Headline

Mabes Polri Sita Mobil Mewah Bupati Barru


MAKASSAR, BKM–Tim penyidik Badan Reserse Kriminal Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mabes Polri menyita mobil Mitsubishi Pajero Sport DD 1?227 milik Bupati Barru, Andi Idris Syukur. Penyitaan ini terkait kasus dugaan gratifikasi pencairan dana proyek pembangunan Pelabuhan Garongkong, izin tambang ,pembangunan rumah toko (ruko) serta sejumlah pasar di Barru.
Pekan lalu, Andi Indris Syukur ditetapkan tersangka setelah dua kali mangkir dari panggilan penyidik. Selain dugaan gratifikasi, mantan Kepala Dinas Kehutaan Sulawesi Selatan ini juga dijerat dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Kepala Unit V Subdir Tipikor Mabes Polri, AKBP Syamsu Bair didampingi Wakil Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Tri Hambodo kepada BKM membenarkan penyitaan mobil Pajero milik Andi Idris.

Menurut Syamsu Bair, hari ini Jumat (24/7) siang, Bupati Barru Andi Idris Syukur dijadwalkan akan diperiksa penyidik Bareksrim terkait sejumlah dugaan gratifikasi proyek serta izin usaha pertambangan batu kaping dan tanah liat di Kabupaten Barru. Pemeriksaan akan dilakukan di Jakarta.
”Selain bupati, ada delapan orang saksi yang sudah diperiksa. Sesuai rencana, masih ada 12 lagi saksi lagi yang akan dimintai keterangan terkait kasus ini. Pemeriksaan ke 12 saksi itu akan dilakukan penyidik Mabes Polri di kantor Polrestabes Makassar,” kata Syamsu Bair.
Mobil Pajero DD 1227 milik Andi Idris Syukur disita polisi di sebuah rumah di Jalan Hartasning sebagai barang bukti. Barang bukti mobil mewah itu kemudian dibawa ke Mapolrestabes Makassar untuk disita.
Soal dugaan tindak pidana korupsi, kata Syamsu Bair, sudah keluar Berita Acara untuk menyita mobil milik tersangka.
”Mobil itu sementara kami titip di Polrestabes Makassar. Pihak ketiga yang terkait dengan kasus dugaan korupsi ini juga telah diperiksa sebagai saksi. Untuk pencarian barang bukti di Barru dan Makassar Mabes Polri menurunkan 10 orang anggota. Tersangka dijerat Pasal 12 tentang UU korupsi dan pasal 3 dan 5 uud no 8 thn 2010 tentang pencucian uang, dengan hukuman penjara maksimal 12 tahun.

Diketahui, Andi Idris Syukur diduga menerima gratifikasi berupa beberapa mobil mewah. Di antaranya satu Toyota Alphard berwarna hitam dari PT Cipta Bhara Bata dan PT Jaya Bakti. Gratifikasi tersebut terkait dengan pencairan dana pembangunan rumah-toko dan sejumlah pasar. Dia juga diduga menerima mobil Mitsubishi Pajero Sport. Gratifikasi ini terkait dengan proyek di Pelabuhan Garongkong.
Andi Idris disangka melanggar Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015 lantaran tidak membentuk perusahaan daerah kepelabuhan dan pelayaran. Pemerintah Kabupaten Barru di bawah kendali tersangka memberikan izin prinsip kepada sejumlah perusahaan untuk melakukan aktivitas di pelabuhan. Namun uang pungutan tersebut tidak disetorkan ke kas daerah. (b)

Komentar Anda



Channel


To Top
.