sulawesi Selatan, yakni kawasan Karst Rammang-rammang di Kabupaten Maros.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Jufri Rahman menjelaskan pihaknya mengemas satu event bertajuk Rammang-rammang Full Moon Festival yang akan digelar 4-5 Agustus di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros.
Jufri mengemukakan, kawasan Karst Rammang-rammang sangat layak dijual sebagai destinasi baru di Sulsel karena memiliki sejumlah keunggulan dibanding kawasan karst lain di dunia.
Dia menjelaskan, jenis karst di kawasan tersebut adalah Karst Menara yang hanya ada tiga di di dunia. Dua lainnya ada di Vietnam dan China.
Selain itu, kondisi bentang alam di kawasan Karst Rammang-rammang cukup subur dan terdapat aliran Sungai Pute dengan lebar 2-40 meter.
“Kawasan karst yang dialiri sungai hanya dua di dunia yakni Karst Quilin di Vietnam dan Rammang-rammang,” kata Jufri pada Jumpa Pers yang digelar di Gedung Mulo Makassar, Jumat (24/7).
Full Moon Festival digelar dengan konsep pendekatan berbasis masyarakat dengan memaksimalkan peran serta masyarakat.
Sejumlah elemen masyarakat dilibatkan mulai komunitas fotografer, komunitas lukis, penulis pariwisata (blogger), komunitas lingkungan, masyarakat adat, dan komunitas katinting.
“Seluruh pelaku pariwisata di Sulsel mulai dari ASITA, PHRI, dan HPI,” ungkap Jufri.
Dia berharap Rammang-Rammang Full Moon Festival diharapkan bisa menjadi event tahunan dan menjadi salah satu andalan pariwisata Sulsel yang menyasar pasar Asia, Eropa, dan turis nusantara.
Agar event ini tereksploitasi lebih luas, panitia juga menggelar lomba foto, lomba lukis, lomba tulisan pariwisata, dan lomba hias perahu.
Khusus untuk lomba foto, kata salah seorang juri Yusuf Ahmad, menjelaskan, pihaknya akan memfasilitasi sesi pemotretan untuk 50 peserta yang mendaftar yang pertama mengunduh formulir pendaftaran di grup facebook Lomba Foto Rammang-Rammang.
Sementara itu, Ketua Asita Sulsel, Didi L Manaba menjelaskan, event ini sangat luar biasa dan menjadi amunisi baru bagi Asita untuk dipromosikan ke dunia luar.
Dia sangat mengapresiasi festival yang digelar bertepatan dengan perhelatan akbar Muktamar Muhammadiyah.
“Kami langsung menjual event ini ke peserta Muktamar Muhammadiyah. Dijadikan satu paket dengan Bantimurung dan Leang-leang,” jelasnya.
Camat Bontoa Kabupaten Maros, A Iqbal DWI
bersyukur karena wilayahnya jadi destinasi baru di Sulsel. Dia menambahkan, Rammang-rammang, Desa Salenrang masyarakatnya masih sangat tradisional sehingga diharapkan wisatawan yang mengunjungi daerah itu bisa menjaga kawasan itu.
Kepala Desa Salenrang, Muh Nasir B berharap keterlibatan masyarakat di sana untuk menyukseskan event Rammang-Rammang Moon Festival bisa dimaksimalkan.
“Masyarakat kam belum pahami dunia pariwisata secara modern. Kami berharap dibantu dan dibina masyarakat,” katanya. (rhm/cha/b)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.